media sosial

Instagram Berencana Menghapus Fitur 'likes'

Wah, bagus nih untuk mengatasi potensi gangguan mental pengguna karena tertekan ngejar 'love' sebanyak-banyaknya.
Instagram Berencana Menghapus Fitur 'likes'
Foto ilustrasi dari i-D Magazine

Mengunggah foto selfie di Instagram, lalu secara obsesif memantau jumlah like dan komentar, sudah menjadi aktivitas harian yang lumrah bagi banyak orang. Namun, perilaku ini pasti mengancam kewarasan. Kita terpacu mengandalkan media sosial sebagai cara memvalidasi harga diri. Sebetulnya, banyak orang sudah sadar obsesi ingin di-like banyak orang seperti selebgram tidak sehat. Pencarian solusi apa yang harus dilakukan untuk mengatasi obsesi tidak sehat ini mulai marak di Internet. Berbagai penelitian juga mengakui Instagram itu buruk untuk kesehatan mental. Ada juga penelitian menyebut efek media sosial serta kecanduan internet pada anak muda sebagai semacam “wabah”. Tapi sejauh ini belum tersedia solusi efektif supaya orang tak lagi terobsesi mengejar like di IG.

Iklan

Dalam rangka Bulan Kesadaran Kesehatan Mental yang jatuh pada Mei 2019, manajemen Instagram mengumumkan eksperimen dalam versi baru aplikasinya. Medsos berbasis foto ini sedang menguji versi aplikasinya khusus di wilayah Kanada, yang tidak menampakkan berapa kali fotomu disukai, dan memantau efek perubahan ini pada perilaku para pengguna.

Like tidak akan terlihat pada lini masa maupun profil pribadi. Kamu masih bisa menyukai foto, tapi hanya bisa melihat metrik data akun sendiri dengan melihat postingan di profilmu.

Perubahan ini diharap bisa "menciptakan lingkungan tanpa tekanan, di mana orang merasa lebih nyaman mengungkapkan diri, tidak terlalu berfokus pada jumlah like, dan lebih berfokus pada kontennya," ujar Adam Moseri , Kepala Pengembangan Produk Instagram. Medsos ini mengaku beberapa fiturnya menimbulkan stres dan kecemasan.

"Respons pengguna terhadap fitur story juga menginspirasi uji coba ini," kata Mosseri. Instagram kini juga mempertimbangkan menghilangkan metrik instastory, sehingga kita tidak perlu tahu siapa saja yang melihat story-mu. Eksperimen ini masih berada pada tahap awal. Jadi kita tunggu saja, apakah IG akan memberlakukan permanen kebijakan tersebut di semua wilayah.

Artikel ini pertama kali tayang di i-D