Foto Ala Renaisans Hailun Ma Meredefinsi Standar Kecantikan Perempuan Asia

FYI.

This story is over 5 years old.

Foto

Foto Ala Renaisans Hailun Ma Meredefinsi Standar Kecantikan Perempuan Asia

Fotografer asal Cina, Hailun Ma, berusaha mempertanyakan peran gender, kelas sosial, kekuasaan, dan seksualitas. Karyanya berupa foto fashion unik dan memukau.

Artikel ini pertama kali tayang di i-D.

Hailun Ma adalah penggemar berat game simulasi The Sims. Fotografer kelahiran Cina yang kini tinggal di Brooklyn, New York, ini memainkan video game tersebut menyerupai caranya berkarya: membuat sebuah dunia dan karakter-karakter yang mencerminkan gairah, prasangka, dan perilaku bawah sadar seseorang. Selain The Sims, Hailun juga terpengaruh oleh lukisan karakter milik Cindy Sherman dan imej-imej yang dia lihat sehari-hari—dari video musik era 90-an, foto-foto keluarga yang selalu canggung, dan foto-foto "model rambut top collection" murahan yang terpampang di salon.

Iklan

Hailun rupanya seorang penata gaya yang istimewa. Dalam seri Imagination Portraits yang radikal, terlihat foto seorang bocah laki-laki Asia mengenakan topi tentara dan karangan bunga yang sedang mimisan menatap geram. Di foto lainnya, seorang bocah laki-laki kulit putih mengenakan blus lecek dan headphone berwarna emas tersenyum lembut. Jangan juga lupakan foto yang menampilkan perempuan-perempuan remaja berkulit porselen mengenakan spandeks dan topi renang yang sedang berpose mewah. Dalam setiap karya frame ovalnya—semacam penghormatan pada gaya lukisan era Renaisans—Hailun berusaha mengeksplor standar dan stereotipe kecantikan di Asia, termasuk peran gender, kelas sosial, kekuasaan, dan seksualitas. Kami ngobrol dengannya membahas alam khayal yang dia buat, sesi foto glamor Cina, dan mengapa The Sims sebenarnya game yang punya makna mendalam baginya.

Bagaimana anda melihat norma dan ekspektasi kecantikan di Cina dibandingkan dengan Amerika Serikat?
Di Cina, kecantikan diasosiasikan dengan kesucian dan kemurnian. Perempuan yang bertindak 'imut', lemah lembut, atau bersikap sensitif dianggap lebih menarik di mata lelaki. Dalam hal penampilan fisik, perempuan bermata besar, kulit terang, dan muka berbentuk huruf V cenderung lebih disukai. Sebaliknya, di Amerika Serikat, standar kecantikan lebih bervariasi. Fitur fisik yang kuat dan seksi populer di AS. Contohnya: bibir tebal dan tulang pipi yang menonjol.

Iklan

Anda pernah memotret orang dari berbagai etnis, agama dan gender. Bagaimana anda membuat karakter untuk setiap orang?
Karya saya penuh referensi foto tradisional Cina, sesuai latar belakang saya dan juga identitas saya sebagai perempuan. Di setiap foto, saya menciptakan sebuah karakter dan dunia alam khayal dan mengeksplor topik-topik yang menarik buat saya: standar kecantikan, peran perempuan, kelas sosial, kekuasaan dan seksualitas. Saya mengambil inspirasi dari pengalaman pribadi, ketertarikan saya dengan lukisan era Renaisans dan budaya kontemporer.

Di luar karya seni, bagaimana anda melihat penampilan fisik seseorang?
Saya sangat khawatir dengan penampilan saya di masa SMP. Kulit saya terlalu coklat dan muka saya kurang kecil. Waktu itu, teman baik saya adalah perempuan tercantik di sekolah. Jujur, waktu itu ngeselin sih, karena saya tidak mempunyai sosok panutan atau inspirasi di media. Namun seiring saya bertumbuh besar, saya sadar bahwa tidak ada yang salah dengan warna kulit atau bentuk muka saya. Malah sekarang saya sadar bahwa warna kulit yang gelap cocok dengan diri saya. Jelas kalau bisa saya ingin jadi lebih cantik, tapi saya senang dengan apa yang saya punya.

Bagaimana lukisan dan foto-foto perempuan membentuk identitas anda ketika tumbuh dewasa?
Keluarga Ibu saya selalu senang difoto. Ketika masih kecil atau remaja, saya sering dikirim ke studio foto, didandani dengan berbagai kostum yang berbeda dengan latar belakang yang bermacam-macam pula. Sekarang mungkin mirip cosplaying gitu kali ya rasanya.  Foto semacam ini disebut YiShuZao. Seni fotografi semacam ini sangat populer di Cina. Ini adalah pengalaman pertama saya berurusan dengan fotografi dan semenjak itu saya sangat tertarik dan terinspirasi oleh foto. Fakta seru: Dulu saya punya versi lukisan ulang Princess Margarita [dari karya "Infanta Margarita Teresa in a Blue Dress"] digantung di tembok kamar saya. Selama 10 tahun, lukisan itu adalah hal pertama yang saya lihat setiap bangun tidur.

Iklan

Baru-baru ini kamu magang di agensi model Re:Quest. Apa rasanya memotret model fashion dan bukan teman sendiri lagi?
Model paham bagaimana tubuh dan wajah mereka terlihat dari sudut tertentu, dan saya percaya model yang baik adalah kunci dari sesi foto yang memuaskan. Dalam sesi foto, saya tidak menganggap model sebagai model—saya menganggap mereka orang biasa. Dan karena ketika berkarya saya menciptakan karakter dan naratif sendiri, hampir tidak ada bedanya memoto model dengan teman sendiri.

Menurut anda, apakah fotografi fashion bisa menantang stereotip dan prasangka sama seperti karya seni lainnya?
Bisa. Menurut saya sudah tidak ada perbedaan jelas antara fotografi fashion dan fotografi seni rupa. Bagi saya, fotografi fashion adalah platform yang sangat kuat untuk menyebarkan ide dan estetika dan memegang peran penting dalam membentuk dan memahami kultur yang sedang relevan.

Anda sedang menciptakan karya yang terinspirasi oleh The Sims. Kenapa anda sangat terpengaruh oleh game ini?
Saya suka sekali main The Sims. Saya menghabiskan banyak waktu bermain game ini untuk membangun rumah dan menciptakan karakter, bukannya benar-benar memainkan permainan ini. Saya tertarik dengan ide menciptakan sebuah dunia dan karakter sendiri. Suatu hari, saya sadar bahwa cara saya memainkan game ini mirip dengan cara saya berkarya. The Sims menyediakan ruang virtual yang bisa saya gunakan untuk memamerkan ide tanpa khawatir soal sumber daya yang terbatas di dunia nyata. Game ini sangat menarik dan maknanya 'dalam'. The Sims mensimulasikan gaya hidup kita sehari-hari dan masyarakat. Pemain diberikan kebebasan, seolah-olah menjadi desainer dunia mereka sendiri. Cara setiap orang memainkan game ini mencerminkan karakter, ideologi, bahkan perilaku bawah sadar mereka masing-masing.