Sensor Film

Ada Adegan Bugil, Pemerintah Malaysia Cekal Film 'Hustlers'

Mereka beralasan “konten vulgar” dalam 'Hustlers' tak layak dipertontonkan.
AN
Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
Tangkapan layar dari trailer 'Hustlers'
Tangkapan layar dari trailer ‘Hustlers’ via YouTube.

Di saat netizen mendewa-dewakan penampilan runway Jennifer Lopez, lembaga sensor Malaysia malah sibuk melarang penayangan Hustlers gara-gara adegan syur dan penggunaan narkoba.

Diangkat dari kisah nyata, filmnya menceritakan perjalanan sekelompok penari telanjang yang membobol harta CEO dan pialang saham tajir selama krisis ekonomi global 2008.

Film yang dibintangi Jennifer Lopez, Constance Wu, dan Cardi B ini telah meraup keuntungan global sebesar $72,4 juta (setara Rp1 triliun) pada 22 September. Di tengah kabar baik itu, Square Box Pictures mengumumkan tidak akan memutar Hustlers di bioskop-bioskop seantero Malaysia pada 20 September.

Iklan

Menurut mereka, lembaga sensor film Malaysia merasa “konten vulgar” dalam Hustlers “tak layak dipertontonkan.”

“Payudara dan kelamin laki-laki digambarkan dengan gamblang,” kata Mohamad Zamberi Abdul Aziz, Ketua Lembaga Sensor Film Malaysia, kepada AFP. “Selain itu, ada juga tarian erotis yang berlebihan dan adegan [narkoba].”

Penikmat film Malaysia kecewa dengan pembatalan ini.

“Eh katanya Hustlers dicekal di Malaysia. Ngeselin abis ajg,” bunyi twit @omarlikhan.

“Gue sampe berhenti belajar cuma buat bilang dasar pemerintah KAMPRET udah cekal Hustlers di Malaysia. Sebegitu menakutkannya ya ngeliat PSK berani?” tulis @anakinandrea.

Hustlers mau dicekal… hmmmm ok hahaha ada yang mau nonton di luar negeri sama gue gak?” @msdanijwong mentwit.

Pemerintah Malaysia memang terkenal konservatif. Pada Agustus, lembaga sensor menghapus adegan seks sesama jenis dalam biopik Rocketman.

"Kami tak akan meloloskan adegan LGBTQ dalam film yang ditonton publik," kata Safaruddin Mohammad Ali, kepala unit penyensoran film Malaysia, saat dihubungi Reuters. "Meskipun film ini mengisahkan jalan hidup Elton John, tapi dia tidak berhak mengatur tontonan yang tidak sesuai dengan budaya kami."

Pada Maret 2017, pemutaran live-action Beauty and the Beast di Malaysia terpaksa ditunda karena ada "adegan gay." Adegan yang dimaksud yaitu ketika kaki tangan Gaston mengungkapkan perasaannya. Lembaga sensor meminta untuk dipotong adegannya, tetapi studio menolak melakukannya. Akhirnya film tetap ditayangkan, tapi dengan rating usia 13+.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.