Kencan Online

Makin Susah Buat Pakai Identitas Palsu untuk Ajak Orang Kencan di Tinder

Aplikasi kencan online ini segera memberlakukan verifikasi foto dan informasi darurat untuk memastikan tidak ada praktik catfish, serta mengurangi risiko tindak kriminal.
Hannah Smothers
Brooklyn, US
27.1.20
Makin Susah Buat Pakai Identitas Palsu untuk Ajak Orang Kencan di Tinder
Foto ilustrasi kencan online oleh Obradovic via Getty Images

Dalam upaya memberikan pengalaman nyaman saat berkenalan dengan orang asing, Tinder mengumumkan Kamis akan menambahkan beberapa fitur keamanan, seperti tombol panik yang dapat menghubungkan pengguna dengan layanan darurat; verifikasi foto; dan Pusat Keamanan dengan alat-alat dan saran macam jangan memberikan alamat rumah ke match Tinder.

Meski tidak menciptakan masalah kekerasan dalam pacaran, aplikasi kencan ini memudahkan pertemuan antara pengguna—yang pada akhirnya dimanfaatkan orang untuk berbuat jahat. Tinder dikritik karena tidak cukup memberikan bantuan dalam situasi berbahaya yang mengarah pada pembunuhan dan kekerasan seksual.

Mulai 28 Januari, pengguna Tinder dapat menambahkan informasi kencannya ke Noonlight, aplikasi keamanan pribadi yang dirilis pendiri Tinder Match Group. Aplikasi ini akan melacak lokasi dan bertindak sebagai layanan darurat dalam diam. Jadi kalau kamu berkencan dengan match Tinder, kamu tinggal memasukkan datanya ke Noonlight.

Jika kencannya menunjukkan tanda-tanda bahaya, kamu bisa diam-diam memencet tombol panik agar aplikasi mengirimkan info ke responden darurat. (Tinder berjanji takkan mengakses info tersebut buat strategi marketing.) Ada badge kecil yang muncul di profil pengguna jika mereka menghubungkan Noonlight dengan Tinder. Kepada Wall Street Journal, CEO Tinder Elie Seidman menyebutnya seperti "memiliki tanda dari sistem keamanan."

Verifikasi foto baru akan diluncurkan setelahnya. Pengguna diwajibkan selfie beberapa kali dengan kamera in-app untuk membuktikan wajahnya mirip seperti di foto. Fitur ini bertujuan memerangi praktik catfish.

Fitur-fitur ini juga akan muncul di aplikasi Match Group lainnya, seperti OkCupid dan Plenty of Fish. Sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Mandy Ginsberg selaku CEO Match Group mengatakan "aplikasi kencannya harus dioperasikan bagaikan ibu merawat anaknya."

Follow Hannah Smothers di Twitter .

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.