Can't Handle the Truth

Bukan Rizieq atau Patung Ahok, Hoax Terbaik Pekan Ini = Suntik Mati Jomblo

Jagat hoax dan berita palsu Indonesia sedikit 'membaik' setelah pekan lalu dipenuhi kabar SARA yang memuakkan. Harus senang atau sedih ya?
11.6.17
Ilustrasi suntik mati jomblo oleh Ilham Kurniawan.

Selamat datang di Can't Handle the Truth, kolom VICE Indonesia merangkum hoax dan berita palsu paling ramai dibicarakan pengguna Internet selama sepekan.

Setelah sebelumnya harus melalui satu minggu penuh hoax SARA menyebalkan, pekan ini kehidupan di jagat berita palsu agak mendingan. Tentu saja tak ada faedah yang kita peroleh dari kumpulan kabar bohong. Tapi coba bayangkan kamu mendengar ada surat ancaman suntik mati bagi jomblo di Jawa Timur, siap-siap aja gagal nahan ketawa.

Iklan

Pola berulang ini berhasil saya pelajari dari jagat hoax. Tampaknya muncul kejenuhan di kalangan pembuat berita palsu (kalau memang ada komunitasnya, kabari saya dong kalian posisi di mana), yang memaksa mereka membuat kehebohan secara proporsional. Maksudnya begini, jika lebih dari seminggu hoax yang beredar kebanyakan bertema politik atau menyulut kebencian, mendadak akan ada banyak kabar bohong yang ringan dan cenderung lucu. Sepertinya produsen berita palsu paham belaka mekanisme supply-demand. Kalau monoton, hoax tak akan seru lagi.

Baiklah, mari kita mulai kolom yang saya benci tapi kalian butuhkan ini. Pertama-tama mari kita mulai dari yang agak serius.

Erdogan Desak PBB Lindungi Habib Rizieq

Di tengah persoalan Timur Tengah yang ruwet akibat konflik Qatar dan negara-negara Teluk (serta bermacam tuduhan Turki modern sedang melahirkan diktator baru) Presiden Recep Tayyip Erdoğan menyempatkan diri membela Rizieq Shihab. Sang habib pendiri FPI itu sedang jadi buruan polisi Indonesia, sampai sekarang melarikan diri di Arab Saudi menghindari tuduhan skandal chat mesum.

Media-media Islamis ramai melansir kata-kata Erdoğan. Rekaman pidato mengesankan Presiden Turki itu mengimbau umat Islam selalu melindungi ulama, turut tersebar di Youtube (dan hampir pasti grup-grup Whatsapp).

"Sangat disayangkan, kasus penuh tanda tanya seperti yang menimpa ulama di Indonesia menjadi konsumsi dunia," kata Erdoğan, konon dikutip Kantor Berita Anadolu.

Iklan

Pendukung Rizieq menyambut gembira imbauan Erdoğan. Pendiri Front Pembela Islam itu terkesan diakui sebagai ulama besar kelas dunia. Relasinya menjangkau Raja Salman (yang diklaim pengacara Rizieq memberi kelonggaran untuk memperpanjang visa tinggal di Arab Saudi serta mengundangnya umroh), sampai hendak dibela langsung pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Turki.

Rizieq mungkin bisa menjadi politikus Indonesia yang patut diperhitungkan…seandainya kabar-kabar ini benar. (Saya langsung membayangkan muncul komentar di kolom Facebook menyebut VICE adalah media kafir didanai zionis liberal komunis, yang gemar menyebar hoax).

Persoalannya, tak ada sama sekali kutipan Erdoğan di Anadolu yang berkata siap melindungi Rizieq dalam pidato 4 Juni lalu, saat "berita" itu pertama kali tersebar. Media online Kumparan memperoleh konfirmasi dari Pemred VOA-Islam, media Islamis yang awalnya ikut menyebar kata-kata Erdoğan, bahwa berita itu rupanya "sampah" dan "tidak benar." Media Islamis lainnya, Eramuslim, turut mengakui kata-kata Erdoğan hanyalah hoax.

Artinya status Rizieq batal mendunia dong? Yah, kecewa. Bib, kalau gitu cepat pulang ke Tanah Air deh. Apa engga capek jadi bahan hoax seperti ini?

Patung Ahok Berdiri di Kalijodo

Walau sudah masuk penjara karena kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama ternyata belum sepenuhnya dilupakan publik. Sepekan terakhir, warganet membicarakan mantan Gubernur DKI Jakarta akrab disapa Ahok itu, gara-gara beredar foto kalau patungnya berdiri di bekas komplek pelacuran Kalijodo, Jakarta Utara.

Iklan

Patung itu, merujuk foto yang beredar di Internet, terkesan berdiri di dinding pintu masuk kawasan Kalijodo yang kini berfungsi sebagai ruang publik ramah anak sekaligus ruang terbuka hijau. Ada tulisan dana hibah Sinarmas Land di sana. Sebagian orang, kemungkinan besar bukan fans Ahok, tersulut emosinya. "Dijual tuh ke Sinarmas, bukan punya Pemprov DKI."

Sebagian lainnya terpancing memperdebatkan kenapa ada patung Ahok di sana. Awak VICE Indonesia, yang beberapa kali menulis mengenai Kalijodo, buru-buru memeriksa arsip foto yang tersedia. Tidak ada sama sekali patung ahok.

Padahal sampai lebaran kuda juga tak bakal ada patungnya, karena itu cuma action figure yang difoto sedemikian rupa, sehingga terkesan sama besar rasionya dengan dinding pintu masuk Kalijodo.

Oh iya, kalau ada yang penasaran, action figure Ahok mengenakan seragam PNS dengan skala 1:6 itu sudah dijual sejak April lalu. Pembuatnya akun instagram simbiosix yang mengaku patung tersebut sold out. Kalau sudah ramai begini jangan-jangan pesanan bakal naik lagi? Action figure tokoh politik nasional sepertinya jadi peluang bisnis menarik. Hmm….

Jomblo di atas 25 tahun diancam suntik mati

Akhirnya, kita sampai juga di berita palsu yang paling mencengangkan pekan ini. Lelaki dan perempuan tanpa pasangan hatinya pasti berdegub kencang ketika beredar kabar di Facebook, menampilkan surat edaran Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Iklan

Dalam edaran itu, dikatakan pemkab telah menerbitkan aturan kependudukan baru. Bagi orang yang sudah 25 tahun tak punya pacar, apalagi suami atau istri, akan disuntik mati (yang tentu saja tak ada sama sekali praktiknya di Indonesia, karena eksekusi mati kita pakai sistem regu tembak—duh jadi serius banget gue).

Supaya terkesan meyakinkan, di surat tersebut dicantumkan logo pemkab (yang terkesan hasil crop kasar di Microsoft Word) serta kutipan Peraturan Pemerintah Kabupaten Blitar No.69 Tahun 2017.

Untunglah, sejauh ini tak ada warganet yang percaya (YA IYALAH) dengan edaran ngasal tersebut. Kalaupun orang-orang menyebarkannya, masih dalam kerangka bercanda untuk merundung para jomblo.

Menurut kami, sudah cukup semua perundungan mengenai jomblo ini. Indonesia itu penduduknya lebih dari 270 juta orang lho. Katakanlah ribuan memilih lajang apa salahnya coba?!

Rupanya Menteri Dalam Begeri Tjahjo Kumolo menyempatkan diri berkomentar mengenai rumor suntik mati jomblo. Dia bilang edaran itu "kerjaan orang iseng."

Duh pak Tjahjo, kalau cuma begitu kami paham lah. Yang lebih penting tuh, mendagri sebaiknya segera menerbitkan edaran melarang berbagai bentuk diskriminasi, bahkan persekusi, bagi para jomblo. Termasuk ketika nanti kumpul keluarga saat lebaran. Masukkan saja bullying jomblo sebagai praktik teror mental.

Keberpihakan negara dalam isu ini sangat penting. Menjadi jomblo adalah hak pak mendagri. Hak! Aduh, kayaknya saya perlu obat penenang deh.