Tanpa Sambungan Internet, Situs Pasar Gelap di Kuba Tetap Lancar Jaya
Semua foto oleh David Osit.
Offline-Black-Market

Tanpa Sambungan Internet, Situs Pasar Gelap di Kuba Tetap Lancar Jaya

Inilah kisah warga Kuba mengakses internet tanpa jaringan internet. Bagaimana bisa?
4.9.17

Dalam forum online mirip Kaskus, tapi ilegal, di Kuba, kita bisa menemukan barang jualan yang wajar belaka untuk kebutuhan sehari-hari: sepeda bekas, lowongan kerja, apartemen yang disewakan, kursus gitar, sampai kamera digital kuno. Selain itu, ada pula hal-hal yang sama sekali enggak lumrah. Di forum ini ada juga orang yang menjual akses internet. Kaskus versi Kuba itu bernama Revolico. Situsweb ini adalah pasar gelap paling terkenal di Kuba, negara kecil tertutup, yang tercatat hanya lima persen populasinya memiliki akses penuh internet menurut Lembaga Swadaya Freedom House. Kalau begitu, bagaimana cara warga Kuba mengakses dan menggunakan Revolico? Ya secara offline.

Semua foto oleh David Osit/Motherboard.

Situsweb ini didirikan ekspatriat Kuba yang kini mukim di Spanyol, sementara server-nya berlokasi di Amerika Serikat. Revolico sebetulnya telah diblokir pemerintah Kuba setelah beberapa bulan diluncurkan 2007 lalu. Namun, warga Kuba sukses mengakali sensor pemerintah. Salah satunya karena penggagas situsweb ini membuat serangkaian server proxy, solusi DNS, alamat web privat, serta membangun situsweb mirror, sehingga Revolico tetap bisa diakses oleh penduduk Kuba. Ada bagian-bagian Revolico yang didedikasikan untuk menuntun pengguna mengakses situsweb itu mengakses situs mereka tanpa harus tersambung ke Internet.

"Situsweb ini segera diblokir sejak awal, tapi kami mengupayakan selama bertahun-tahun untuk memberikan warga Kuba askes pada situsweb itu," ujar Carlos Javier Pena, salah satu penggagas situs tersebut. "Sekarang situs kami sudah menjadi tujuan warga Kuba. Ketika seseorang membeli sesuatu mereka langsung kepikiran Revolico sebagai 'pasar', sebagai tempat mereka bisa menemukan apapun. Ini adalah tempat mereka bisa membeli hal-hal yang tidak diizinkan pemerintah." Meski sudah diupayakan agar bisa streaming online, orang-orang umumnya mengakses Revolico secara offline. Ini menjadi gabungan antara iklan baris zaman baheula dan Kaskus yang Kuba banget.

Iklan

Sejak pertama kali aktif, Revolico telah menjadi bagian vital model distribusi paquete, yakni jual beli file besar selundupan dari Amerika Serikat (sepertinya Miami) ke Kuba lewat harddisk eksternal dan USB drive yang beredar seminggu sekali. Isi flashdisk itu adalah serial televisi, film, hingga MP3 lagu-lagu terbaru.

Paquete, terjemahan harfiahnya "paket," tiba saban Selasa. Dalam waktu sehari, flashdisk-flashdisk tadi sudah bisa sampai ke setiap penjuru pulau, lengkap dengan episode-episode serial teve bajakan terbaru dari seluruh dunia, berita-berita asing, musik, e-book, majalah, game, program komputer, aplikasi Android, dan iPhone. Selain film-film ( Minions, Pixels, sampai End of the World) dan serial teve terbaru, paquete ini selalu berisi kopi lengkap Wikipedia dan Revolico dalam bahasa Spanyol, yang menghabiskan memori hampir satu gigabita. Pasar lain, disebut " Popular," juga didistribusikan melalui paquete dan mengizinkan pengguna untuk memajang iklan lewat SMS. Paquete tersedia dalam setiap bisnis terkait komputer, dan tentunya tersedia di banyak toko-toko servis ponsel yang umumnya menjamur di kota-kota kecil. Saya juga bisa membeli paquete di lima kota Kuba yang berbeda, tanpa masalah sama sekali. Saya hanya perlu membayar kurang dari satu dolar AS, dan ini sudah bukan lagi rahasia besar. Beberapa toko bahkan mengiklankannya secara terbuka.

Petunjuk memajang iklan di situs "Popular"

Setelah diunduh dari paquete, Revolico bisa digunakan secara normal di browser web, dan calon pembeli dapat mengontak penjual lewat telepon. Sama seperti cara orang-orang pada umumnya berbelanja.

Di Havana, saya bertemu seorang seniman yang mengunduh paquete hanya untuk Revolico saja. Namun pasar itu, dia bilang, situs ini dikenal oleh semua orang di Kuba dan telah menjadi sarana berbelanja andalan mereka.

Saya sempat tertegun melihat iklan-iklannya: "Mencari koneksi internet bagus? Hubungi no berikut… " Ada pula iklan lain menawarkan koneksi internet via sambungan telepon, begini bunyinya: "Dengan $140 CUC, pasang sambungan internet lengkap yang bisa mengakses segala hal." (Ternyata, $140 CUC hampir setara dengan Rp1,9 juta) Iklan-iklan lain biasanya memasarkan layanan khusus pemasangan iklan bagi orang-orang yang tak dapat mengakses Revolico. Dengan kata lain, orang-orang dengan koneksi internet di Kuba, dengan sedikit biaya, dapat membantumu menjual mobil bekas, atau kulkas peninggalan nenek, atau barang apapun yang sangat ingin kamu singkirkan. Makanya sangat menakjubkan setiap kali kita ingat satu fakta penting: situsweb ini dipenuhi orang-orang yang tidak bisa mengakses internet. Terlepas dari segala perkara hukum yang kontroversial dari praktik bisnis ini, jelas belaka Revolico dan pasar gelap Kuba tidak mungkin lenyap dalam waktu dekat. Pada permulaan tahun ini, pemerintah komunis menawarkan situs pesaing diberi nama "Ofertas," (artinya "menawarkan" dalam Bahasa Indonesia) yang menayangkan situsweb sekaligus kopi file iklan baris. Sejauh ini, Ofertas kalah pamor dari Revolico, mungkin karena daftar yang ditawarkan Revolico jauh lebih bagus, karena banyak barang yang dijual separuh legal. Di Ofertas kamu memang bisa beli kamera antik atau komputer, tapi jelas kamu tidak bisa membeli router ilegal atau koneksi internet seperti di Revolico. "Kuba sedang berubah, jadi normal-normal saja bahwa kami punya situsweb macam ini," ujar Pena.

"Kami enggak punya niat politis apapun dan kami tidak mau dianggap 'bahaya' bagi pemerintah, tapi begitulah cara mereka memandang [pengelola Revolico]." "Kami enggak paham mengapa Revolico masih diblokir," imbuhnya. "Cita-cita saya adalah supaya Revolico bisa diakses semua orang. Supaya Revolico bisa ada di internet."