Orang Superkaya

Jeff Bezos Digadang-Gadang Menjadi Triliuner Pertama di Dunia

Sebuah studi memprediksi jumlah kekayaan Bezos dapat mencapai 1 triliun Dolar pada awal 2026. Tapi, banyak pihak tidak gembira mendengar kabar itu.
15 Mei 2020, 6:04am
jeff bezos orang terkaya triliuner pertama sepanjang sejarah
Jeff Bezos, orang terkaya di dunia. Foto oleh Getty Images. 

CEO Amazon Jeff Bezos sedang dalam perjalanan menjadi triliuner pertama di dunia, dengan total kekayaan bersih satu triliun dolar. Dan rupanya, banyak yang tidak senang dengan prospek tersebut.

Pengusaha 56 tahun itu mengantongi kekayaan bersih sebesar $142,8 miliar (Rp2,1 kuadriliun), mengalahkan Bill Gates yang hanya memiliki kekayaan bersih $107,1 miliar (Rp1,5 kuadriliun). Namun, menurut studi yang dilakukan Comparisun, kekayaannya akan terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang.

Memiliki 11 persen saham di Amazon, Comparisun menganalisis kekayaan Bezos dapat mencapai 1 triliun Dolar pada awal 2026. Pengembang real estate Xu Jiayin di Tiongkok dan pendiri Alibaba Jack Ma diperkirakan menyusul Bezos pada 2027 dan 2030.

Studinya diterbitkan sejak Maret, tapi baru sekarang menguak ke permukaan, mengingat raksasa e-commerce ini terus meraup keuntungan di tengah lockdown. Amazon memecahkan rekor dengan memperoleh pendapatan $75 miliar (Rp1,1 kuadriliun) pada kuartal pertama tahun ini.

Gagasan ini sontak menuai kritikan, terutama ketika puluhan juta orang di-PHK dalam beberapa bulan terakhir.

“Ada yang salah dengan dirimu kalau tidak mau eat the rich,” bunyi twit mantan kandidat kongres Illinois Anthony Clark.

Yang lain menggemakan sentimen serupa:

Sementara itu, warganet menjadikannya meme:

Dalam pernyataan awal bulan ini, Bezos menyebut pandemi global sebagai “masa tersulit yang pernah kami lalui.” Dia mengatakan perusahaannya akan menggelontorkan setidaknya $4 miliar (Rp59,4 triliun) dari keuntungan kuartal pertama untuk menangani COVID-19 dalam beberapa bulan ke depan. Pada Kamis, Amazon mengumumkan akan memproduksi dan menjual pelindung wajah dengan harga murah dalam beberapa minggu mendatang.

Perusahaan ini juga berulang kali didemo para pekerjanya selama beberapa bulan terakhir. Amazon dinilai tidak transparan, serta gagal menjamin keselamatan dan memberikan tunjangan tugas berbahaya ( hazard pay) kepada staf. Maret lalu, Amazon memecat Chris Smalls, penyelenggara demonstrasi di Staten Island, karena alasan melanggar perintah swakarantina. Namun, bocoran memo mengekspos para pejabat perusahaan mendiskusikan upaya anti-serikat mereka untuk menyerang Smalls.

Awal pekan ini, perusahaan mengonfirmasi akan berhenti memberikan tunjangan tugas berbahaya dan membayar uang lembur dua kali lipat kepada para pekerja gudang akhir Mei nanti. Perwakilan Demokrat di New Jersey, Bonnie Watson Coleman, menyindir Amazon “serakah” dalam twitnya.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US