The VICE Guide to Right Now

Aparat Malaysia Bongkar Aksi Penyelundupan Cula Badak Pura-Pura Diklaim Benda Seni

18 cula itu hendak dijual sebagai obat-obatan herbal ke Cina. Ditaksir nilainya mencapai Rp41 miliar.
11.4.17

Petugas bea cukai Malaysia mengamankan pengiriman 18 cula badak yang berasal dari Mozambique. Pengiriman tersebut diperkirakan bernilai USD 3,1 juta (sekitar Rp41 miliar). Cula-cula tersebut amat diminati di Asia sebagai bahan obat-obatan herbal.

Cula-cula tersebut ditemukan hari Jumat lalu di gudang kargo di bandara internasional Kuala Lumpur. Tersembunyi di dalam peti-peti kayu adalah cula badak seberat 51 kilogram. Cula-cula tersebut berasal dari Mozambique, namun transit melalui Doha di Qatar sebelum akhirnya sampai di destinasi terakhir, Malaysia.

Peti-peti kayu yang mengangkut kargo ilegal mulanya dikaim sebagai "benda seni." PBB telah menggalakkan pelarangan global terhadap perdagangan cula badak karena hewan tersebut terancam punah.

"Alamat penerima barang dan agen penerimanya tidak ada. Semua dokumen yang digunakan untuk pengiriman palsu," ujar direktur bea cukai Hamzah Sundang seperti dikutip kantor berita Reuters. Ini adalah kasus keenam penyitaan cula badak di Asia Tenggara sejak 8 Maret lalu. Secara keseluruhan terdapat 235 kilogram cula badak ilegal yang telah disita di Hong Kong, Vietnam, Thailand, dan Myanmar dalam rangkaian perdagangan hewan-hewan ilegal.

Permintaan cula badak dipengaruhi popularitas obat-obatan herbal yang memerlukan cula hewan langka sebagai bahan dasar utamanya. Walaupun tahu bila populasi badak terancam perburuan, cula selalu dicari oleh penduduk Cina lantaran diyakini dapat menyembuhkan kanker. Ada pula yang menganggap cula bisa mengobati efek hangover setelah mabuk. Popularitasnya telah meningkatkan nilai cula badak hingga USD 100,000 (sekitar Rp1,3 miliar) per kilogramnya.