isu lingkungan

Atasi Lubernya Limbah, Cina Bikin Ternak Miliaran Kecoa Untuk Melahap Sampah Makanan

Serangga-serangga tersebut disimpan di kandang di mana mereka diberi makan sampah melalui pipa, ton demi ton. Para ahli memprediksikan “malapetaka” jika kecoa tersebut lolos dari kandang.
13.12.18
Kecoa berjalan-jalan di papan

Tiongkok mempunyai masalah limbah. Populasi negara tersebut yang semakin menggelembung kini memproduksi jumlah limbah makanan yang tidak dapat ditangani TPA nasional. NewsCorp baru saja melaporkan bahwa Beijing memproduksi 25.000 ton sampah per hari, sementara South China Morning Post melaporkan warga-warga Beijing memproduksi 9 juta ton sampah pada 2017—angka yang diprediksi akan terus naik. Di tengah-tengah krisis limbah ini, beberapa warga berjiwa pengusaha setempat telah menemukan cara inovatif untuk pembuangan limbah. Caranya? Memberi makan sampah yang berlebihan kepada kecoa.

Iklan

Miliaran kecoa sedang diternakkan di 'semacam' peternakan di Tiongkok, di mana serangga-serangga tersebut diberi makan limbah makanan dan dapur ton demi ton dengan harapan para kecoa akan memakan sampah-sampah itu, demikian dilaporkan Reuters. Di salah satu peternakan tersebut, yang dioperasikan oleh Shandong Qiaobin Agricultural Technology Co, terletak di Jinan, ibukota provinsi Shandong timur—miliaran kecoa melahap sekitar 50 ton limbah setiap hari. Limbah tersebut diantar menjelang subuh dan dialihkan ke sel-sel kecoa melalui pipa. Shandong Qiabin berharap bisa membangun tiga peternakan serupa tahun depan, dan memprediksi akan mampu mengelola limbah dapur sepertiga populasi kota Jinan yang berpopulasi 7 juta orang.

Operasinya tidak berhenti di situ; semua kecoa yang mati dijadikan makanan dan sumber protein untuk babi dan hewan-hewan ternak lainnya. Menggunakan limbah sebagai makanan ternak dilarang di Tiongkok akibat wabah demam babi Afrika, maka solusi ini sangat bermanfaat—“seperti mengubah sampah menjadi sumber daya,” menurut ketua Shandong Qiaobin Li Hongyi.

Fasilitas pembiakan kecoa lain di Tiongkok sedang mengolah kecoa untuk alasan ini: untuk digunakan sebagai makanan ternak. Tetapi hama yang amat dibenci ini juga bermanfaat dalam pembuatan beberapa jenis obat dan produk-produk kesehatan, lapor South China Morning Post. Sebuah fasilitas di Xichang di provinsi barat daya Sichuan telah mencapai begitu banyak “pencapaian ilmiah dan teknologis” dengan program pembiakan kecoa, sehingga pemerintah daerah memberi fasilitas tersebut sebuah penghargaan keilmuan nasional.


Tonton dokumenter VICE membahas pulau yang tercemar plastik begitu parah

Peternakan ini berhasil memproduksi ramuan “menakjubkan” yang terbuat dari kecoa yang dihancurkan dalam mesin setelah mencapai berat dan ukuran yang diinginkan. Lebih dari 40 juta pasien yang menderita penyakit gastrik dan pernafasan dilaporkan sembuh setelah mengkonsumsi ramuan kecoa ajaib tersebut, dan kini fasilitas tersebut menjualnya kepada lebih dari 4.000 rumah sakit di seluruh Tiongkok. Beberapa jurnal medis Tiongkok memperkirakan ekstrak kecoa dapat membantu pertumbuhan kembali sel-sel rusak dan mengobati luka bakar dan inflamasi lambung.

“Obat kami telah bertahun-tahun digunakan di rumah sakit dan kini ada banyak penggemarnya,” ucap Han Yijun, juru bicara Grup Gooddoctor Pharmaceutical di Beijing, yang memproduksi obat-obat yang dibuat dari kecoa. “Mereka semua tahu obat kami terbuat dari kecoa. Kecoa memang menjijikkan, tapi jarang ada obat yang seefektif ini.”

Ternyata kecoa bukan hanya hama yang menjijikkan. Mereka juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber makanan, bahan obat, dan “cara bioteknologis mengubah dan mengolah limbah dapur” menurut Liu Yusheng, presiden Asosiasi Industri Serangga Shandong. Tapi para ahli mengingatkan kita untuk mewaspadai implikasi jika miliaran kecoa ini berhasil lolos dari penjara pembiakan mereka.

Menurut profesor Zhu Chaodong, ilmuwan utama penelitian evolusi serangga di Akademi Keilmuan Tiongkok, jika miliaran kecoa-kecoa itu kabur dan menyebar ke kampung-kampung sebelah, maka akan jadi “malapetaka.”

“Harus ada beberapa metode pertahanan yang disiapkan untuk menghindari bencana kaburnya miliaran kecoa itu,” ujarnya, dan menegaskan bahwa serangga tersebut dapat berkembangbiak dengan cepat dalam lingkungan yang cocok dan bisa menempati perumahan-perumahan sekitar. South China Morning Post juga melapor kemungkinan bahwa penyaringan reproduksi dan genetik akan menunjang evolusi kecoa dan menghasilkan sejenis “super-kecoa” yang lebih besar dan kuat.

Tapi menurut Zhu, kemungkinan ini terjadi sangat kecil.

Ikuti Gavin di Twitter atau Instagram