Visualisasi Data

Bumi "Bernapas" Seperti Manusia dalam Peta Luar Biasa Ini

Proses visualisasi data ini menyulap angka-angka menjadi peta siklus hidup Bumi yang indah.
30.5.17
Screencap via datasketch.es

Artikel ini pertama kali tayang di The Creators Project.

Sepasang ilmuwan data dan desainer memetakan siklus pertumbuhan tanaman globa selama kurun waktu tertentu dan menyulapnya menjadi visualisasi yang sedap dipandang mata guna menunjukkan bagaimana planet yang kita tinggali ini "bernafas." Untuk proyek bulanan mereka Data Sketches project, Nadieh Bremer dan Shirley Wu, ilmuwan asal Belanda meramu data dari satelit milik Amerika Serikat yang mengukur kesehatan vegatatif, atau dalam istilah lebih kerennya, "tingkat kehijauan" sebuah kawasan. Keduanya lantas mengkonversi data yang mereka peroleh menjadi peta bumi dengan 50.000 lingkaran kecil. Tiap lingkaran mewakili tingkat kehijauan suatu kawasan. Pemetaan tingkat kehijauan tiap area di bumi dilakukan untuk menyusun sebuah animasi visual keren yang diberi nama A Breathing Earth. Selama empat musim, perubahan pada lingkaran-lingkaran memberi kesan bumi tengah bernafas dan itu terlihat sangat indah.

Impresi yang diberikan peta ini sedikit banyak menggambarkan apa yang sesungguh terjadi pada Bumi. "makin hijau sebuah tumbuhan, makin banyak CO2 yang bisa disaring menjadi oksigen yang dibutuhkan manusia untuk bernafas," jelas Bremer. Dia kini tengah mendalami berapa program coding baru seperti Pixi.JS, Regl, dan WebGL untuk membuat peta buatannya semakin menarik dipandang sekaligus rapi dari sisi data.

Sila nikmati peta visuali data buatan dua ilmuwan belanda Bremer dan Wu di bawah. berSiap-siaplah, Bung dan Nona, untuk terperangah dibuatnya. Simak peta visual interaktif Planet Bumi di bawah ini:

Untuk melihat visualisasi buatan Nadieh Bremer and Shirley Wu lainnya, silakan kunjungi website Data Sketches.