Film Indonesia

Inilah Alasan Kalian Perlu Ikutan Enggak Sabar Nunggu 'Milly & Mamet' Tayang

Dari semua karakter di dunia 'Ada Apa Dengan Cinta', menurut kontributor VICE, cuma Milly sama Mamet yang berhak dapat spin off.
Foto promosi 'Milly & Mamet' via Twitter

Udahlah penghargaan Piala Maya dan Festival Film Indonesia tahun depan dibubarin aja. Lho, kenapa? Karena Milly & Mamet yang bakal ngegaet semua nominasi dari semua kategori nantinya. Everyone can go home now!

Iya-iya, mungkin itu pernyataan lebay dan terlalu sombong, tapi mau gimana lagi? Kalau kata The Pointer Sisters sih, I’m so excited! Ada kesempatan lain supaya gue kembali suka sama dunia AADC! Karena buat gue sendiri, AADC 2 agak mengecewakan. Tetep suka, tapi ada lah beberapa aspek yang sebenarnya antara gak usah ada di film, atau kurang diperlihatkan di film.

Iklan

Tetapi ada yang bikin gue gemes parah pas pertama kali gue nonton AADC2 dua tahun lalu. Film sekuel ini dibuka dengan obrolan siang santai di suatu kafe di Jakarta dan dialog pertama yang diungkapkan di film itu pas tokoh Karmen nanyain Mamet (diperankan Dennis Adiswara yang legendaris banget buat kancah film indie negara ini) perihal dia ngelamar seseorang pake celana kulit. Pikiran gue langsung, “Oh, jangan-jangan yang dia lamar itu si…” eh ternyata bener dong. Kamera berpindah dari Cinta ke arah Mamet dan Milly duduk bersebelahan. Milly (dibintangi Sissy priscilla) dengan wajah-nya yang glowing dan perutnya yang membesar—ternyata doi hamil! Seneng parah sih gue pas pertama kali nonton.

Maka dari itu, ketika di Twitter ada tweet soal spinoff dari kanon AADC yang berfokus kepada Milly dan Mamet (judulnya beneran Milly & Mamet), gue sampai teriak sedikit. Beneran, gue emang sesenang itu. Film ini akan dirilis akhir tahun ini dan bakal disutradarai Ernest Prakasa.

Kenapa gue enggak sabar pengin segera nonton film ini? Berikut beberapa alasan yang langsung muncul di kepala gue:

Milly dan Mamet tuh ngegemesin banget sebagai pasangan!

Kalau dilihat dari perlakuan karakter mereka di film pertama, mereka sejak awal dikonstruksikan sebagai semacam comedic relief dalam kanon AADC. Tapi sulit dipungkiri juga kalau mereka memang semacam bumbu yang pas dalam kisah percintaan anak SMA. Mamet sangat menarik, melihat kesungguhannya ingin selalu membantu Cinta walau berakhir canggung. Sementara Milly dengan kelemotannya dan kepolosannya bisa memberi penonton tawa yang ikhlas. Klop dah!

Karakter mereka selalu yang paling berempati

Karakter Milly dan Mamet, dengan kombinasi gaya tulalit dan kecanggungannya, adalah trope (stereotype karakter dalam cerita-red) dalam perfilman Indonesia. Banyak film-film yang berusaha membuat karakter seperti ini menjadi lebih lucu atau lebih “culun”. Tapi orang-orang enggak sadar kalau ketulalitan Milly dan kecanggungan Mamet datang dengan alasan yang tepat. Mereka sama-sama ingin membantu Cinta, agar dinamika pertemanan mereka selalu baik-baik aja. Mungkin juga karena sifat mereka yang berbeda tapi sama, jadilah mereka pasangan suami istri di film kedua. Honestly, It feels right.

Iklan

Dua karakter ini memang paling berhak dapat spin-off!

Sejak pertama kali gue nonton film pertama, disusul film kedua, yang selalu gue tunggu-tunggu adalah karakter Milly! Enggak tahu kenapa ya, tapi setelah tahu Milly dan Mamet menikah dan punya anak gue pengen banget tahu cerita di balik layarnya; apa yang bikin mereka jadi pacaran? Terus gimana proses pelamaran dan pernikahannya? Mereka beli rumah di mana dan berdasarkan apa? Kalau mereka pergi, yang nyetir Milly atau Mamet? Pertanyaan terakhir ini khusus dari gue karena gue langsung inget bagaimana Milly langsung ambil kuncinya Mamet untuk nyetirin Cinta ke bandara dengan ngebut dan nyalip truk sana sini. Scene itu memorable banget buat gue.

Bahkan Mira Lesmana (kayaknya) setuju sama gue!

Ketika menggelar jumpa pers mengenai persiapan produksi MILLY & MAMET, Mira Lesmana sebagai produser sampai bilang kalau pas syuting AADC2, banyak adegan Milly dan Mamet sebagai pasangan berumah tangga harus dihapus demi kelancaran storyline Cinta dan Rangga. Maka dari itu gue makin yakin mereka pantas banget dapat spin-off. Apalagi kalau dilihat dari dampak AADC secara pendapatan dan kemampuan membangkitkan nostalgia penontonnya, spin-off Milly dan Mamet berfungsi sebagai investasi yang baik bagi produser sebelum memperkenalkan karakter lain yang layak mendapatkan sorotan di film-film AADC universe lainnya.

Film ini bisa memberi gaya cerita baru buat kanon AADC

Ernest Prakasa memang sosok yang baru berkarir tak sampai lima tahun dalam perfilman Indonesia. Sebelumnya dia lebih dikenal sebagai stand-up comedian. Tapi berkat film-film yang dapat sambutan meriah seperti Cek Toko Sebelah atau Susah Sinyal, kemampuan dia untuk membuat film gak bisa diabaikan begitu aja. Dengan Mira Lesmana memberikan kontrol kreatif total kepada Ernest, ada rasa komunitas dan kepercayaan dari sesama orang-orang di industri film. Ini bisa dianggap sebagai tekanan atau bahkan kehormatan, seperti yang Ernest post di Instagram-nya. Senang aja gue lihat orang-orang yang sudah lama di industri film seperti Mira Lesmana yang lebih tertarik untuk menggaet sosok baru seperti Ernest Prakasa. Mira memberi Ernest kesempatan yang super besar kayak begini. Artinya, AADC enggak akan dibawakan sama seperti sebelumnya. Menarik banget. Jadi, sudah ngerti lah ya kenapa gue sampai teriak waktu dengar kabar Milly & Mamet resmi dibuat. Beneran deh, kalian sebaiknya ikutan kena hype-nya.