Napas Habis Makan Durian Bisa Membuatmu Gagal Lolos Tes Mabuk Saat Mengemudi

Penggemar durian di Tiongkok terpaksa mengalami nasib nahas itu. Alat breathalyzer polisi menganggap tubuhnya dipengaruhi alkohol, padahal cuma habis makan durian.
6.5.19
Napas Habis Makan Durian Bisa Membuatmu Gagal Lolos Tes Mabuk Saat Mengemudi
Foto ilustrasi durian oleh Mohd Rasfan/AFP/Getty Images 

Di seantero Asia Tenggara, lapak penjual durian mudah ditemui di mana-mana. Begitu juga pengumuman dalam hotel dan kendaraan transportasi umum yang melarangnya. Tak seperti warga dari kawasan lain, durian amat digemari penduduk Indonesia, Malaysia, Singapura, hingga Vietnam. Sayang bagi manusia lain, aroma durian sangat menyengat hidung, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman—atau malah kepanikan massal.

Buah berbau tajam ini sempat memicu evakuasi darurat dari perpustakaan sebuah universitas, sampaimembuat penerbangan tertunda, gara-gara aroma berisi dua ton durian di bagasi pesawat akibat keluhan para penumpang.

Kini, kerugian lain dari kegemaran mengonsumsi durian kembali muncul. Jika sedang di negara-negara Barat, atau yang tidak akrab sama durian, mending jangan mengemudi setelah memakan buah khayangan itu. Kamu berpotensi tidak lulus tes Breathalyzer (alat pengukur konsentrasi alkohol dalam aliran darah) yang biasa dijalankan polisi lalu lintas.

Pada April 2019, laki-laki asal provinsi Jiangsu di Tiongkok dihentikan polisi karena dikira sedang mengemudi dalam keadaan mabuk. Dia meniupkan napas ke dalam Breathalyzer. Hasilnya, skor 'kadar alkohol' dalam tubuhnya ditaksir lebih dari 0,02 persen (batas legal mengemudi di Tiongkok). Untungnya, dia buru-buru mengaku baru makan durian. Polisi mempercayainya, lalu melakukan tes darah, membuktikan dia tidak mabuk.

Tapi ini bukan kejadian pertama. Kemungkinan besar aroma napas setelah makan durian bisa mempengaruhi hasil tes Breathalyzer. Menurut BBC, setelah kejadian tersebut, anggota polisi mencicipi durian dan mengambil tes breathalyzer sendiri, sehingga mencapai dua kali batas legal. Namum, ketika mereka meniup alat yang sama tiga menit kemudian, datanya kembali menjadi nol. Alias bebas dari alkohol.

Bukan cuma durian sih yang bisa memicu efek tersebut. Penyiar televisi Taiwan Public Television Service (PTS) memperingatkan penonton risiko mengkonsumsi leci, nanas, dan buah-buah lain sebelum mengemudi. Menurut si penyiar, buah-buah itu kandungan gulanya sangat tinggi, sehingga dapat menimbulkan kesalahan pembacaan Breathalyzer walau cuma beberapa menit.

"Menurut polisi, ada perbedaan antara perilaku setelah mengkonsumsi alkohol atau buah saat menjalankan tes," begitu merujuk keterangan PTS. "Reaksi mirip konsumsi alkohol ditimbulkan metabolisme sementara dari buah. Minum air putih akan menghapus reaksi ini. Sementara alkohol butuh waktu lama untuk dimetabolisme, dan tidak bisa dihilangkan hanya dengan minum air."

Selain itu, hasil tes napas bisa keliru, tergantung sumber temuan alkoholnya: paru-paru atau mulut? Alkohol yang berasal dari mulut bisa saja merupakan efek samping kita makan durian, leci, atau bahkan obat kumur. Kadar alkohol mulut turun sebesar 75 persen dalam dua menit pertama setelah makan, dan sebesar 50 persen setiap dua menit kemudian.

Maka, sebaiknya bersikap bijak sajalah. Makan durian setelah sampai di tujuan dan tidak lagi mengemudi tetap enak kan?!

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES