Usia Internet Sudah 30 Tahun, Penciptanya Akui Teknologi Ini Punya Efek Buruk Pada Kemanusiaan

Met ultah Internet. Kamu memang malapetaka buat hubungan antar manusia, tapi kami terlanjur kecanduan.
Teknologi Internet resmi ultah ke-30 pada 2019
Ilustrasi via Shutterstock

Ada yang ulang tahun pada tanggal 12 Maret 2019. Pembaca sekalian pasti kenal.

Mari ucapkan selamat ulang tahun ke-30 kepada Internet. Wuidih, udah kepala tiga aja nih. Sulit dipercaya teknologi berbagi informasi ini, kurang lebih dua puluh tahun lalu masih belum begitu dipahami dan hanya digunakan nerd yang aktif di forum yang membahas cara terbaik bermain DOOM. Sekarang, Internet sudah menjadi amat besar, lebih nerdy, dan dinikmati setiap orang di dunia ini—setidaknya separuh populasi manusia sedunia—termasuk nenek atau pamanmu, yang suka bagi-bagi hoax lewat Facebook.

Iklan

Hanya dalam kurun 30 tahun, internet sukses membentuk aspek kehidupan sehari-hari kita. Beberapa fitur Internet menjadi keseharian, sampai kita menganggapnya biasa. Bayangkan, ibumu sekarang pasti tidak akan bisa hidup tanpa FaceTune WhastApp yang bisa membantunya berkomunikasi sama grup reuni SMA atau grup arisan RT. Dulu orang bisa berdebat soal fakta-fakta tertentu. Sekarang sih, sebelum harus adu jotos debat mereka yang merasa lebih benar dapat dituntaskan lewat penelusuran Google sederhana.

Generasi orang tua kita hanya mempunyai ingatan dari malam-malam ketika mereka pesta atau naik gunung. Bukan Instagram story 300 halaman bikin kamu menyesal telah mengunggahnya. Generasi ortu kita hidup di dunia tanpa meme, bung dan nona. Kayaknya membosankan ya.

Walau ada banyak hal-hal baik yang disumbangkan Internet selama 30 tahun terakhir pada peradaban, penciptanya sendiri masih ragu lho. Dia tak yakin eksistensi internet benar-benar menguntungkan kemanusiaan. Tim Berners-Lee, pencipta World Wide Web, tidak selalu menyukai apa yang ia lihat di internet masa kini. Pada zaman sekarang yang penuh peretasan, bullying online, ujaran kebencian, serta persebaran berita palsu, Tim sebenarnya tak bisa 100 persen disalahkan.

Saat diwawancarai media, sehari sebelum ulang tahun Internet, Tim mengatakan bahwa "masa remaja" internet sangat menyulitkan. "Kami merayakan hari ini, walaupun kami resah,” ujar Tim. "Lihat saja nasib 50 persen pengguna internet. Situasinya kurang baik untuk mereka. Kita melihat Trump terpilih, terjadi Brexit, dan meningkatnya ujaran kebencian lewat Internet. Mereka tiba-tiba sadar internet yang dulu diyakini keren banget rupanya tidak melayani kemanusiaan dengan baik."

Iklan

Sang insinyur perangkat lunak ini juga sempat mengenang asal-usul internet: semuanya mulai dengan ide untuk transfer elektronik “http” pada Maret 1989. Browser internet pertama muncul pada awal 1990.

Sejak itu, sistem transfer data yang diciptakan Tim telah menghubungkan jutaan orang di seluruh dunia. Internet menyediakan sumber daya yang sebelumnya bahkan tak terbayangkan. Kini, pencipta internet menegaskan perlunya teknologi ciptaannya dijadikan plafon bagi “kebaikan publik” pada masa depan.

"Inilah perjalanan kita dari masa remaja Internet menuju ke masa depan teknologi ini yang lebih dewasa, bertanggung jawab, dan inklusif," ujarnya.

Intinya, perjalanan Internet sampai sekarang mirip nasib monster ciptaan Frankenstein. Bedanya, alih-alih buruk rupa, si monster ini tampangnya adalah meme.

Artikel ini pertama kali tayang di i-D UK.