Perusakan Fasilitas Publik

Emak-Emak Curi Bunga di Tol, Bukti Kesekian Orang Indonesia Suka Merusak Fasilitas Publik

"Plat N', plat mobil ditumpangi pelaku pencurian bunga, jadi trending topic di Twitter. Berikut rangkuman kasus perusakan fasilitas publik serupa beberapa tahun terakhir.
17 Desember 2019, 8:01am
Emak-Emak Plat N Malang Curi Bunga di Tol Singosari, Bukti Kesekian Orang Indonesia Suka Merusak Fasilitas Publik
Rekaman pencurian bunga di exit Tol Singosari Malang. Foto dari akun IG dashcam_owners_indonesia

Terkadang kita bisa sedikit memahami rasa frustrasi pemerintah saat melihat kelakuan rakyatnya yang sering nyebelin. Contoh mutakhir terjadi pada akhir minggu kemarin. Kita dihibur oleh video emak-emak yang buru-buru turun dari mobil sambil cengar-cengir di tengah kemacetan untuk mencuri bunga di pinggir jalan tol.

Peristiwa kocak namun menyedihkan ini terjadi 300 meter dari perempatan Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Pelaku menumpangi Daihatsu Sigra dan sukses membuat “Plat N” jadi trending topic di Twitter karena video tersebut viral. Kata Humas Jasa Marga Pandaan Malang Agus Tri Antyo, pelaku bisa aja masuk penjara karena kelakuannya ini. Kebayang dong betapa prihatinnya si ibu kalau nanti ditanya sesama napi soal kenapa ia dipenjara.

“Benar (di Tol Singosari, Malang). Baru kali ini terjadi. Sesuai ajaran agama, mengambil barang yang bukan haknya namanya mencuri. (Bisa diancam) Pasal 362 KUHP, barang siapa mengambil sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah,” ujar Agus kepada Kompas.

Mewakili perusahaannya, Agus mengaku Jasa Marga selaku pengelola tol hanya mengimbau pelaku pencabutan agar melakukan permintaan maaf saja kepada pihaknya. Namun, kalau polisi tiba-tiba ingin mengusutnya, ia tidak akan menghalang-halangi.

Ngomong-ngomong, ada kebetulan unik yang membuat saya ternganga beberapa detik. Kalau dilihat di video, emak-emak ini melakukan pencurian tanpa menggunakan alas kaki, sedangkan bunga yang ia curi adalah.. kembang sepatu. Waw, mindblowing sekali, bukan?

Tidak sah rasanya kalau fenomena kayak gini enggak melibatkan komentar dari netizen kita tercinta. Menurut saya, ada satu cuitan di Twitter yang kayaknya bisa menyimpulkan isi perasaan banyak orang deh atas kejadian ini:

Ada juga yang menanggapinya secara positif, meski memang sarkastik:

Video ini juga tidak luput dari pantauan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR). Melalui akun Twitter resminya, pemerintah hanya bisa geleng-geleng kepala saja.

Respons terbaik datang dari seorang netizen yang mengedit video secara terbalik sehingga sang ibu seolah-olah menanam kembali bunganya.

Sedihnya, masyarakat Indonesia emang punya sejarah doyan mencuri dan merusak fasilitas publik yang disediakan. Contoh terkenal terjadi di Jembatan Suramadu pada 2009 lalu. Baru satu minggu jembatan penghubung Surabaya dan Madura ini diresmikan, 46 unit lampu penerangan di sepanjang jembatan telah hilang dicuri. Tidak hanya itu, beberapa mur pagar besi di pinggir jembatan juga ikut raib.

VICE juga pernah menulis kasus pencurian alat pendeteksi gempa milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Palu, Sulawesi Tengah. Seorang remaja setempat malah ngembat alat pemerintah yang bisa menyelamatkan hidup mereka kalau-kalau ada bencana alam. Sejak Juni hingga Juli, remaja 14 tahun berinisial AP ini mencuri 1 unit sensor broadband Nanometics, tiga baterai merk Haze, satu panel surya merk BP Solar BP380J, dan satu unit solar regulator dengan total harga sampai Rp700 juta.

Tentu jumlah kasus tidak berhenti di situ. Masih ada juga kasus kayak pencurian baterai menara pemancar seluler di Sumatera Barat, serta pencurian kabel dan lampu penerangan di Tanjungpinang dan Kupang. Hadeh....