Manusia Bisa Mulai Menghubungi Alien Tahun 2017

FYI.

This story is over 5 years old.

Motherboard

Manusia Bisa Mulai Menghubungi Alien Tahun 2017

Banyak lembaga maupun individu berupaya menghubungi ET. Jika asumsi mereka benar, kini teknologi manusia sudah memadai untuk mengirim sinyal ke luar angkasa.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Upaya mencari kehidupan ekstraterestrial di alam semesta mungkin terdengar seperti plot cerita sains fiksi. Padahal sesungguhnya para astronom telah menghabiskan sekian dekade melakukan hal tersebut. Kini, beberapa peneliti ingin mengambil satu langkah lebih jauh melewati sekedar pencarian makhluk-makhluk luar angkasa ini: mengirim sinyal ke para alien tersebut dan mengatakan: "Woy, kita di sini nih!"

Iklan

Ide mengirim sinyal ke luar angkasa mengundang kritik dari Stephen Hawking dan debat melibatkan banyak pihak. METI Internasional, organisasi riset nirlaba didirikan pada 2015, berencana mulai mengirimkan pesan ke alien menjelang akhir 2018. Nama perusahaan mereka, METI, merupakan kependekan dari "messaging extraterrestrial intelligence" (mengirim pesan ke makhluk luar angkasa).

"Pertanyaan yang selalu ditanyakan adalah: Berbahayakah mengirim pesan ke makhluk luar angkasa?" kata Douglas Vakoch, Direktur METI International. "Ya kalau sedang apes, bisa saja mereka mood-nya jelek dan ingin berbuat jahat. Tapi, kalau mereka mau mampir ke bumi, ya sah-sah saja."

Kritik utama yang muncul adalah minimnya pengetahuan kita tentang makhluk lain di alam semesta dan konsekuensi yang mungkin timbul apabila ternyata mereka tidak bersahabat. Memberi tahu mereka tentang eksistensi kita bisa berakibat fatal. Bisa saja alien menyerbu planet Bumi, mengambil alih sumber daya alam, atau membunuh umat manusia sekadar untuk iseng semata. Atau ya merujuk film Arrival, mereka bisa saja mereka sebetulnya berusaha menyatukan kita semua.

"Kita sama sekali tidak tahu apakah alien itu berbahaya atau tidak," tulis Mark Buchanan, seorang ahli fisika di salah satu majalah Nature Physics. "Satu-satunya bentuk kehidupan biologis berevolusi yang kita kenal adalah manusia di planet Bumi—yang kerap dipenuhi konflik kekerasan, perebutan sumber daya, dan opresi dari pihak yang kuat ke mahluk lebih lemah."

Iklan

Ya sebetulnya kalau bercermin dari umat manusia sendiri, kita punya alasan untuk tidak optimis memandang semua alien itu baik. Namun bagi mereka yang ingin mencari tahu kebenaran, seperti Vakoch, berprasangka baik lebih dulu lebih rasional. Apabila apabila alien-alien tidak bersahabat ini ada di luar sana, dan punya teknologi transportasi canggih, mereka mungkin sudah menemukan planet Bumi dari dulu. Umat manusia sekarang mampu mengirim gelombang radio yang sanggup mencapai 7.000 bintang terdekat dari tata surya.

Biarpun memiliki gelar S3 bidang psikologi, Vakoch masih ragu-ragu untuk berkomunikasi dengan makhluk lain di alam semesta—dan pesan apa yang harus dikirim—sejak dia bekerja untuk SETI Institute di akhir 90-an. Dia mengatakan bagian dari misi METI adalah menantang teori paradoks Fermi—yang mempertanyakan kenapa sampai sekarang kita belum pernah bertemu alien apabila secara teori alam semesta penuh dengan berbagai bentuk kehidupan.

Ada teori yang mengatakan bahwa sebetulnya alien sesungguhnya nyata, namun kerap menyembunyikan wujud aslinya. Satu-satunya cara untuk mendapatkan perhatian mereka adalah dengan mengirimkan pesan terlebih dahulu. Penggemar Star Trek pasti menyadari teori ini mirip dengan Prime Directive.

Sebetulnya manusia pernah mengirimkan pesan ke luar angkasa sebelumnya. NASA melakukan hal ini menggunakan piringan emas Voyager, plakat Pioneer 10 & 11 dan (entah kenapa) menyiarkan sebuah lagu Beatles pada 2008 ke luar angkasa. Hanya saja, pesan-pesan ini memang bukan bagian dari misi utama. Kalau ada alien yang kebetulan menerima pesan ini, ya syukur. Iseng-iseng berhadiah. Sebaliknya, METI berencana mengirimkan pesan ke lokasi-lokasi yang spesifik yang diduga dihuni makhluk ekstraterestrial. Misalnya Proxima B, sebuah planet mirip Bumi yang terletak tidak jauh dari Proxima Centauri. Pesan ini diduga dapat mencapai Proxima B dalam waktu empat tahun, yang artinya (apabila memang ada kehidupan di sana), kita bisa mendapat balasan delapan tahun setelah pesan pertama dikirim.

Apabila anda masih skeptis seperti Stephen Hawking dan khawatir ada risiko di balik upaya mengirim pesan ke alien, jangan khawatir. Vakoch mengatakan METI akan mengadakan tiga pertemuan sepanjang 2017, khusus untuk terus membahas isu tersebut. Pertemuan yang akan diadakan di St. Louis Mei mendatang. Topik utamanya membicarakan risiko keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul dari kegiatan memberi tahu makhluk lain soal eksistensi manusia. Mungkin saja pengiriman pesan ini akhirnya ditunda.

"[Penundaan program] mungkin saja," kata Vakoch. "Kami ingin mendengar kekhawatiran orang-orang dan mencari metode yang bisa menyenangkan semua pihak."

Biarpun METI memutuskan tetap melaksanakan rencana ini pada 2018, mereka akan membutuhkan izin dari teleskop radio besar di planet Bumi. Atau setidaknya dana yang cukup untuk membuat teleskop sendiri. Tidak ada jaminan salah satu dari skenario ini terwujud dengan mudah.

Apapun posisi kalian dalam debat soal berkomunikasi dengan alien, sangat menarik menyaksikan bermacam-macam argumen yang muncul. Kemungkinan adanya alien di alam semesta yang luas ini memang sangat nyata. Kini ilmuwan-ilmuwan terhebat Bumi justru sedang kebingungan, menentukan apakah umat manusia benar-benar ingin bertemu makhluk-makhluk yang mewarnai imajinasi kita sejak kecil.