penelitian

Demi Menguji Efektivitas Parasut, Relawan Nekat Terjun dari Pesawat Tanpa Parasut

Eh gimana-gimana? Rupanya ilmuwan dari Harvard, University of Michigan dan UCLA percaya uji coba kayak gini perlu dan aman dilakukan.
5.3.19
Uji coba efektivitas parasut dengan cara terjun payung tanpa parasut
Sumber foto ilustrasi Shutterstock 

Para peneliti dari Harvard, University of Michigan, dan UCLA telah melakukan uji coba acak terkontrol pertama terhadap efektivitas parasut. Sebagaimana dijelaskan dalam penelitian yang terbit akhir tahun lalu di British Medical Journal, mereka meminta 23 relawan melompat dari atas pesawat atau helikopterm untuk menguji apakah parasut memang bisa mengurangi risiko cedera atau kematian.

Uji coba acak terkontrol biasanya digunakan untuk memvalidasi penelitian medis karena peserta tidak tahu apakah mereka menerima intervensi yang sebenarnya sedang diuji. Jenis eksperimen ini dapat menghilangkan bias yang mungkin diyakini oleh subjek saat diteliti jika mereka tahu telah menerima intervensi sebelumnya.

Iklan

Asosiasi Parasut AS memperkirakan bahwa jumlah lompatan skydiving di Amerika Serikat setiap tahunnya mencapai 3 juta lebih. Bukti anekdotal menunjukkan kalau penggunaan parasut sangat efektif dalam (hampir) semua lompatan ini. Akan tetapi, peneliti dari Harvard, Michigan, dan UCLA menyadari tidak adanya bukti dari uji coba acak terkontrol yang bisa mendukung efektivitas parasut sebagai alat bantu penyelamatan.

Untuk melakukan uji coba ini, beberapa subjek penelitian harus loncat langsung dari pesawat dengan parasut dan yang lainnya tanpa parasut. Setelah itu, peneliti akan membandingkan kelompok mana yang lebih banyak terluka.

"Penentang Evidence-based Medicine sering berpendapat tidak ada yang mau melakukan uji coba acak terkontrol terhadap penggunaan parasut," demikian kesimpulan para peneliti. "Kami telah menunjukkan kalau argumen ini cacat. Meminta peserta untuk loncat dari pesawat dengan dan tanpa parasut secara acak masih sangat mungkin."

A participant in the study

"Peserta penelitian melompat dari atas pesawat dengan tas kosong," seperti disimpulkan para peneliti. "Orang ini tidak meninggal atau mengalami luka serius saat membentur tanah." Foto dari arsip BMJ

Seperti yang ditulis dalam Scientific American, studi ini termotivasi oleh penelitian sebelumnya yang diterbitkan di British Medical Journal pada 2003. Penelitian ini menyimpulkan, meski ada banyak bukti anekdotal yang menunjukkan parasut bisa mencegah kematian akibat “tantangan gravitasi”, belum pernah ada yang melakukan uji coba acak terkontrol buat membuktikannya.

"Para pendukung Evidence-based Medicine mengkritik penerapan intervensi yang hanya dievaluasi menggunakan data pengamatan saja," tulis Gordon Smith dan Jill Pell dalam penelitian tahun 2003. "Lami rasa semua orang akan mendapat manfaatnya apabila pendukung Evidence-based Medicine mengadakan dan berpartisipasi dalam…uji coba penggunaan parasut secara acak."

Iklan

Lima belas tahun kemudian, akhirnya ada sekelompok peneliti yang berani menerima tantangan dari Smith dan Pell.

Dari 23 subjek penelitian, 12 orang diberi parasut sementara 11 sisanya disuruh loncat dari pesawat dengan tas kosong. Tak ada satu pun dari mereka yang tahu di dalam tasnya ada parasut atau tidak. Para peneliti lalu menganalisis jumlah kematian atau cedera traumatis yang diderita oleh anggota di setiap kelompok.

Hebatnya, peneliti menemukan bahwa "parasut tidak benar-benar mengurangi risiko kematian atau cedera serius." Para peserta di kedua kelompok tersebut tidak ada yang mati atau mengalami luka serius. Dalam kesimpulannya, peneliti mengakui kalau hal ini mungkin bisa terjadi karena mereka melompat dari ketinggian sekitar 2 kaki (60 cm) di dalam sebuah pesawat yang bergerak 0 meter per jam.

"Para dokter sepertinya harus mulai mempertimbangkan informasi ini ketika meramal kemungkinan penggunaan parasut," demikian peringatan para peneliti dalam catatan kakinya. "Meski kami yakin orang akan selamat lompat dari pesawat kecil di darat tanpa parasut, penilaian individu perlu dilakukan ketika menerapkan temuan ini di ketinggian yang lebih tinggi."

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard