Musik Baru

Soundtrack Pilihan Kami untuk Mengisi Akhir Pekan Kalian

Terdiri dari single-single mø, jenny hval, hingga murlo. Kami memutarnya tanpa henti sepekan terakhir. Semoga suka ya!
07 Januari 2017, 8:03am

Artikel ini pertama kali tayang di i-D.

Snakehips & MØ, "Don't Leave"

Snakehips dan MØ bisa kalian andalkan untuk sebagai musik latar pesta gila-gilaan sepanjang awal tahun ini. Label menyebutnya musik 'forward-thinking ballad', yang malah mengingatkan kami pada lagu iklan Toyota. Duo asal London ini berhasil memaksimalkan potensinya lewat single "Don't Leave". Album mereka kemungkinan akan rilis pada 2017. Ayo, segera realisasikan albumnya MØ, tim i-D hampir merusak tombol keyboard karena terus-terusan memutar lagu ini.

Dirty Projectors, "Little Bubble"

Single ini menyusul lagu sebelumnya, "Keep Your Name" yang sedih abis. Satu-satunya personel Dirty Projectors yang tersisa kini mencoba menghubungkan diri lagi dengan alam. Dia merenungi semua persoalan: budaya, teknologi, dan hubungan jangka panjang dengan seseorang yang kita cintai. Jika kita abaikan temanya yang lekat dengan sepi ini, lagu ini membuat kita berpikir: hidup memang suram, tapi bisa terdengar sangat manis.

Silent Riders, "I See You"

Musisi elektronik jagoan dari Denmark ini menyajikan pada kita kebalikan konsep hygge (rasa nyaman khas Skandinavia). Mereka mengusung 'moodtronica' yang masih cocok jika masuk albumnya _Twin Peaks. _Muik dari Silent Riders ini, yang jelas, bukan untuk berkumpul di perapian, bersantai, dan makan roti jahe.

The xx, "Say Something Loving"

Ketika single ini dirilis, beberapa komentator online marah. Mereka mengeluh karena The xx tidak terdengar depresi seperti dalam album-album sebelumnya. Kalau kami sih bodo amat, suka-suka musisi dong ingin lebih mengangkat suasana positif dari musiknya. Padahal, bukannya kita sedang butuh musik ceria ya dalam suasana dunia seperti ini? Album The xx akan rilis pekan kedua Januari 2017, jadi kami sangat tak sabar menantikannya. Video klip "On Hold", single lainnya yang disutradarai Alasdair McLellan sudah disebut-sebut sebagai modern classic. Tonton juga video pendek para personel xx berkaraoke ketika mereka manggung di Tokyo.

Ace Tee, "Bist Du Down"

Kalian sedang ingin bernostalgia? Ini lagu yang tepat. Ace Tee adalah produser/musisi/penata rambut asal Berlin yang membuat orang-orang menggila dengan gaya RnB 90-an dari musiknya. Ace Tee bilang single-single lain segera menyusul. Lagu yang akan dirilis sebentar lagi, kabarnya, membahas "cinta, kejujuran, dengan sound yang sepenuhnya berbeda." Patut ditunggu!

Noodle, Kick-Ass Women Mixtape

Basis Gorillaz ini merupakan duta besar adu balap jaguar. Noodle memang cuma karakter kartun. Tapi urusan menyusun mixtape, dia jagoannya. Dia menggabungkan musisi-musisi perempuan yang paling keren di jagat elektronik dunia—Grimes, Abra, Mica Levi, hingga Fatima Al Quadiri—ke dalam mixtape berdurasi setengah jam ini. Noodle bilang dalam pernyataan tertulis, tujuannya adalah merayakan pencapaian para perempuan, "yang berhasil mewarnai gaya penulisan, produksi, sekaligus penciptaan musik dengan ciri khas individual masing-masing." Dia lantas menambahkan, "aku terinspirasi karya-karya mereka. Semoga kalian terinspirasi juga!"

Seal, "Kiss From A Rose" (Murlo Refix)

Keren ya. Saat kita semua sedang malas-malasan di depan TV selama libur Natal dan tahun baru kemarin, Murlo menghabiskan waktunya me-remix lagu ini menjadi sesuatu yang sangat spesial. Produser elektronik pilih tanding ini menemukan file MIDI single sang penyanyi karismatik Seal yang rilis 1994. Murlo mengubah balada seksi untuk menemani malam memadu kasih ini menjadi instrumental yang cocok mengisi video game. Dia akan segera tur ke Asia bulan ini, jadi jangan lewatkan kesempatan merasakan sendiri kehebatan DJ yang sedang naik daun itu.

Peanut Butter Wolf, RIP 2016 Mix

Untunglah, tahun 2016 yang brengsek itu sudah berganti. Tahun selalu akan mati semati-matinya. RIP. Tidak kembali lagi. Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk merayakan modarnya 2016? Tentu saja mendengar mixtape perpisahan khusus dibuat oleh Chris Manak, produser musik elektronik funky dari LA yang memakai nama panggung Peanut Butter Wolf. "Deretan lagu perpisahan yang elegan," tulis satu kritikus musik. "Baguslah kamu bikin beginian Chris," tulis ulasan satu lagi. "Mas Peanut Butter Wolf, konsep mixtape-mu ini keren ya dari awal sampai akhir. Thnx ya, selamat tahun baru 2017." Peanut Butter Wolf, asal kalian tahu, punya fans-fans ramah terbanyak SEDUNIA. Pokoknya gitulah bayangan kami.