Bahaya polusi

Menurut Penelitian, Terlalu Sering Kirim Email Berdampak Buruk Pada Lingkungan

"Pendosa" terbesar adalah orang dan perusahaan yang rutin ngirim email spam, karena berpartisipasi meningkatkan jejak karbon di planet kita.
26.11.20
Menurut Penelitian, Terlalu Sering Kirim Email Berdampak Buruk Pada Lingkungan
Sumber foto dari adegan serial 'Broad City' 

Tiap hari mungkin email di inbox kalian menumpuk. Sebagian email penting dari teman atau rekan kerja, tapi selebihnya promo doang atau malah spam pangeran Nigeria yang menjanjikan kalian kaya raya dalam sekejap. Dalam situasi macam itu, apakah kalian jenis yang malas balas semua email?

Sekarang kalian punya satu alasan kuat. Email singkat dengan tulisan “thanks” berperan meningkatkan jejak karbon di Planet Bumi. Makin sedikit manusia modern mengirim email, makin bagus efeknya buat lingkungan. Setidaknya itu menurut perkiraan ilmuwan.

Banyak orang mengira i n t e r n e t adalah teknologi yang tak ada hubungannya dengan Bumi, berbeda dari polusi kendaraan atau pabrik. Pemahaman itu salah besar. Semakin besar aktivitas yang membebani server lintas negara, maka bertambah pula jejak karbon yang terlepas ke atmosfer kita.

Wujudnya adalah peningkatan serapan listrik (jika pembangkit listrik di negara kalian masih didominasi batu bara, efeknya makin cepat terasa), belum lagi panasnya kabel internet lintas negara, dan piranti-piranti elektronik terutama di server yang menjadi panas.

Iklan

Intinya, internet tetap bisa menciptakan polusi meski tidak otomatis berbentuk asap atau pencemaran sungai. Email, salah satu aktivitas paling lazim dilakukan di internet, merupakan pendorong penambahan beban kerja server.

Merujuk laporan dari BBC, apabila tiap penduduk Inggris saja mengurangi satu email saban hari, maka jejak karbon di negara tersebut bisa berkurang 16.433 ton per tahun. Angka itu setara dengan 10 ribu polusi karbon dari 10 ribu penerbangan lintas benua Eropa.

Kesadaran soal efek buruk internet terhadap peningkatan jejak karbon mulai meningkat di banyak negara. Laporan The Financial Times menunjukkan di masa mendatang banyak negara akan mendorong warga untuk mengirim lebih sedikit email tiap hari. Jadi, bisa dibayangkan kelak ga akan ada lagi email yang cuma bertuliskan “oke” atau “ya” yang sepertinya dipengaruhi kebiasaan kita zaman dulu komunikasi lewat SMS.

Pemaparan ini bukan berarti hendak membebankan upaya penyelamatan Bumi dari ancaman perubahan iklim kepada individu ya. Biang kerok yang memicu jejak karbon meningkat di atmosfer tetap saja perusahaan multinasional, bisnis migas, serta negara-negara yang tidak berkomitmen mengurangi angka polusi. Tindakan satu orang mengirim email lebih sedikit tiap hari jelas bagaikan menggarami lautan.

Tapi, tidak bisa dipungkiri, potensi mengurangi obsesi kita menggunakan internet secara kolektif bisa memperlambat efek pelepasan jejak karbon dari rantai operasional internet lintas negara.

“Selain itu, akan lebih baik bila kita belajar fokus mengirim email hanya untuk urusan penting atau ke orang yang kita hargai, sembari mengabaikan email lainnya di kotak masuk,” kata Chris Preist, guru besar kajian sustainability dan sistem komputer di the University of Bristol.