The VICE Guide to Right Now

Penikaman Massal Kembali Guncang Jepang, Korban Tewas Termasuk Siswa SD

Seorang lelaki menyerang halte bus Kota Kawasaki yang penuh orang berangkat kerja dan pelajar. Dilaporkan 19 orang jadi korban, tiga tewas. Ini penusukan massal kesekian pernah dialami Jepang.
29.5.19
Penikaman Massal Kembali Guncang Jepang, Korban Tewas Termasuk Siswa SD
Sumber foto lokasi penusukan massal di Kawasaki via YouTube/Uswarrior1

 

Dilaporkan belasan orang, termasuk delapan siswa SD, menjadi korban penikaman massal yang terjadi dekat taman Kota Kawasaki, Jepang, Selasa (28/5) pagi waktu setempat. Juru bicara tim SAR Kawasaki Keiichi Hayakawa saat diwawancara Agence France-Presse menyatakan "jumlah korban penikaman menjadi 19 orang, termasuk dua korban yang terluka parah dan kini tidak menunjukkan tanda-tanda vital sama sekali." Di Jepang, istilah "tak menunjukkan tanda-tanda vital" berarti korban sudah tewas.

Iklan

Dai Nagase, juru bicara Pemadam Kebakaran Kota Kawasaki, mengungkapkan "seorang laki-laki menikam para korban. Kami menerima panggilan darurat pada pukul 07.44 pagi, yang menyebutkan empat murid SD telah ditusuk."

Reuters melaporkan satu anak SD yang masih 11 tahun dan satu orang dewasa berusia 30-an dipastikan tewas. Stasiun televisi pemerintah NHK mengatakan pelaku sempat ditahan polisi. Tapi dia menderita luka serius karena menusuk lehernya sendiri selama insiden, dan akhirnya juga tewas. Dua belati ditemukan di TKP.

Seperti dilansir dari The Australian, serangannya terjadi saat jam sibuk orang berangkat kerja dan siswa sekolah menunggu bus jemputan. Pelaku, diduga berusia akhir 40 atau awal 50-an, menusuk para pekerja penglaju yang sedang menunggu bus di halte. NHK mengutip polisi yang mengatakan korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tenda-tenda medis darurat didirikan di TKP agar korban bisa langsung diobati.

"Saya mendengar suara ambulans dan melihat ada lelaki yang tergeletak penuh darah di dekat halte bus," kata seorang saksi kepada NHK, sebagaimana dilaporkan oleh SBS. "Di halte bus lain dekat sekolah SD, saya juga melihat siswa terkapar di sana… Lingkungan ini biasanya sangat sepi. Sangat menakutkan menyaksikan kejadian semacam ini."

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengucapkan bela sungkawa kepada korban penusukan. Dia berjanji seluruh aparat akan dikerahkan untuk memastikan rute anak-anak sekolah aman. Korban penusukan ini mayoritas adalah murid SD Katolik swasta Kota Kawasaki. "Saya marah dengan fakta anak-anak menjadi sasaran. Kami berdoa untuk orang tewas dan berduka dengan orang-orang, yang kehilangan orang yang mereka cintai," kata Abe.

Motif pelaku sampai sekarang belum diketahui. Jepang, negara dengan tingkat kriminalitas terendah sedunia, berulang kali mengalami insiden penusukan massal semacam ini. Salah satu yang terburuk adalah serangan di Sagamihara, Prefektur Kanagawa, pada 2016 lalu. Saat itu seorang lelaki menusuk 26 orang di panti perawatan difabel. Polisi melaporkan kala itu 19 orang tewas. Pelaku yang rata-rata memiliki gangguan mental memakai pisau karena kepemilikan senjata api sangat dibatasi di Negeri Matahari Terbit.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.