Sejarah Singkat Cutoffs Denim, Dari Daisy Duke Hingga Debbie Harry
Foto Oleh Roberta Bayley / Redferns

FYI.

This story is over 5 years old.

Fashion

Sejarah Singkat Cutoffs Denim, Dari Daisy Duke Hingga Debbie Harry

Dimulai sebagai "baju terusan pinggang" untuk para buruh Amerika dan akhirnya menjadi simbol pemberontakan punk. Celana Levi 501 telah melewati banyak hal sebelum akhirnya mencapai statusnya sekarang sebagai pilihan utama pakaian musim panas.

Ketika Levis Strauss pertama kali membuat celana denim di San Fransisco pada akhir abad 19, mereka tidak dikenal sebagai "jeans" tapi "waist overalls" — baju terusan yang bermula di pinggang. Kain kokoh dan anti-sobek yang telah digunakan berabad-abad untuk membuat baju terusan untuk buruh Amerika, dibawa oleh Strauss ke jaman modern. Menggunakan teknik yang telah dipatenkan, dia menciptakan celana panjang yang benar-benar berfaedah.

Iklan

Sebuah langkah branding yang ampuh diambil oleh Strauss ketika dia mengubah nama pertamanya menjadi "Levi", mengabaikan nama pilihan orang tuanya "Loeb." Dia berelokasi ke Amerika bagian barat dimana ia mentransformasi dirinya menjadi seorang konglomerat tekstil. Kalau bukan karena keputusan ini, kita akan tinggal di dunia dimana orang memajang foto pantat mereka di Instagram mengenakan celana vintage Loeb 501's.

Celana pendek denim cutoffs merupakan generasi ketiga produk denim Amerika, hasil penyusutan dari jeans dan baju terusan. Ironisnya, celana yang dipotong dengan sengaja dan berumbai-rumbai gembel ini — dikenakan oleh semua orang dari Daisy Duke, metalhead tahun 90an, dan aktris-aktris masa kini berkeliaran di festival musik Coachella — ternyata masih dibuat menggunakan kain anti-robek yang sama semenjak diciptakan di Perancis pada abad 18.

Pada dasarnya, celana pendek denim cutoffs dianggap vulgar dan tidak sopan. Kalo jeans itu kayak John Wayne dan musik country, maka celana pendek denim cutoffs itu Patti Smith dan punk. Cutoffs adalah bentuk kebengalan yang mengganggu dan disengaja.

Salah satu pemakai celana pendek denim yang paling ikonis, Daisy Duke, yang diperankan oleh Catherine Batch di serial TV The Dukes Of Hazzard di akhir 70an hingga pertengahan 80an memanfaatkan cutoff hot pants untuk memamerkan tone kakinya yang kencang, membuat supir-supir truk berpaling kepala dan meloloskan diri dari penilangan akibat menyetir secara sembrono. Sebelum produksi, badan sensor menilai celana pendek tersebut terlalu seksi dan memaksa Bach untuk mengenakan stoking berwarna kulit untuk menghindari skandal dengan penonton jam tayang utama.

Biarpun beberapa orang mengasosiasikan celana pendek Daisy Duke dengan seksualitas Amerika bagian Selatan yang konservatif, celana cutoffs juga menjadi bagian dari kemunculan musik punk. Hampir semua foto Patti Smith di tahun 1977 menunjukkan sepasang celana indigo yang sengaja dipotong, dilipat seenaknya dan dipadukan dengan rompi wol pria, termasuk ketika dia tampil di CBGB - salah satu klub musik ikonis di New York di masa itu. Di tahun yang sama, fotografer rock legendaris Bob Gruen mengabadikan gambar Debbie Harry mengendap-endap di Coney Island mengenakan hotpants denim yang dirobek, mengundang tatapan para pengunjung pantai. Merobek celana ikonis dari industri Amerika jelas merupakan wujud pernyataan punk yang menantang. Makin nyolot, makin bagus. Legenda metal dan bassis Motorhead, Lemmy Kilmister merupakan salah satu pemakai setia celana pendek denim cutoffs sampai-sampai bekas teman turnya, Scott Ian — gitaris band metal Anthrax — mengatakan "Itu celana pendek dipake udah kayak kolor."

Denim mulai memasuki dunia high fashion — atau paling tidak bisa dipadukan dengan high fashion — ketika Anna Wintour memunculkan sepasang jeans pertama di cover majalah fashion terkemuka, Vogue Amerika pada November 1988. Mulai dari titik inilah, celana pendek denim cutoff memasuki era baru yang lebih elegan. Memudar sebagai simbol counter culture (budaya kontra), celana cutoffs menjadi bagian dari materialisme modis di akhir 80an dan awal 90an. Di edisi November 1992 majalah Vogue, Herb Ritt mengabadikan supermodel Amerika Cindy Crawford — bersama suaminya Richard Gere — melompat di pantai Malibu mengenakan celana pendek Levi berjumbai-jumbai, menonjolkan tubuhnya yang indah. Di arena catwalk pun, celana cutoffs berulang kali digunakan oleh desainer karena sifatnya yang provokatif dan identik dengan Amerika.

Kejayaan celana denim cutoffs saat ini harus dibayar dengan telah hilangnya unsur kejutan yang dulu menyertainya - baik di panggung peragaan busana dan di kehidupan nyata - namun ini merupakan harga yang kecil bila dibandingkan dengan statusnya yang kini diterima secara sosial dan terangkat sebagai pilihan utama pakaian musim panas.

Artikel ini muncul di majalah VICE edisi Juni.