Kisah Inspiratif

Kisah Inspiratif Penjual Popcorn di Pakistan, Sukses Terbangkan Pesawat Rakitan

Pesawat buatan Fayyaz itu sempat disita polisi, karena diterbangkan tanpa izin dan dianggap membahayakan keselamatan publik. Tapi cerita ini tidak berakhir tragis kok.
SJ
Mumbai, IN
8.5.19
Kisah Inspiratif Penjual Popcorn di Pakistan, Sukses Terbangkan Pesawat Rakitan
Muhammad Fayyaz berpose di pesawat rakitannya. Foto oleh AFP Youtube 

Jika membicarakan cita-cita, sejak kecil kita selalu disuruh agar berani bermimpi setinggi langit. Penjual popcorn inovatif asal Pakistan menganggap nasehat orang tua itu sangat serius. Dia pun terbang menuju langit, dengan pesawat rakitan sendiri.

Muhammad Fayyaz, laki-laki 32 tahun asal Kota Tabur di Provinsi Punjab, Pakistan, sukses merakit pesawat dari berbagai suku cadang yang dia kumpulkan bertahun-tahun. Tindakannya menarik perhatian Angkatan Udara Pakistan.

Iklan

Orang ini, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual popcorn kaki lima dan nyambi jadi satpam ini, menyusun pesawat sederhana menggunakan mesin gergaji, kain goni untuk sayapnya, pipa besi, dan roda dari becak. Ia menelusuri internet untuk melihat video dan cetak biru pembangunan pesawat di Internet.

Mimpinya menjadi kenyataan saat dia melaksanakan uji coba pertam Februari tahun ini. Setelah memperoleh petunjuk dari Air Crash Investigation di saluran TV kabel National Geographic, Fayyaz meminta bantuan beberapa kawan mengosongkan jalan kecil dekat kampungnya untuk lepas landas. Dia mengklaim berhasil mencapai kecepatan 120 kilometer per jam sebelum lepas landas, dan setelah itu dia terbang sejauh dua sampai tiga kilometer.

Fayyaz bercerita kepada kantor berita AFP jika sejak kecil dia ingin menjadi personel angkatan udara. Dia terpaksa putus sekolah setelah ayah meninggal dunia. Sesudah itu, Fayyaz harus bekerja demi menafkahi keluarga. Dia menabung semua penghasilannya, menjual tanah keluarga, dan meminjam uang 50.000 Rupee Pakistan (setara Rp5 juta) untuk mendanai cita-cita masa kecilnya menerbangkan pesawat.

Setelah keberhasilan uji coba pertama, mendadak aparat ikut campur. Klaim Fayyaz dianggap serius oleh polisi, sehingga dia ditahan karena terbang tanpa izin, dan pesawatnya disita karena menjadi ancaman keamanan publik.

Dia akhirnya dibebaskan, setelah membayar denda Rs 3.000 (setara Rp300 ribu) dan pesawat rakitan itu telah dikembalikan kepadanya. Namun, walau harus berurusan dengan aparat, semangat Fayyaz tak pudar.

"Saya menyusun kembali pesawat ini, mudah-mudahan dalam beberapa bulan sudah beres," ujarnya kepada The Telegraph.

"Ke depan saya tidak perlu melanggar hukum lagi. Otoritas penerbangan sipil berjanji menyediakan tempat aman untuk lepas landas dan mendarat dalam percobaan selanjutnya. Saya terus mencari orang yang ingin mendanai proyek ini, walau saya tetap mengumpulkan uang sendiri juga."

Karena tekadnya begitu gigih, pangkalan AU dekat kotanya mempersembahkan sertifikat kepada Fayyaz, sembari memuji "hasrat dan keterampilannya" membangun pesawat mini.

Kisah Fayyaz sepekan terakhir viral di media sosial Pakistan. Dia dianggap sebagai pahlawan dan sumber inspirasi banyak orang.

Follow Shamani Joshi di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.