FYI.

This story is over 5 years old.

Motherboard

Metode Ramalan Cuaca Abad 18 Bisa Menciptakan Badai Salju Dalam Botol

Efek salju yang berputar dalam botol ini dipicu oplosan kamper, etanol, dan beberapa bahan kimia lainnya. Efek botol ini enak dipandang sekaligus bisa digunakan memprediksi cuara lho.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

YouTuber Ben "NightHawkInLight" Cusick baru-baru ini menyampurkan unsur kimia ke dalam botol vodka dan hasilnya luar biasa. Tenang, dia engga bikin minuman oplosan sejuta umat seperti anggur merah bir dingin alias Abidin. Dia membuat "storm glass"—sebuah metode meramalkan cuaca dari abad 18. Dulu para pelaut mengamati badai salju dan kabut berkecamuk dalam botol untuk memperkirakan apakah kapal mereka bakal aman sepanjang pelayaran. Dalam video ini, badai salju dalam botol buatan Ben jauh lebih indah daripada bola salju yang dijual di mal menjelang natal. Tapi, dari sudut pandang ilmiah, botol ini engga betul-betul bisa memprediksi cuaca.

Iklan

Konsep storm glass sebetulnya sederhana. Kamu bisa memprediksi cuaca di langit dengan memandangi botol yang tertutup rapat, yang menurut tradisi diisi campuran ammonium klorida, potassium nitrat, kamper, air, dan alkohol yang menguap ketika dipanaskan. Ketika campuran tersebut didinginkan, terbentuklah kristal-kristal berwarna putih. Menurut orang-orang zaman dulu, perubahan sekecil apapun di atmosfer dapat mengakibatkan perubahan berbentuk serpihan di dalam botol storm glass. Dalam video Cusick, misalnya, campurannya seketika berubah dari kabut tebal menjadi salju tebal di mana serpihan "salju" berterbangan.

Strom glass sudah tidak pernah digunakan selama lebih dari satu abad. Salah satu pencetusnya adalah Robert FitzRoy, meteorolog sekaligus kapten kapal HMS Beagle yang terkenal pernah mengangkut pakar biologi Charles Darwin keliling dunia. Pada buku Weather Book (1863), FitzRoy mengklaim bahwa titik-titik pada benda yang dia sebut "gelas kamper" menunjukkan kabut di masa mendatang. Jika stoples nampak berawan berisi bintang-bintang kecil, artinya badai penuh geledek akan segera tiba.

Tapi alasan botol itu terlihat "ajaib" sesungguhnya sebetulnya sederhana saja, sebagaimana telah diungkapkan para peneliti Jepang di laporan penelitian 2008 pada Journal of Crystal Growth.

"Pembentukan kristal di dalam botol lebih karena tempratur, jadi prediksi strom glass tak lebih dari prediksi belaka," kata Cuisick di videonya.

Apapun itu, videonya seru untuk ditonton, terutama karena yang digunakan adalah botol antik ukuran 750 militer, mirip dengan botol House Stark di serial Game of Thrones. Video terbaru Cusick membuat video lamanya dari 2014 yang terkenal. Di video itu, Cusick membuat storm glass memanfaatkan stoples bekas. Dalam dua video tersebut, dia menyediakan instruksi mendetail agar kita semua bisa membuat storm glass sendiri di rumah.

Strom glass milik Cusick menggunakan kadar alkohol 50 persen dari vodka, alih-alih mengikuti resep warisan FitzRoy, yaitu campuran etanol murni dan air. Tapi ya, mending pakai vodka karena kalau-kalau percobaanmu gagal, masih ada sisa setengah botol untuk ditenggak. Ya, engga?