Masalah Sampah

Taman Nasional Thailand Kirim Balik Sampah ke Alamat Rumah Pengunjung Jorok

Pemerintah melacak identitas penyewa tenda yang buang sampah sembarangan di Khao Yai. Menteri Lingkungan Thailand sendiri yang menyuruh sampah dikirim balik. Bisakah ini ditiru di Indonesia?
24 September 2020, 4:04am
Paket berisi sampah
Tangkapan layar: Facebook/Varawut Silpa-archa

Sekelompok wisatawan asal Thailand sebentar lagi akan kedatangan paket spesial dari Menteri Lingkungan Varawut Silpa-archa. Pak Menteri ingin memberikan sedikit kenang-kenangan supaya mereka bisa terus mengingat kunjungannya ke Taman Nasional Khao Yai belum lama ini. Apa isi paketnya? Sampah yang mereka tinggalkan begitu saja di dalam tenda.

Pada 13 September, seorang perempuan berkeluh kesah di grup Facebook pekemah Thailand tentang dua tenda penuh sampah yang dilihatnya saat mengunjungi taman nasional. Dalam foto, petugas taman tampak membersihkan sampah yang berserakan di depan salah satu tenda. Tak disangka-sangka, postingannya viral dan sampai ke Pak Menteri.

Perempuan itu menyayangkan sikap pengunjung yang tidak mematuhi peraturan membuang sampah pada tempatnya, serta mengutarakan sampah yang dibuang sembarangan dapat membahayakan populasi satwa liar yang hidup di taman seluas 1.994 kilometer persegi.

Terletak di timur laut Bangkok, Khao Yai menjadi destinasi wisata favorit hiker. Selain disuguhkan pemandangan air mancur indah, pengunjung taman nasional tertua di Thailand juga bisa bertemu margasatwa yang amat beragam.

Usai membaca postingannya, pihak taman dan pejabat pemerintah mulai menyelidiki keberadaan wisatawan jorok tersebut. Mereka berhasil menemukan alamatnya dari penyewa tenda. Di Thailand, pengunjung taman nasional yang membuang sampah sembarangan bisa dijatuhkan hukuman penjara hingga lima tahun atau didenda 16.000 Dolar (Rp238 juta) jika tertangkap basah. Namun, Pak Menteri merasa sanksi itu belum cukup membuat jera.

Di profil Facebook resminya, Varawut mengunggah foto paket yang ditujukan ke alamat rumah pengunjung. Kotak itu diisi botol plastik bekas dan kantong camilan yang sudah sobek. Dia tak lupa meninggalkan secarik surat untuk penerima.

“Kami ingin mengembalikan barang bawaan Anda yang tertinggal di Taman Nasional Khao Yai,” bunyi pesannya dalam bahasa Thailand.

Pak Menteri lebih lanjut menjelaskan dalam postingan, dia akan melaporkan mereka ke polisi atas tuduhan membuang sampah sembarangan dan mabuk-mabukkan. Taman nasional melarang keduanya, sehingga mereka tak lagi diizinkan mengunjungi Khao Yai di kemudian hari.

Varawut bilang hukuman ini berlaku untuk siapa saja. “Saya akan memungut satu per satu sampahmu, lalu mengirimkannya ke rumah sebagai oleh-oleh,” ujarnya di Facebook. “Jangan meninggalkan apapun selain jejak. Jangan mengambil apapun selain foto dan kenangan indah.”

Entah bagaimana hukuman ini akan diberlakukan, mengingat Khao Yai dikunjungi 1,5 juta wisatawan setiap tahunnya. Namun, pihak taman bisa saja mendaftar nama dan alamat pengunjung yang menyewa tenda. Dengan begitu, mereka bisa mengirim cendera mata ke setiap pengunjung yang tidak taat aturan.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.