Seafood atau makanan laut adalah salah satu komoditas yang paling banyak diatur secara global. Lebih dari 11 juta orang di seluruh dunia mengandalkan industri seafood sebagai mata pencaharian utama. Apalagi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sedang gencar-gencarnya mendorong kita semua makan ikan lebih banyak. Menurut data kementerian, konsumsi ikan masyarakat Indonesia mencapai 43 kilogram per kapita per tahun.
Iklan
Jika diasumsikan satu ikan beratnya setengah kilogram, maka bisa dikatakan orang Indonesia biasanya makan 7 ekor ikan per bulan. Kalau kebiasaanmu makan ikan kurang dari itu, ada baiknya ditambah biar lekas sehat, pintar, dan punya kapasitas bersaing dalam perekonomian global, sebagaimana amanat Menteri Susi.
Namun ada satu masalah yang sering sekali kita hadapi. Kalau makan ikan, kita enggak pernah tahu itu ikan dari mana. Wong kita juga masih suka bingung, ikan yang ada di etalase warteg atau super market itu ikan air tawar atau laut. Kesegaran dan keberlanjutannya pun tidak terjamin sebab nelayan punya cara yang berbeda-beda dalam memperlakukan ikan tangkapan.Beberapa contoh nyatanya seperti peternakan ikan di India yang memberlakukan sistem perbudakan, pekerja anak di Vietnam yang mengawetkan ikan dengan bahan kimia, dan para bajak laut di Laut Tengah yang menangkap tuna di luar musim. Di Indonesia sendiri, ikan-ikan yang dijual di pasar belum tentu kondisinya masih bagus dan tanpa bahan pengawet.Sektor perikanan punya rahasia dan sisi gelap yang selama ini selalu ditutup-tutupi. Namun, kita sebagai konsumen berhak mendapatkan transparansi dan kebenaran agar bisa memilih dan membeli ikan yang layak dikonsumsi. Kali ini, saya akan menjelaskan beberapa tips pribadi yang bisa diikuti saat beli seafood. Saya harap artikel ini dapat membantu kalian mengurangi potensi kerusakan lingkungan dan terkena penyakit yang disebabkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.
Iklan
Pastikan seafoodnya masih segar
Kalian mungkin akan membatin, “gimana caranya kita tahu kalau ikannya masih bagus?” Membedakan ikan segar dengan yang sudah mau busuk itu relatif gampang, lho. Kalian bisa melihat garis darahnya. Seafood yang sehat warna darahnya merah, bukan cokelat. Setelah itu, perhatikan matanya. Apabila warnanya jernih dan tidak berkabut, itu berarti ikannya masih segar. Ikan utuh dan filet berwarna mengkilap dan cerah, dan baunya masih khas aroma lautan. Bagaimana dengan kerang? Pastikan kerangnya tertutup rapat dan tidak mengeluarkan bau. Hati-hati dengan ikan filet yang kelihatan hancur, karena dinding sel ikan benar-benar “hancur”, terutama pada jenis ikan berminyak seperti bluefish atau salmon.
Pilih ikan yang benar-benar alami
Olahan seafood beku tidak selamanya “buruk”
Iklan
Warna dan transparansi daging ikan yang dibekukan secara alami dan menggunakan bahan kimia akan berbeda. Pembekuan alami membuat warna ikan tampak buram, sedangkan kimia membuatnya tembus cahaya.Tidak ada salahnya beli hasil tangkapan nelayan secara langsung. Selain pilihannya yang beragam, kesegarannya pun terjamin. Kalian juga bisa cari tahu jenis-jenis ikan musiman dari penjual. Menjadi konsumen yang cerdas punya banyak keuntungan. Kalian bisa mendapatkan produk makanan laut terbaik, segar dan juga ramah lingkungan.Langkah ini mungkin lebih cocok bagi kalian yang tinggal dekat laut atau pemancingan. Tapi, tidak ada salahnya mencoba sekali-kali. Kalau lagi beruntung, kalian bisa sekalian memfilet ikannya di tempat. Dijamin masih segar banget, deh.Kita semua pasti sudah tahu ya… Ada harga, ada kualitas. Barang murah belum tentu bagus.Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES