FYI.

This story is over 5 years old.

Fenomena Alam

Lebah Akan Berhenti Bergerak Saat Gerhana Total, Bahkan yang Sedang Terbang Sekalipun

Mereka mengira waktu sudah malam dan saatnya kembali ke sarang
Foto: Bob Peterson

Sekitar 215 juta orang di Amerika menyaksikan gerhana matahari total pada 21 Agustus 2017. Sayang kita orang Indonesia enggak kebagian jadi saksi fenomena alam yang langka itu. Kita hanya kebagian menonton live streaming-nya. Pada saat itu, yang mestinya siang dalam beberapa waktu berubah seolah hari sudah malam. Buat manusia sih fenomena ini paling-paling dianggap sebagai hiburan singkat semata. Tapi tidak bagi sebagian hewan. Fenomena alam ini bisa mengubah perilaku hewan menjadi aneh.

Iklan

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Rabu dalam The Annals of the Entomological Society of America menunjukkan bahwa lebah di beberapa lokasi di AS mendadak berhenti bersuara dan bergerak ketika bayangan bulan melintasi permukaan bumi.

“Berdasarkan sejumlah laporan, kami sudah memprediksi bahwa aktivitas lebah akan menurun ketika hari menggelap selama gerhana dan mencapai minimum saat matahari tertutup penuh,” kata ketua peneliti Candace Galen, dosen ilmu biologi di University of Missouri, dalam sebuah pernyataan. “Tapi, kami tidak menduga kalau perubahannya akan sedrastis itu, bahwa lebah yang sedang terbang akan berhenti tiba-tiba. Kelihatannya seperti ‘waktunya tidur’ saat sedang berkemah! Hal ini cukup mengejutkan.”

Stasiun perekaman. Foto: Candace Galen, Ph.D., University of Missouri

Galen dan rekan mengajak lebih dari 400 orang—termasuk siswa sekolah dasar—untuk berpartisipasi dalam percobaannya. Para relawan diminta memasang mikrofon USB di dekat bunga yang diserbuki lebah di 16 lokasi di Oregon, Idaho, dan Missouri yang masuk ke dalam jalur gerhana matahari total. Sebagian besar serangga yang diamati adalah bumblebee dan lebah madu.

Para peneliti lalu mengumpulkan dan mendengarkan seluruh rekamannya. Hanya ada satu lebah yang tetap berdengung saat gerhana terjadi. Peneliti juga menemukan bahwa lebah langsung melambatkan gerakannya sebelum dan sesudah gerhana, mungkin karena mereka salah mengira hari sudah malam dan waktunya kembali ke sarang.

“Gerhana memberi kami kesempatan untuk mengamati apakah fenomena alam—langit gelap di siang hari—bisa mengubah respons lebah terhadap kegelapan,” kata Galen. “Kami menemukan bahwa kegelapan total memunculkan perilaku lebah yang sama, terlepas dari waktu atau konteksnya. Ini informasi baru soal kognitif lebah.”