media sosial

Instagram Berjanji Perangi Bias Rasisme di Platformnya

Selain itu, Instagram juga akan menindak serius pengguna yang memberikan ancaman pemerkosaan.
14.9.20
ilustrasi Instagram dan emoji kecewa

Kita telah menghabiskan sebagian besar waktu mengkurasi hidup di media sosial, khususnya Instagram. Dan sekarang, kita semakin sering menggunakan medsos agar tetap mengikuti kabar terbaru dan terhubung dengan orang terdekat selama di rumah saja. Walaupun begitu, kita tak bisa memungkiri jejaring sosial sebenarnya adalah tempat suram yang telah dinodai perundungan, rasisme, dan konten berbahaya lainnya.

Iklan

Instagram setidaknya telah berupaya menjadikan platformnya lebih aman bagi para penggunanya. Awal tahun ini, mereka berjanji akan melarang segala jenis konten yang mempromosikan terapi konversi, serta menyembunyikan foto hasil photoshop dan komentar negatif. Instagram juga bekerja keras memberantas berita palsu seputar pandemi dan pilpres AS yang menyebar di platform. Dalam langkah terbarunya, perusahaan membentuk “Equity Team” yang bertujuan mengakhiri bias internal pada algoritme aplikasi.

“Semakin banyak orang menggunakan platform ini untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah rasial, sipil dan sosial,” bunyi pernyataan Instagram. “Itulah sebabnya kami membentuk Equity Team bersama dengan ‘tim Responsible AI’ untuk memastikan algoritmenya adil dan mewakili komunitas dan kreator minoritas. Salah satu perubahan yang dilakukan yaitu pada proses verifikasi akun Instagram.

Agar lebih adil, verifikasinya dipertimbangkan berdasarkan reputasinya (Instagram akan mempelajari artikel tentang pengguna yang mengajukan akunnya untuk diverifikasi, dan platform memasukkan media yang berfokus pada orang Kulit Hitam, LGBTQ+ dan Latinx sebagai bahan pertimbangan). Instagram tak lagi mengandalkan jumlah pengikut pengguna.

Tak hanya itu saja, Instagram meninjau lebih lanjut kebijakan mereka tentang pelecehan, rasisme dan tindakan fanatik yang terjadi secara online. “Kebijakan baru kami secara lebih spesifik mengatur jenis perkataan yang bernada kebencian, seperti konten blackface atau stereotip tentang orang Yahudi,” imbuh pernyataan tertulis Instagram.

“Kami juga memperkuat sanksi terhadap pengguna yang membuat ancaman pemerkosaan serius. Akun mereka akan dihapus begitu kami mendapati laporannya, jadi tak sekadar menghapus kontennya saja.”

Artikel ini pertama kali tayang di i-D