Hoax Antivaksin

Kampanye Antivaksin Salah Satu Pemicu Penyakit Campak Kembali Mewabah di Dunia

Ortu yang menolak anaknya divaksin MMR ngeselin banget. Harusnya mereka bertanggung jawab atas meluasnya penyakit campak seperti dipantau WHO.
12.2.19
Campak kembali mewabah di seluruh dunia akibat gerakan antivaksin
Proses vaksinasi di pusat kesehatan masyarakat Kota Lyon, Prancis. Foto oleh Media for Medical/UIG via Getty Images

Sejumlah peneliti tahun lalu memperingatkan soal ancaman wabah campak seiring menurunnya tingkat imunisasi di beberapa negara. Peringatan itu terlambat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan terbaru yang mengungkapkan kalau campak sudah menyebar di seluruh dunia, jumlahnya mencapai 6,7 juta kasus pada 2017. Jumlah kasusnya meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya.

Di Eropa, kemunculan penyakit yang seharusnya bisa dicegah ini meningkat tiga kali lipat pada 2017 dan 2018, menjadi hampir 83.000 kasus, terutama di Ukraina. Menurut BBC, tingkat vaksinasi measles dan rubella (MR) turun hingga 31 persen pada 2016.

Iklan

Tingkat vaksinasi yang dibutuhkan untuk mencapai “herd immunity” alias “kekebalan kelompok” adalah 93 hingga 95 persen. Kekebalan kelompok adalah kondisi di mana kebanyakan orang terlindungi dari penyebaran penyakit menular.

Lansia dan pasien yang belum sempat divaksin seumur hidupnya menjadi yang paling berisiko terinfeksi apabila kekebalan kelompoknya gagal, yang biasanya terjadi pada anak-anak.

Wabah penyakit yang seharusnya cukup terisolasi itu sekarang menyebar di seluruh dunia akibat dua hal yang sekilas bertolak belakang: pariwisata dan persepsi keliru tentang vaksin.

New York Times melaporkan sudah ada 55 anak di bawah 4 tahun yang meninggal dunia karena campak di rumah sakit Ibu Kota Manila, Filipina, sejak awal tahun ini. Tahun lalu, semakin sedikit orang yang divaksinasi karena mereka tak lagi percaya pada program imunisasi di Filipina. Program vaksinasi DBD juga berujung kacau dan meningkatkan risiko penyakit bagi sejumlah orang.


Tonton dokumenter VICE tentang munculnya gangguan psikologis yang menggejala di berbagai negara, yaitu rasa parno diintai seseorang:


Ketidakpercayaan pada vaksin tanpa dasar ilmiah ini jelas berdampak buruk di negara lain, seperti menyebarnya wabah campak di Israel dan komunitas Yahudi Ortodoks di Brooklyn. Menteri Kesehatannya sama-sama menyalahkan pariwisata dan anak-anak yang tidak divaksin.

Di Amerika Serikat, banyak negara bagian kini berusaha memperketat aturan vaksinasi. Parlemen AS kini mengusulkan RUU. yang melarang orang tua menggunakan alasan agama atau keyakinan pribadi, ketika tidak mau memvaksinasi anak mereka.

Wabah di Negeri Paman Sam berasal dari keluarga imigran Eropa Selatan, wilayah yang sejak lama diperingatkan WHO tidak melakukan vaksinasi dalam laporannya.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News