tren

Di Berbagai Negara, Makin Banyak Cowok Pilih Pipis Duduk Dibanding Berdiri

Sebagian didorong alasan kesehatan, sebagian lainnya karena desakan etis dan agama. Kira-kira apakah kebiasaan pipis berdiri bakal punah?
22.9.17
Photo via Flickr user digitonin

Januari 2015, pengadilan di Kota Düsseldorf, Jerman, mengeluarkan putusan bahwa laki-laki berhak pipis berdiri. Dalam kasus sengketa kepemilikan properti itu, seorang tuan tanah merasa berhak menahan deposit penghuni atas alasan lantai kamar mandinya penuh noda bekas pipis. Pengadilan mencatat, sang tuan tanah memandang kebiasaan sang penghuni pipis berdiri sebagai hal barbar. Selanjutnya majelis hakim persidangan tersebut menyebut posisi pipis yang kini dilindungi itu sebagai kebiasaan yang dulunya dominan, membuat kita bertanya-tanya: Apakah memang sekarang makin banyak laki-laki di dunia memilih pipis sambil duduk atau jongkok?

Iklan

Sekian dekade terakhir, penduduk laki-laki di Jerman dan sejumlah negara di Eropa maupun Asia mengadopsi gaya pipis baru. Banyak orang berdebat soal mana yang lebih baik: pipis berdiri atau duduk. Argumen pro-kontra bermacam-macam; dari dalil feminis hingga alasan kesehatan. Yang pasti, tidak ada yang benar-benar memahami sejarah pipis berdiri para laki-laki.

Yang kita ketahui, pada 2004, sekurang-kurangnya satu perusahaan Jerman memproduksi temua yang diberi nama "WC Ghost". Alat ini semacam speaker toilet dengan tugas mengingatkan para laki-laki agar menaikkan dudukan toilet atau mengusulkan supaya mereka pipis sambil duduk saja. Pada 2006, cerita tentang pipis juga muncul di Norwegia. Guru SD meminta para orang tua melatih anak-anak mereka pipis dengan cara "beradab," alias sambil duduk atau jongkok. Setelah itu, tren meninggalkan pipis berdiri menjadi lebih umum di Benua Biru. Diawal Jerman dan negara-negara nordik, disusul Perancis dan Belanda. Fenomena Eropa ini memuncak pada 2012 saat Partai Sosialis di Sormland, Swedia, mencoba mewajibkan anggota dewan kota pipis sambil duduk, alih-alih berdiri, saat menggunakan toilet di gedung-gedung pemerintahan.

Eh ternyata, fenomena pipis duduk/jongkok tidak terbatas di Eropa saja. Pada 2007, sebuah jajak pendapat terhadap pasangan yang sudah menikah di Jepang, menemukan bahwa 49 persen laki-laki yang sudah menikah di sana pipis sambil duduk. Angka ini adalah peningkatan dari 15 persen dibanding data 1999. Pada 2012, pejabat Taiwan mulai mempromosikan kebiasaan pipis duduk kepada laki-laki. Bahkan di Amerika Serikat, gaya pipis begini semakin diminati. Menurut kabar burung, aktor ganteng Ryan Gosling juga terbiasa pipis sambil duduk.

Iklan

Banyak orang mencari pembenaran atas pergantian posisi pipis ini atas alasan-alasan kesehatan. Katanya, posisi pipis duduk lebih baik untuk prostat laki-laki (sehingga akan membantu kehidupan seks mereka). Duduk atau jongkok sewaktu buang air juga lebih alami bagi otot-otot tubuh. Akan tetapi, serangkaian penelitian menyatakan kesimpulan tadi tidak ilmiah, kecuali bagi laki-laki yang prostatnya membesar.

Menurut Dr. Stephen Soifer, akademisi dari University of Maryland's School of Social Work dan ahli paruresis (gangguan psikologis yang membuat pengidapnya hanya bisa pipis di toilet rumah sendiri) menghabiskan banyak waktu mengamati rancangan dan kebiasaan toilet. Soifer menduga faktor penyatu dari gerakan mengajak pipis jongkok dan duduk (yang dia percaya melejit enam tahun lalu) adalah perkara kebersihan dan cipratan yang berantakan kalau pipis berdiri. Di negara-negara mayoritas muslim, ajakan pipis duduk atau jongkok juga mengemuka, memakai landasan hadis nabi. "Kalau di Eropa, asalnya sih di Jerman," ujar Soifer. "Gerakan perempuan di sana benar-benar mendesak laki-laki pipis sambil duduk, karena mereka mengklaim laki-laki mengotori dudukan toilet."

