Seni

Seniman Ini Mengejek Ketakutan Kaum Nasionalis Pada Imigran, Bikin Tembok Berbahan Keju

Cosimo Cavallaro percaya bahwa "susu itu melambangkan kehidupan, sedangkan tembok melambangkan ketakutan."
Bettina Makalintal
Brooklyn, US
Seniman Cosimo Cavallaro Mengejek Ketakutan Kaum Nasionalis Pada Imigran, Bikin Tembok Berbahan Keju
Foto pembangunan tembok keju oleh Alan Shaffer via www.cheesewall.com

Seniman Cosimo Cavallaro termasuk manusia yang cukup akrab dengan seni mengolah keju secara ekstrem. Pada 1999, ia membasahi sebuah kamar hotel dengan 450 kilogram keju Swiss dan Gruyére yang meleleh; dua tahun kemudian, ia menutupi seluruh rumah dengan irisan keju pepper jack; dan ia sempat mengoleskan keju kalengan pada tubuh model ikonik Twiggy.

Selain proyek-proyek tersebut, ia juga pernah membuat kasur dari ham, kursi dari permen, dan bahkan patung Yesus yang dibuat dari coklat dan disebut "salah satu penghinaan terbesar terhadap nilai-nilai Kristen sepanjang masa."

Iklan

Pada 2019, Cavallaro kembali dengan karya berbahan keju. Ia membangun Tembok Keju di Tecate, California. Proyek ini merupakan tembok yang terbuat dari balok-balok Cotija—semacam keju rapuh asal Meksiko—yang ia susun di sepanjang perbatasan AS-Meksiko. Cavallaro, menyiarkan proses pembangunan tembok ini secara langsung di Facebook, memulai konstruksi temboknya berbekal 200 balok keju, menghasilkan tembok sepanjang 7,6 meter.

Cavallaro melakukan semua pekerjaan manual untuk proyek ini, menurut Sarah Cavallaro, istri dan produser sang seniman, saat dihubungi MUNCHIES lewat email. "Cosimo Cavallaro, yang telah berkesenian memakai bahan keju selama 30 tahun terakhir, sejak lama sudah tertarik pada tembok. Ia sangat suka memakai keju karena ia percaya susu itu melambangkan kehidupan, sedangkan tembok melambangkan ketakutan."

Tujuan pembangunan tembok keju ini adalah untuk memicu percakapan soal ketakutan kita terhadap imigran—terhadap manusia yang dianggap bukan dari bangsa kita. "Tembok ini adalah dokumentasi masa kini, pada sebuah momen ketika kita membicarakan sebuah isu tentang tembok," ujar Cavallaro dalam sebuah video di situs proyek ini. "Sebagai anak imigran, kami selalu dipandang sebagai orang luar. […] Kami selalu dianggap bagian dari masalah,” katanya dalam video lain. Proyek ini juga ada dimensi keborosan: Karena semua kejunya sudah kadaluarsa, tembok ini menyoroti betapa banyaknya makanan yang terbuang karena peraturan makanan.

Iklan

Cavallaro sudah mempunyai ide untuk membuat tembok keju sejak puluhan tahun lalu, tetapi tuntutan Trump untuk membuat tembok perbatasan akhirnya mendorongnya untuk merealisasikan ide tersebut. "Tuntutan Donald Trump yang ingin membangun tembok memberiku sebuah konteks untuk proyek ini," ujar Cavallaro kepada HuffPo.

Trump membangun karir politiknya melalui sentimen anti-imigrasi. Desakan Trump membagun tembok pada perbatasan AS dan Meksisko mendapat dukungan kaum nasionalis. Kebijakan tersebut, di sisi lain, menciptakan iklim politik yang sangat mengkhawatirkan bagi anggota komunitas Latino-Amerika.

Panjang tembok keju garapannya akan sangat tergantung jumlah orang yang ingin mendukung proyek ini. Temboknya berpotensi mencapai 200 balok, tergantung kesuksesan GoFundMe Cavallaro. Hingga artikel ini dilansir, dana yang terkumpul sudah hampir US$300 ribu (setara Rp 4,2 miliar). Dengan dana sebesar itu, tembok Cavallaro dikabarkan bisa mencapai panjang 304 meter.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES