Tekno

Perusahan Peretas Telepon Israel Mengaku Bisa Mengambil Data dari... Pokémon Go

Data Pokemon Go bisa memberi informasi penting dalam penyelidikan kasus-kasus tertentu.
21.10.16
Foto oleh Matthew Corley/Shutterstock

Artikel ini pertama kali muncul Motherboard.

Cellebrite, sebuah perusahaan pembuat piranti speasialis meretas dan mengekstrak data dari telepon pintar, kerap dimintai tolong saat aparat hukum butuh melakukan pemeriksaan forensik terhadap teknologi mobile. Namun, perusahaan Israel ini baru saja mengumumkan sebuah fitur baru yang berpeluang membuka kembali debat tentang "going dark". Fitur baru ini konon bisa mengekstrak data dari Pokémon Go. "Memperoleh segala jenis datadari game paling populer di dunia—Pokémon Go," begitu tertulis dalam sebuah dokumen yang berhubungan dengan Cellebrite versi 5.2 yang dirilis Agustus 2016. Lebih lanjut, tertera dalam dokumen itu bahwa "rilisan terkini Cellebrite mendukung game yang telah viral—di seluruh dunia," Pemeriksaan forensik data Pokémon Go bisa dilakukan di beragam ponsel pintar yang ada di pasaran, termasuk ponsel keluaran Samsung, berdasarkan sebuah kertas kerja yang merinci merek dan model yang bisa diretas oleh Cellebrite. Namun, fitur ekstraksi data ini belum tersedia di piranti iOS seperti iPhone 6 dan iPhone 6+. Dokumen tentang fitur baru Cellebrite tidak merinci informasi apa saja yang bisa diekstrak, tapi peneliti sebelumnya telah menemukan file ber-timestamp yang menunjukkan waktu pengguna memainkan Pokémon Go dan ikut serta dalam event-event in-game serta beberapa informasi geolokasi. Dalam versi androidnya, aplikasi Pokémon Go menyimpan nama akun pengguna dalam bentuk plain text. Meskipun data Pokémon Go terkesan sepele, setidaknya data-data ini bisa membantu penyidik dalam beberapa kasus yang "unik." "Dari sudut pandang forensik, penanda tanggal, dan waktu dari file-file ini bisa menunjukkan apakah Pokemon Go tengah dimainkan saat suatu insiden terjadi " tulis Cindy Murphy, seorang periset forensik yang mendalami Pokémon Go, dalam sebuah postingan blog Juli lalu. Anehnya, beberapa pelaku kriminal telah menggunakan Pokémon Go untuk memancing korban-korban yang tidak menaruh curiga, sebelum akhirnya merampok mereka. Pemanfaatan Pokémon Go oleh para pelaku kriminal berujung pada kasus penyerangan dan pelanggaran aturan berkendaraan. Menanggapi hal ini, tiga bulan lalu, Niantic, perusahaan pencipta app Pokemon Go mengeluarkan sebuah update yang mewanti-wanti penggunanya agar tidak berkendara sambil memainkan Pokémon Go. Update ini tentunya tidak mengada-mengada. Seorang pria Australia dilaporkan menabrak bangunan sekolah karena menyetir sambil memainkan Pokémon Go. Alhasil, data tentang kapan seorang tersangka memainkan Pokémon Go mungkin bisa-bisa benar-benar menolong dalam investigasi kasus-kasus semacam ini. Belum jelas apakah ini pihak berwenang bisa mengeruk koleksi pidgey anda dengan menggunakan Cellebrite. Jadi, khusus untuk yang satu ini, anda bisa tetap woles.

Cellebrite tidak membalas permintaan maupun memberikan komentar pada VICE sampai tulisan ini dipublikasikan.