The VICE Guide to Right Now

Cina Marah Besar Setelah Jempol Patung Terakota Bersejarahnya Dicolong

Pencurian terjadi saat sebagian patung tersebut dipamerkan di Kota Philadelphia, AS. Tiongkok menuntut pemerintah AS menangkap pelaku. Waduh jempol ganti jempol?
Drew Schwartz
Brooklyn, US
Photo by Paola Visone/Pacific Press/LightRocket via Getty Images

Pada satu malam bulan Desember lalu, Michael Rohana diduga kabur selepas jam kerja yang membosankan, lalu diam-diam memasuki pameran seni di museum pinggiran Kota Philadelphia. Area itu seharusnya tak boleh dimasuki siapa pun. Bermodal fasilitas flashlight di ponsel, dia santai berjalan melewati sebuah lorong gelap menuju sebuah ruang penyimpanan sekumpulan patung prajurit berusia 2.200 tahun yang dipinjamkan Pemerintah Republik Rakyat Cina.

Iklan

Berdasar keterangan FBI, Rohanna merangkulkan tangannya pada salah satu patung, berswafoto dan mematahkan salah satu ibu jari patung dan membawanya pulang, seperti yang dilansir oleh New York Times.

Baru beberapa minggu kemudian, pengelola museum baru sadar bahwa jempol salah satu patung pinjamannya rain. Mereka pun mau tak mau harus mengirim kabar buruk pada Pusat Pertukaran Relik Budaya Provinsi Shaanxi—yang mengirim prajurit terakota itu ke Philadelphia—bahwa salah satu patung mereka telah dirusak. Tak ayal, mendengar kabar ini, otoritas Cina langsung berang.

“Kami meminta rekan kami di Amerika Serikat untuk menghukum seberat-beratnya perusak patung dan pencuri salah satu warisan budaya manusia itu,” ujar salah satu pejabat Pusat Pertukaran Relik, seperti yang dikutip oleh surat kabar milik pemerintah Beijing Youth Daily.

Lewat pernyataan tertulisnya, divisi kejahatan seni FBU mengklaim telah memperoleh rekaman kamera pengawas ketika Rohanna—kala itu sedang mengenakan topi Philedelphie Phillies dan sweater hijau yang mencurigakan—mencuri jempol prajurit terakota. FBI kemudian melacak Rohanna sampai ke rumahnya di Delaware.

FBI segera menggeledah rumah Rohanna dan menemukan bagian patung yang mereka cari di atas sebuah meja. Atas kejahatannya—atau keusilannya?—Rohanna dijerat pasal pencurian, penyembunyian karya seni dan pemindahan barang curian. Menurut laporan yang diturunkan oleh New York Times, tersangka pencuri jempol prajurit terakota itu kini sudah dibebas setelah membayar uang jaminan.

Iklan

Pelaku amputasi jempol patung bersejarah asal Cina itu mungkin sudah terungkap. Namun, masih ada satu misteri yang belum terjawan loh: apa yang dimaksud oleh pemerintah Cina saat bilang “menghukum pencurinya dengan hukuman yang seberat-beratnya.” Jangan-jangan mereka pengin pakai sistem jempol dibalas jempol mungkin? (ngeri bray!) Atau malah pelakunya bakal disemen dan disuruh menjaga makam Kaisar Qinshihuang seumur hidupnya?

Entah, kami juga enggak tahu dan cuma bisa menduga-duga. Hanya saja, Rohanna sudah jelas bakal diganjar hukuman penjara atau diharuskan membayar denda, jika berkaca pada hukuman yang diterima oleh para perusak Situs-Situs Warisan Budaya UNESCO.

Sementara kita menunggu akhir dari kasus ini, Pusat Pertukaran Relik Provinsi Shaanxi telah menawarkan untuk mengirimkan dua tenaga ahlinya guna menyambung jempol prajurit terakota itu di Franklin Institute. Mari berdoa agar dua tenaga ahli ini bisa memperbaiki salah satu dari sekian benda bersejarah yang dirusak orang-orang tak berotak tahun lalu.

Follow Drew Schwartz di Twitter.