kesehatan

Kemaluannya Copot Akibat Infeksi, Lelaki Ini Malah Punya Penis Baru di Lengan

Warga Inggris itu sedih bukan main saat kehilangan penis, tapi untung saja "dibuatkan" yang baru oleh dokter meski lokasinya pindah ke lengan.
Jamie Clifton
London, GB
05 Agustus 2020, 3:52am
seseorang menggotong balon penis
Foto: dpa picture alliance / Alamy Stock Photo

Lebih dari enam tahun lalu, lelaki Inggris bernama Malcolm MacDonald menderita infeksi darah pada perineum yang sudah sampai ke tahap sepsis. Ayah dua anak itu “sangat terpukul” ketika penisnya copot pada 2014.

“Perasaanku hancur melihat penis jatuh ke lantai. Saya lalu mengambil dan membuangnya ke tempat sampah,” ungkap lelaki 45 tahun kepada The Sun. “Saat berobat ke dokter, mereka bilang hanya bisa memilin sisa penis saya seperti sosis. Saya patah hati mendengarnya.”

Tak bisa menerima kenyataan, Malcolm ketergantungan alkohol. Bertahun-tahun dia merasa gagal sebagai lelaki, sampai akhirnya dokter merujuk Malcolm ke Profesor David Ralph yang merupakan pakar cangkok penis dari University College Hospital London (UCHL).

Dokter David menciptakan “penis bionik” untuk seorang lelaki yang lahir tanpa kelamin pada 2018. Dia bersedia membuatkan Malcolm penis baru menggunakan kulit lengan kirinya. Dengan bantuan dana £50.000 (Rp955 juta) dari National Health Service Inggris, tim dokter berhasil melipat kulit yang memiliki saraf dan pembuluh darah hingga membentuk penis. Mereka kemudian memasang uretra dan dua tabung pompa yang bisa membuat penis ereksi.

Penis itu rencananya dipindahkan ke bagian tubuh sebenarnya pada 2018, dua tahun setelah ditanam di lengan. Akan tetapi, saat itu Malcolm sedang sakit jadi dia tidak bisa menjalani operasi. Jadwalnya terus diundur sejak itu.

Juru bicara UCHL memberi tahu The Sun, Malcolm beberapa kali membatalkan operasi sebelum lockdown. “Kami akan mengatur ulang jadwal operasinya secepat mungkin, mengingat layanan kesehatan sudah mulai beroperasi seperti sedia kala.”

Selama penisnya ditanam di lengan kiri, aktivitas Malcolm sangat terbatas. Dia tidak bisa lari karena penisnya “goyang-goyang”, serta malu berenang dan mengenakan baju lengan pendek.

“Saya bangga ketika pertama kali melihat penisnya di lengan,” katanya kepada surat kabar tersebut. “Saya memanggilnya ‘Jimmy’, seperti nama panggilan yang biasa saya gunakan dengan teman-teman semasa remaja dulu. Penis ini sekarang juga menjadi temanku.”

“Tidak punya penis adalah ketakutan terbesar laki-laki,” lanjut Malcolm. “Saya pribadi tidak terlalu mementingkan seks karena sudah punya dua anak. Saya cuma kepengin lebih percaya diri saat buang air kecil.”

“Rasanya aneh punya penis di lengan,” tambahnya. “Tapi saya yakin ini bisa berfungsi sebagaimana mestinya.”

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK.