Tong Setan di India Tidak Cuma Pakai Motor, Mobil Juga Ikutan
All photos by Ken Hermann and Gemma Fletcher
Seri Foto

Tong Setan di India Tidak Cuma Pakai Motor, Mobil Juga Ikutan

Pengendara gokil itu beraksi tanpa helm dan memacu kendaraannya dalam kecepatan 100 km per jam. Simak foto-foto aksi gila mereka di artikel ini.
25.5.18

“Tong Setan” adalah atraksi ekstrem yang populer di pasar malam India. Para pengunjung wajib membayar 40 rupee atau sekitar Rp8 ribu apabila mereka tertarik menyaksikan para pengendara yang berani menaklukkan tong kayu selebar 20 meter. Setelah itu pengendara juga akan mengeluarkan badannya dari mobil dan tetap meluncurkan mobil mengelilingi tong sebanyak 20 kali sehari selama 11 bulan.

Fotografer Ken Hermann dan art director Gemma Fletcher mengabadikan aksi sekelompok pengendara di pasar malam Solapur. Kami menghubungi Ken untuk mendengarkan pengalamannya meliput atraksi yang sudah menjadi bagian budaya India ini dan mencari tahu bagaimana pengendara menghindari kecelakaan dan maut setiap kali tampil.

VICE: Halo, Ken! Bisa ceritakan soal kelompok pengendara yang kamu dokumentasikan?
Ken Hermann: Kelompok ini dibentuk empat tahun lalu, dan diketuai oleh seorang pria yang dipanggil “Boss Man.” Dulu dia bekerja sebagai mekanik. Banyak pengendara yang minta bantuannya memperbaiki kendaraan mereka. Karena banyak yang menggunakan jasanya, dia memutuskan untuk memulai bisnis ini dan membeli tong yang bisa dibawa ke mana saja. Sebagian besar pengendara berasal dari Uttar Pradesh. Waktu itu kami meliput mereka saat sedang tampil di pasar malam Solapur. Tapi setelah itu mereka pindah ke Markanda dan sekarang lagi tampil di Maharashtra.

Atraksinya mirip-mirip dengan yang ada di Amerika dan Eropa. Apa yang membedakan atraksi di India?
Bedanya mereka tidak mengutamakan keselamatan. Mereka tidak pakai helm, dan pengendara perempuan [Radha] yang kami potret tidak pernah mengalami kecelakaan selama 20 tahun ini. Atraksinya memang tidak aman, tapi kamu tidak akan mengalami kecelakaan kalau paham melakukannya.

Pernah ada pengendara yang tewas?
Kalau yang tewas belum ada. Paling banter cedera. Pernah terjadi kecelakan pada 2016. Saat itu, sebuah mobil terbalik saat sedang beraksi.

Apa kejadian yang paling mengejutkanmu selama kamu ikut karnaval ini?
Salah satu kejadian yang mengejutkan mungkin saat Radha, seorang pengendara perempuan, naik ke atas atap mobil dan terus mengendarainya dalam tong setan. Saya ketakutan melihatnya. Cuma kalau ditanya mana yang paling menegangkan, saya rasa adalah saat saya berada dalam tong setan sementara tiga atau empat mobil berputar-putar di atas saya. Suaranya sangat memekakkan. Saya ingat polusi dan suara berisik yang disebabkan mobil-mobil itu begitu luar biasa. Lalu, karena tak ada angin dalam tong setan, saya merasa agak paranoid—saya khawatir kalau-kalau salah satu mobil itu jatuh menimpa saya.

Dari semua orang yang kamu temui, siapa yang ceritanya nyambung dengan kamu?
Sepertinya sih cerita Radha karena awalnya bos dia tak mengizinkan dia beraksi di tong setan. Bosnya tak percaya dia bisa melakukannya. Maklumlah, usianya baru 13 tahun waktu itu. Bosnya menyuruh Radha untuk pulang ke orang tuanya dan minta izin pada mereka. Radha pun menuruti perintah bosnya. Dia pulang dan minta izin orang tuanya untuk jadi pengendara tong setan. Orang tua Radha menyetujui niatan sang anak. Setelah itu, Radha menjalani tes dulu. Barulah setelah itu, si bos sadar bahwa Radha benar-benar punya keinginan yang kuat dan bisa beraksi dalam tong setan. Sekarang, bayarannya lebih tinggi dari yang lain sebab banyak orang yang mau menonton aksinya.

Kenapa Radha ditonton lebih banyak orang?
Awalnya sih, saya menyangka orang tak akan menghargainya karena dia perempuan, yang terjadi ternyata nyaris sebaliknya. Dia sangat dihormati oleh koleganya dan mereka selalu menjaga keselamatan Radha. Kebanyakan penonton tong setan adalah laki-laki, mungkin karena atraksi ini berbahaya dan melibatkan kendaraan bermotor. Itu juga mungkin yang bikin pengendara perempuan begitu langka dan menonton Radha beraksi adalah pengalaman yang unik.

Sepopuler apa sih tong setan di India? Apa masih banyak mau nonton?
Beberapa negara bagian sudah mulai melarang tong setan. Atraksi ini tak bisa lagi diadakan di New Delhi dan sepertinya tinggal menunggu waktu saja sampai tong setan dilarang di seluruh negara bagian di India. Imbasnya, jumlah rombongan tong setan sudah jauh berkurang dari dulu. Penyebab lainnya mungkin persiapan panggung tong setan itu makan waktu seminggu. Atraksinya paling banter berlangsung selama sepuluh hari. Setelah itu panggungnya harus dibongkar lagi dan rombongan harus pindah ke tempat lain. Tong setan pada dasarnya adalah sirkus tradisional dan pelakunya hidup di jalan selama 11 bulan dalam setahun.

Kamu menyayangkan tong setan mulai punah di India? Terus, apakah elemen berbahaya tong setan setimpal dengan nilai hiburannya?
Menurut saya sih setimpal. Para pengendara tong setan toh memilih dengan sadar pekerjaannya. Cuma ada baiknya kalau mereka mulai memikirkan untuk memakai helm. Beberapa motor yang digunakan dalam atraksi tong setan juga sudah kelihatan uzur. Untungnya, ada mekanik yang bertugas memastikan motor-motor itu berfungsi dengan baik. Pengecekan biasanya dilakukan di jeda antara dua pertunjukan. Dari luar sih, karnaval tong setan ini seperti acak-acakan. Padahal, sebenarnya para pelakunya tahu betul apa yang mereka kerjaan. Bahkan, menurut saya, mengendarai mobil di jalanan India jauh lebih berisiko dari mengendarai mobil di dalam arena tong setan. Saya sendiri menyesal tak pernah mencoba beraksi dalam tong setan. Padahal saya ditawari loh. Memang sih cuma saya cuma ditawari naik mobil, bukan dibonceng sepeda motor. Gobloknya saya malah menolak tawaran itu.

Iklan

Untuk melihat foto-foto atraksi tong setan di India lainnya, kamu bisa mengunjungi website milik Ken dan Gemma.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia.