pengintaian oleh negara

Cina Pakai Teknologi Pengenal Wajah Buat Hukum Orang Suka Nyebrang Sembarangan

Ini pemutakhiran terbaru dari sistem pengawasan berbasis teknologi pengenal wajah Negeri Tirai Bambu. Makin serem aja nih negara Cina.
29.3.18

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard

Aparat penegak hukum di Cina telah menggunakan teknologi biometrik canggih untuk mengawasi penduduknya. Penggunaan teknologi terkini ini adalah bagian dari upaya terkoordinasi pemerintah Cina untuk menciptakan jaringan video pengawasan yang “ada di mana-mana, terhubung satu sama lain dan berfungsi setiap saat” seperti yang digagas oleh Kementerian Keamanan Publik Cina.

Iklan

Salah satu pemutakhiran terbaru dalam sistem pengawasan ini adalah piranti pengenal wajah yang dipasang di Shenzen April tahun lalu. Fitur baru sistem pengawasan berfungsi untuk mengurangi penyebrang jalan yang berjalan dengan sembrono. Alat pengawasa tersebut mengambil foto pelanggar dan menampilkannya di layar LED besar di atas lampu merah, lengkap dengan nama dan nomor KTP mereka. Tak cuma itu, foto-foto penyebrang jalan sembrono ini juga dipajang di sebuah website yang bisa diakses publik di Shenzen.

Seakan belum cukup canggih, Intellifusion, perusahan kecerdasan buatan pembuat sistem pengawasan tersebut, akan bekerja sama dengan penyedia layanan seluler dan platform media sosial seperyi WeChat dan Sina Weibo. Lewat kerja sama ini, Intellifusion akan merancang sistem agar bisa langsung mengirim pesan teks kepada pelanggar segere setelah mereka kedapatan menyebrang sembarangan oleh kamera pengawas.

Sebuah website pemerintah berisi foto-foto pejalan kaki yang menyebrang dengan sembrono di perempatan yang tertangkap oleh kamere pengenal wajah di Shenzhen. Dinukil dari ctn.gov.cn

Ambisi dan Cita-Cita Rich Brian

Seperti yang dilansir dari South China Morning Post, pemutakhiran sistem pengawasan ini dilakukan guna menghindari kebutuhan menempatkan layar LED besar di sudut-sudut kota Shenzhen. Pesan teks yang diterima para pelanggar akan berisi peringatan serta informasi tentang denda yang harus mereka bayar karena menyebrang dengan sembrono. Sampai berita ini diturunkan, Motherboard belum bisa memastikan kapan pemutakhiran ini akan diberlakukan di jalanan Shenzhen.

Sejak perangkat canggih ini dipasang, polisi lalu lintas Cina telah berhasil mengidentifikasi 14.000 penyebrang sembarangan di satu perempatan di Shenzhen saja, seperti yang dikutip dari South China Morning Post. lebih dari itu, kepolisian Cina mengklaim piranti pengawasan canggih ini telah berhasil menekan jumlah penyebrang lampu merah yang berjalan tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas di kota Shenzhen.

Negeri Tirai Bambu berencana menerapkan sistem kredit sosial nasional pada tahun 2020. Sistem tersebut didesain untuk mencatat pelanggaran hukum yang dilakukan oleh tiap penduduk Cina dan hasilnya akan mempengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan beberapa hal seperti mendapat pekerjan atau pinjaman Bank. menurut South China Morning Post, perangkat canggih pengenal wajah penyebran ngasal ini akan masuk dalam sistem kredit sosial nasional Cina. dengan kata lain, makin sering seorang menyebrang sembarangan, makin turun juga skor kredit sosialnya.

Bahkan jika dibandingkan dengan negara yang memasang kemera pengawas dalam jumlah besar seperti Amerika Serikat, teknologi pengenal wajah buatan Intellifusion ini tetap saja menyeramkan. Parahnya lagi, ini bukan teknologi biometrik paling canggih yang dimanfaatkan jajaran penegak hukum di Cina. Kepolisian Cina sudah lebih dulu menggunakan kacamata yang bisa mengenali wajab buronan di Cina. Sementara personel polisi di Beijing baru-baru ini mulai menjajal kamera pengenal wajah 720 derajat yang dipasang di seragam mereka.