Pornografi

Warga Filipina Gemar Nonton Bokep, Presiden Duterte Kobarkan Perang Melawan PornHub

Seperti biasa, ada saja langkah kontroversial dari presiden Filipina ini. Dia baru saja memblokir banyak situs, setelah muncul data warganya gemar nonton pornografi.
19 Januari 2017, 3:26am

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, selalu jadi bahan pemberitaan setiap saat. Mantan pecandu fentanyl ini mewarnai headline media massa seluruh dunia, setelah memimpin perang berdarah melawan geng narkoba—menewaskan ribuan warganya sendiri—lalu menyebut Presiden Amerika Serikat Barack Obama sebagai "anak haram jadah" karena mengkritik kebijakannya. Kini, Duterte punya agenda perang baru. Dia baru saja mengobarkan perang untuk menutup situs PornHub.

Juru Bicara Kepresidenan Filipina, Martin Andanar, saat jumpa pers menyatakan Duterte merasa terganggu melihat popularitas situs porno itu di kalangan warga Filipina, sehingga memerintahkan pemblokiran. Konten PornHub dianggap bertentangan dengan UU Anti-Pornografi Anak yang sudah berlaku di negara mayoritas Katolik itu. PornHub mengklaim tidak pernah mengunggah pornografi anak. Apa lacur, situs itu terlanjur diblokir oleh seluruh perusahaan penyedia internet di Flipina.

Pemblokiran PornHub oleh Duterte hanya berjarak sekian hari, setelah muncul laporan warga Filipina paling doyan nonton bokep. Statistik kunjungan situs di PornHub menunjukkan bahwa angka rerata menit yang dihabiskan pengguna internet asal Filipina, yakni 12 menit 45 detik, jauh di atas negara-negara lain. Urutan kedua di daftar PornHub adalah penikmat film porno asal Afrika Selatan, dengan rerata  10 menit 46 detik. Untuk ketiga kalinya, daftar statistik tahunan PornHub menobatkan penduduk Filipina sebagai penggila bokep sejati di seluruh dunia.

PornHub bukan satu-satunya situs yang mengalami pemblokiran di Filipina. Xvideos, Redtube, serta beberapa situs yang lebih kecil juga diblokir sejak akhir pekan lalu.

Andanar mengatakan penutupan situs porno ini dilakukan sebagai upaya pemerintah Filipina menjaga moral warga. Dia mengatakan perintah blokir langsung berasal dari Presiden Duterte. "Kita tidak ingin anak muda dan orang dewasa kecanduan video-video lucah yang tersebar di Internet," kata Andanar.

Duterte bukan presiden pertama secara aktif memerangi pornografi. Indonesia di masa kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono aktif memblokir ribuan situs porno, melalui manuver Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pornografi Internet juga menjadi barang haram bagi penduduk Arab Saudi, Cina, Kuba, Islandia, Thailand, Mesir, dan Pakistan.

PornHub menyesalkan kebijakan Duterte yang memakai alasan adanya pornografi anak untuk memblokir layanan mereka. Sebelumnya, PornHub bisa diakses secara mudah oleh warga Filipina. "Pornografi anak, apalagi yang tidak didasarkan suka sama suka dan sesuai batasan usia minimal, dilarang keras tayang di PornHub. Kami kecewa, sebab kebijakan blokir seperti ini biasanya membuat orang mengakses situs-situs kecil yang tidak aman. Kami akan berusaha bekerja sama dengan pemerintah Filipina agar bisa kembali membuka layanan," kata juru bicara PornHub saat diwawancarai the Daily Mail.

Tahu apa yang lucu dari ketegasan pemerintah Filipina soal PornHub dan tudingan melanggar UU pornografi anak itu? Batasan usia minimal untuk menikah secara legal di Filipina ternyata cuma 12 tahun.

Follow Kat di Twitter