The VICE Guide to Right Now

Ilmuwan Israel Ciptakan Jantung Manusia Tiga Dimensi untuk Pertama Kalinya

Ini benar-benar terobosan ilmiah luar biasa.
SJ
Mumbai, IN
Ilmuwan Israel Ciptakan Jantung Manusia Tiga Dimensi untuk Pertama Kalinya
Tampilan jantung tiga dimensi hasil karya Tel Aviv University di Israel. Foto oleh Amir Cohen/Reuters 

Kabar gembira bagi kita semua. Sekelompok peneliti dari Universitas Tel Aviv (TAU) berhasil menjadi yang pertama dalam menciptakan jantung tiga dimensi. Mereka membeberkan bahwa jantung yang divaskularisasi ini terbuat dari sel-sel pasien dan bahan biologis lainnya. Temuannya diterbitkan dalam Advanced Science pada 15 April lalu.

"Ini pertama kalinya ada yang berhasil merekayasa dan mencetak jantung dengan sel, pembuluh darah, ventrikel dan bilik jantung," kata Profesor Tal Dvir dari Fakultas Biologi dan Bioteknologi Sel Molekuler TAU yang memimpin penelitian tersebut.

Iklan

Pertama-tama, mereka harus memisahkan jaringan lemak dari pasien dan memisahkan bahan seluler dari nonseluler. Sel-sel ini diprogram ulang agar menjadi sel induk berpotensi majemuk—yang bisa dibilang mesin fotokopi dalam versi tubuh manusia. Sel ini mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel yang diperlukan untuk menumbuhkan jantung.

Sementara itu, bahan nonseluler yang terbuat dari komponen struktural seperti glikoprotein dan kolagen dimodifikasi untuk membuat “bioink.” Mereka lalu mencampur kedua bahan ini untuk membuat jaringan yang kompleks termasuk patch jantung, dan pada akhirnya akan mampu menciptakan jantung utuh.

Proses pengembangan bahan buatan untuk mereplikasi jaringan manusia sudah berlangsung sejak 2017. Penciptaannya dilakukan dalam bidang pengobatan regeneratif yang menggunakan input teknologi untuk mencari tahu masalah biologis (bahkan berhasil mengembangkan bagian tubuh manusia yang berfungsi seperti vagina menggunakan teknologi bioprinting 3D). Namun, sejauh ini yang tercipta hanyalah jaringan sederhana tanpa sel darah.

Meskipun demikian, menciptakan jantung yang menyerupai bentuk aslinya membutuhkan waktu lama. Ukuran jantung tiga dimensi ini relatif kecil (kira-kira seukuran jantung kelinci), sehingga belum bisa digunakan untuk hal-hal seperti transplantasi jantung.

Transplantasi jantung berperan penting dalam membantu pasien dengan penyakit jantung, salah satu penyebab kematian utama di dunia, tetapi sistem berbasis donornya membuat pasien harus menunggu sampai ada yang mau mendonorkan jantung mereka. Dengan jantung tiga dimensi, masalah ini bisa saja terselesaikan. Profesor Dvir memprediksi jantung ciptaannya adalah perkembangan menjanjikan yang membuka kemungkinan untuk menciptakan jantung dan organ tubuh lain mirip aslinya dalam 10 tahun ke depan.

Seperti kebanyakan hal yang baru lahir, miniatur jantung ini masih perlu diajarkan cara “berperilaku”—sebuah proses kultur yang akan dilakukan peneliti agar organ tubuh itu bisa melakukan hal selain berkontraksi. Setelah itu, mereka akan mengujinya pada model hewan untuk menyempurnakan prosesnya.

Follow Shamani Joshi di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India