(Meski keluhan ini masuk akal, Soifer tidak merasa klaim ini masuk akal. Dia merujuk pada sebuah penelitian di Britania Raya pada 1980'an yang menunjukkan 96 persen perempuan tidak menempelkan pantatnya saat pipis di toilet umum, sehingga hasilnya sama kotor dan berantakannya.)

Satu dasawarsa terakhir, makin banyak negara mengimbau lelaki pipis duduk atau jongkok.

Mengenai asal mula kebiasaan pipis duduk bagi laki-laki di luar Eropa, seperti Jepang dan Taiwan, Soifer percaya hal tersebut berhubungan dengan asosiasi toilet di wilayah masing-masing. "Negara-negara itu, terutama Singapura dan Korea Selatan," ujarnya, "memiliki asosiasi toilet yang sangat aktif. (Ada satu asosiasi macam ini di AS, tapi orang enggak terlalu terurus.) Mereka telah menjadi organsiasi advokasi untuk beragam isu terkait kebersihan toilet umum [misalnya cara mengurangi cipratan pipis]."

Intinya, laki-laki di banyak negara tidak tiba-tiba merasa bersalah pipis berdiri di toilet umum. Semua itu adalah hasil dari kebijakan, desain toilet, dan imbauan massif melibatkan pemerintah. "Gerakan [pipis duduk] adalah salah satu isu yang, ketika momentumnya tepat, orang akan berbondong-bondong mendukungnya," kata Soifer.

Foto via kontributor Wikimedia Commons Jim

Berdasaran fenomena terbaru dan global soal tren posisi pipis laki-laki, mudah sekali mencurigai bahwa gerakan pipis duduk dan jongkok sebagai norma budaya baru. Faktanya, sejak lama selalu ada budaya-budaya yang mempromosikan pipis sambil duduk (atau, jika toilet duduk enggak ada, pipis sambil jongkok) untuk laki-laki. Salah satu budaya tertua yang mengatur pipis adalah Islam, yang menurut beberapa interpretasi hadis menyarankan laki-laki (meski tidak mewajibkan) untuk buang air sambil duduk supaya tidak terkena cipratan urin yang najis. Meski hal tersebut tidak wajib, atau merupakan kebiasaan umum di antara para Muslim, atau landasan untuk menyebarkan kebiasaan ini budaya-budaya lain di dunia. Hal ini hanyalah bukti bahwa masyarakat di seluruh dunia, sebagaimana lazimnya manusia, tidak pernah seragam dalam standar dan praktik pipis para laki-laki.

Sejauh ini popularitas pipis berdiri dan desain toilet lelaki yang lazim belum akan tergeser.

"Ada banyak sekali variasi, dalam hal budaya buang air," ujar Soifer. Dia menambahkan bahwa norma-norma kamar mandi kita berhubungan dengan sisi praktis bagi tiap-tiap orang. "Di budaya Inggris era Victoria," ujarnya, "perempuan biasanya pipis sambil berjalan. Karena mereka mengenakan rok berlapis-lapis, jadi enggak bisa dilepas dengan cepat. Jadi biasanya mereka pipis pas lagi jalan." Begitulah adanya. Pipis sambil duduk adalah tren baru yang menggejala di banyak negara. Di beberapa komunitas Islam, yang menjunjung tinggi adab kebersihan, laki-laki sejak lama memilih pipis sambil jongkok. Di Barat dan sebagian Asia, yang perlahan mengikuti contoh umat Islam, perubahan posisi buang air kecil ini dipicu rasa risih dengan bau pesing, serta risiko cipratan urin. Tapi di waktu-waktu di mana laki-laki kebelet banget dan harus pipis sembarangan, gaya berdiri akan terus diminati. Alasannya sederhana. Itulah gaya paling praktis dan mudah.

Follow Mark di Twitter.