kesehatan

Maaf-Maaf Aja Nih, Kebiasaan Minum Suplemen Vitamin Tak Bikin Kamu Lebih Sehat

Sudah saatnya mengalihkan anggaran beli suplemen yang mahal tadi untuk beli buah-buahan dan sayur-mayur segar saja.
4.6.18
Image via Shutterstock

Yup, judul artikel ini enggak bohong, apalagi berusaha bikin clickbait doang. Suplemen vitamin terbukti tak sedikitpun membantu mengurangi risiko penyakit cardiovaskular macam stroke atau serangan jantung. Suplemen vitamin juga tidak membantu kita hidup lebih lama.

Kesimpulan ini dimuat di Journal of the American College of Cardiology, dikemukan oleh sebuah tim St. Michael's Hospital dan University of Toronto. Peneliti memperoleh hasil tersebut menggali review dan survei yang dilakukan sepanjang kurun 2012 dan 2017 untuk menentukan dampak suplemen terhadap tubuh responden yang rutin mengonsumsi vitamins A, B1, B2, B3 (niacin), B6, B9 (asam folic), C, D, dan E serta karoten, kaslium, zat besi, zinc, selenium, hingga magnesium.

Para peneliti ini lantas menemukan kesimpulan, pada mayoritas kasus, suplemen-suplemen ini tak membahayakan orang-orang yang mengonsumsinya. Namun, di sisi lain, vitamin-vitamin tadi juga tak punya sumbangsih sedikitpun pada peningkatan kesehatan mereka.

“Kami sangat kaget menemukan kebanyakan suplemen yang umumnya dikomsumsi orang ternyata cuma punya sedikit efek positif,” kata David Jenkins, peneliti utama riset tersebut, saat diwawacarai Business Insider.

Iklan

Meksi begitu, terdapat beberapa khasiat yang mengejutkan dari beberapa suplemen di atas. Konsumsi asam folic dan vitamin B ternyata bisa menurunkan sedikit risiko penyakit cardiovascular (tolong ya, garis bawahi kata sedikit di kalimat baruan). Sebaliknya, konsumsi Niacin (salah satu bentuk vitamin B3) ternyata sedikit meningkatkan risiko kematian (garis bawahi kata sedikit lagi ya). Sementara itu, konsumsi anti oksidan dalam dosis tinggi juga terbukti membahayakan.

Menanggapi temuannya, Dr. David Jenkins merekomendasikan kita untuk memenuhi dosis harian vitamin kita dari buah-buahan dan sayuran segar. “Sejauh ini, tak ada satupun penelitian tentang suplemen yang menunjukkan bahwa ada yang lebih baik dari mengonsumi makanan yang tak terlalu terposes seperti buah-buahan, sayur mayur dan kacang-kacangan,” katanya.


Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia