natal 2018

Semangat Kebodohan Anti-Natal Blink 182 Tidak Akan Purna

“I Won’t Be Home for Christmas” berdiri sebagai anthem liburan pop-punk penuh kebencian selama dua dekade.
23.12.18
Blink-182: "I Won't Be Home for Christmas"
natal ala Blink 182

Ada banyak lagu natal yang sampah—musik kekanak-kanakan, kurang ajar, terobsesi dengan seks yang sayangnya masuk playlist setiap bulan Desember seperti bocah kuliah nakal yang pulang kampung saban akhir tahun. Namun rasanya tidak ada lagu yang bangga dengan tingkat kebodohannya sendiri melebihi “I Won’t Be Home for Christmas” milik Blink 182.

15 tahun setelah mendengarkan lagu ini untuk pertama kalinya, saya masih tercengang bagaimana Mark Hoppus, Tom DeLonge dan drummer mereka saat itu, Scott Raynor berhasil mencapai tujuan mereka lewat lagu ini. Dirilis sebagai promosi radio pada 1997—tidak lama setelah perilisan Dude Ranch menjadikan mereka sebagai gerombolan anak-anak nakal pop-punk—”I Won’t Be Home…” sangat sesuai dengan estetika dan etos band ini. Disajikan sebagai lagu anti-natal, lagu ini sesungguhnya merupakan lagu pemberontakan melawan orang dewasa dan orang “normal” yang mereka anggap membosankan dan enggak keren. Judulnya saja sudah melawan tradisi natal yang umum. Lagu ini menyebarkan pesan ke para bocah-bocah suburban 90-an—yang sebetulnya mereka sudah tahu—bahwa orang tua itu nyebelin, dan Natal adalah liburan menyebalkan yang memaksa mereka harus mendengarkan kedangkalan orang tua.

Lirik Hoppus sangat jelas dan tidak memberi ruang untuk interpretasi. “

Iklan

Outside the carolers start to sing / I can’t describe the joy they bring / ‘Cause joy is something they don’t bring me,” sebelum dia memperkenalkan pacarnya, karakter yang tidak akan disebut-sebut lagi dalam lagu. Lha terus maksud karakternya buat apa? Gampang, biar pendengar tahu bahwa si protagonis tipe cowok yang bisa punya pacar gitu lho. Namun tidak lama lagi, malam Natalan beliau akan hancur berantakan. Dia menyerang paduan suara natal menggunakan stik baseball. Mereka kabur dan polisi pun muncul. Masuklah dia ke penjara di malam Natal.

Sebagai anak remaja yang rebellious, tentunya saya doyan banget dengan hal macam ini. Saya anggap ini lagu yang berani dan revolusioner, sama seperti ngucapin “anjing” di kelas, atau menindik kuping pas SMA. Pokoknya masyarakat pasti belum siap deh. Tapi Blink-182 mah enggak takut, mereka enggak tanggung-tanggung. Orang dewasa mah mana ngertiii, ya pokoknya Natal payah deh. Fuck the status quo.

Blink mengganti Raynor dengan Travis Barker pada 1998, dan seiring band ini menjadi dewasa, semakin besar dan terkenal, mereka mulai menyisihkan materi-materi yang dianggap kelewat kekanak-kanakan. Tapi semangat “I Won’t Be Home for Christmas” tidak pernah mati. Awalnya dirilis sebagai single pada 2001, lagu ini masuk ke kompilasi A Santa Clause: It’s a Punk Rock Christmas rilisan Immortal Records pada 2003. Lagu ini bertahan melewati lagu natal pop-punk lainnya, termasuk tembang mereka sendiri “Happy Holidays, You Bastard” dari album Take Off Your Pants and Jacket. Tidak ada band lain yang bisa meniru kombinasi kebrengsekan, gurauan soal penis, dan power chord ala Blink, jadi tidak ada yang bisa menggantikan peran lagu anti-Natal ini.

Namun kebangkitan emo-rap akhir-akhir ini bisa saja menantang narasi ini. Jumat lalu, genius musik pop Lil Aaron merilis EP berisi lima lagu berjudul WORST CHRISTMAS EVER. Highlightnya? Lagu kedua, “FUCK CHRISTMAS,” sebuah track pop-punk ber-auto-tune yang tidak bisa saya lupakan. Berikut lirik chorusnya: Fuck Christmas, I hate it

It’s so overrated
I’d rather be naked in bed
Fuck Christmas, It’s stupid
These presents are useless
I’d rather get faded instead
Fuck Christmas

Aaron sama penuh kebenciannya dan marahnya dengan Hoppus, tapi dia kayaknya enggak akan mengejar orang di jalanan dengan membawa senjata mematikan. “FUCK CHRISTMAS” melanjutkan narasi remaja pemberontak ala Blink, tapi mengganti elemen homofobia dengan kemarahan—lebih menderita alih-alih kejam. “Somebody tell me when it’s over,” nyanyinya, “Cus until then i won’t be sober / Yeah it was really nice to know ya / But get me back to California.” Jelas banget, dia melanjutkan warisan Blink nih. WORST CHRISTMAS EVER juga diproduksi oleh Travis Barker, dan kamu bisa mendengar pengaruhnya di musik Aaron yang menampilkan gitar palm-mute renyah dan gebukan simbal kencang.

Akhirnya remaja masa kini memiliki anthem anti-natal mereka sendiri. Dan biarpun “FUCK CHRISTMAS” memang lagu yang lebih keren, kalian semua harus berterima kasih ke Blink-182 karena memulai semuanya.