Rekomendasi Akhir Pekan

Panduan Nonton 'Claws' Hingga Main ke POST Untuk Mengisi Akhir Pekan Ini

Ada banyak alasan untuk keluar kota akhir pekan ini, walaupun kami juga memahami kalian yang cuma pengen nyantai di rumah.
22 September 2017, 11:34am
Ilustrasi oleh Dini Lestari

Kadang kalian pasti bingung menghabiskan libur akhir pekan. Kalian pengen tahu sebaiknya nonton film, serial TV apa, atau mungkin butuh info tambahan buat baca buku dan mendengarkan musik seru. Tenang, VICE siap membantu. Berikut rekomendasi dari awak redaksi kami untuk mengisi Sabtu-Minggu agar kalian terus berbahagia.

KEMPING ASYIK DI RRREC FEST

Tidak ada yang lebih menyenangkan dari ide menggabungkan udara segar dan musik. Musik adalah perayaan sukacita, sayang sudah terlalu sering kan kita dipaksa mendatangi konser indoor di ruang ber-AC atau sesak. Panitia RRRec Fest in the Valley tampaknya menyadari kejenuhan. Apalagi bagi para pecinta musik yang hidup di kawasan urban Indonesia. Konsernya kalau ga di Senayan, Kemayoran, mentok Ancol lagi… Bosan!

Karena itulah, gelaran RRRec Fest in the Valley 2017 untuk kali ke-4 berturut-turut kembali digelar diTanakita Camping Ground, Sukabumi, Jawa Barat selama akhir pekan ini, 22 hingga 24 September. RRRec Fest in the Valley sejak pertama kali dihelat pada 2014 langsung berhasil merebut perhatian khalayak. Konsepnya unik sih, menggabungkan kemping sama konser, pemutaran film ala layar tancap, workshop seni sama pakarnya langsung, hingga pentas teater. Kerennya lagi, dari awal RRRec Fest in the Valley dirancang ramah anak. Jadi yang sudah berkeluarga enggak perlu ragu datang bareng-bareng.

Tahun lalu, RRRec Fest in the Valley bikin kehebohan karena sukses mendatangkan grup kasidah legendaris Nasida Ria. Untuk menandinginya, tahun ini tak kalah keren. Kamu bisa menikmati Mondo Gascaro sambil ngeteh di bawah pohon pinus. Itu baru satu musisi. Masih ada Goodnight Electric, Frau, Oscar Lolang, Medium Rare, hingga Diskoria. Buka tautan inikalau pengin tahu lebih dalam cara nyusul ke lokasi atau setidaknya mantengi keseruan peserta lainnya. —Regan Reuben

KETAWA GARA-GARA CLAWS

Claws mengisahkan persahabatan dan loyalitas antara lima staf salon kuku di South Florida, salah satu bisnis yang dimiliki gembong narkoba bernama Uncle Daddy alias Clay Husser (diperankan oleh agen DEA Dean Norris dari Breaking Bad). Serial televisi Amerika terakhir yang fokus pada kegarangan cewek di dunia narkoba yang didominasi laki-laki adalah Weeds, yang kedelapan musimnya aku tonton sekaligus pada satu musim panas di Seattle.

Bintang utama Claws bukan seorang istri sosialita elit kayak Nancy Botwin. Desna Simms, pemilik Nail Artisans, bermimpi membuka salon kuku yang lebih besar, lebih baik, dan tentunya yang sah. Namun Impian khas Amerika-nya terasa semakin sulit digapai akibat situasi sulit yang dia hadapi dengan keluarga Husser.

Narcos keren banget, sih, tapi kadang aku cuma pengin ketawa. Lagipula, palet warna di Claws mirip banget dengan Spring Breakers_-nya Harmony Korine, video klip DJ Khaled yang "Wild Thoughts" dan Instagram Rihanna. Jadi ya, nagih banget sih. — _Alia Marsha

IKUTAN REUNI PARA SENIMAN DI "RE:EMERGENCE"

Pameran re: emergence bukan sekadar ajang reuni para seniman yang pernah ikut pameran dua tahunan Bandung New Emergence (BNE). Bukan cuma dikumpulkan lagi untuk bikin pameran bareng. Ini pameran dengan tantangan yang spesifik: para seniman yang terlibat diminta mengkonkritkan memori artistik yang pernah mereka alami. Mengubah ingatan-ingatan yang menggugah hati menjadi karya yang bisa dicerap oleh pengamat. Seperti apa jadinya? cek detailnya di tautan ini ya.—Ananda Badudu

BERSANTAI DITEMANI ALBUM BARU DANILLA LINTASAN WAKTU

Setelah dijanjikan sejak lama, akhirnya album baru Danilla rilis juga. "Lintasan Waktu" mengandung segala hal yang biasanya diekspektasikan pada rilisan kedua: lagu-lagu yang lebih bebas dan aransemen dan instrumentasi yang lebih eksploratif. Yang lebih penting dari itu, konon, pada album ini peran Danilla dalam pembuatan lagu jauh lebih besar dibanding proses kreatif di album Telisik. Lintasan Waktu adalah tipe-tipe album indie yang bisa nyambung ke siapa saja. Enggak perlu ngerasa enggak enak muter album ini saat sedang semobil bareng orang tua. Mereka mungkin malah jadi ngikut chill dibawa oleh musiknya. Album ini bisa didengarkan di Spotify.. —Ananda Badudu

HANCURKAN PATRIARKI BERSAMA KOLEKTIF 'JALANG'

Kalau akhir pekan ini kalian mau kabur bentar dari kungkungan patriarki, datang aja ke I'm nXt like other girls. Acara ini dikelola oleh Jalang, sebuah kolektif perempuan, untuk semua orang yang tidak mengidentifikasi diri sebagai laki-laki straight cis. Akan ada pembacaan puisi dan pertunjukan musik. Selain itu, juga ada diskusi-diskusi soal proses kreasi seorang perempuan, budaya kencan generasi millennial (tapi ya ujung-ujungnya kita udah pasti bakal mengeluhkan hal yang sama: seksisme dan misogini). Acaranya mulai jam 17.00 di Mondo by the Rooftop. Dateng yah! —Katyusha Methanisa

PENULIS FIKSI KEREN DI JAKARTA NGUMPUL BARENG MEMBACAKAN KARYA DI POST BARU

POST Bookshop, toko buku independen yang terletak di lantai atas Pasar Santa, baru-baru ini selesai direnovasi. Pada Sabtu, 23 September 2017 pukul 15.00–20.00, toko buku ini akhirnya dibuka lagi. Untuk merayakan versi baru toko buku ini, para pemilik dan pengelolanya mengundang sepuluh kawan penulis untuk membacakan nukilan karya mereka yang belum pernah kita dengar atau baca di manapun. Seperti acara lainnya di POST, perayaan kecil ini akan berlangsung hangat dan penuh tawa. Pembacaan baru dimulai pukul 16.00, tapi aku sarankan datang lebih awal biar bisa bawa pulang buku-buku baru, dan mendesak Gratiagusti Chananya Rompas, Yusi Avianto Pareanom, atau Sabda Armandio Alif agar segera menerbitkan karya-karya selanjutnya. Sampai ketemu! —Syarafina Vidyadhana