The VICE Guide to Right Now

Fakta-Fakta Terverifikasi Seputar Tragedi Jatuhnya Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang

Berikut kumpulan informasi yang berhasil dipastikan sejak pesawat menuju Pangkal Pinang membawa 189 penumpang termasuk kru hilang kontak dan serpihannya ditemukan di perairan Kabupaten Karawang.
Lion Air JT-610 jatuh di laut Karawang.
Foto ilustrasi pesawat Lion Air yang sedang parkir di bandara. Foto oleh Thomas White/Reuters. 

Kabar duka kembali harus diterima Indonesia. Belum sepenuhnya pulih dari bencana yang mengguncang Palu dan Donggala, musibah kembali terjadi, kali ini menimpa ratusan penumpang dan awak pesawat Lion Air JT-610. Pesawat yang berangkat pagi hari dari bandara Soekarno-Hatta menuju Pangkal Pinang dinyatakan jatuh di perairan Karawang.

Selang hitungan jam, Badan Search and Rescue Nasional menyatakan telah menemukan serpihan puing-puing pesawat yang belum berapa lama dioperasikan oleh Lion Air itu. Saat ini proses penyisiran dan upaya evakuasi terus diupayakan. Pejabat-pejabat terkait mengumpulkan informasi mengenai jatuhnya pesawat itu, sementara ada beberapa informasi yang telah terkonfimasi kebenarannya.

Iklan

  • Pesawat Jatuh 13 Menit Setelah Lepas Landas

Manajemen Lion Air menyatakan pesawat JT-610 yang berangkat dari Soekarno Hatta menuju Pangkal Pinang jatuh setelah 13 menit mengudara, tepatnya di daerah Laut Jawa di utara Karawang. Kepada Kompas.com, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro maskapai yang jatuh itu adalah pesawat baru yang pertama dioperasikan pada 15 Agustus 2018. Pesawat Lion Air itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB kemudian hilang kontak pukul 06.33 WIB.

  • Lion Air JT-610 Mengangkut 189 Penumpang

Kepala Kantor SAR Pangkal Pinang Danang Priandoko mengatakan ada 189 penumpang di pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang. Jumlah penumpang tersebut berasal dari manifes yang dikirimkan pihak Lion Air ke kantor Basarnas. "179 penumpang dewasa, 1 penumpang anak, 2 bayi, 2 pilot, dan 5 kru," kata Danang kepada Kompas.com.

  • Jatuh di Perairan Karawang

Pesawat dipastikan jatuh di perairan Karawang di kedalaman 30-35 meter. Badan SAR Nasional sudah menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan saat ini sedang menyisir puing-puing yang terlihat di permukaan laut. Basarnas menyiapkan sejumlah peralatan untuk

membantu proses penyisiran dan evakuasi

, di antaranya antara lain KN SAR 224 Baladewa, RIB 03, rescue car carrier, alat selam, dan palsar air.

  • Pilot Sempat Minta Kembali ke Bandara

Pesawat itu diketahui dikemudikan oleh pilot Captain Bhavye Suneja yang punya lebih dari 6.000 jam terbang. "Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan kopilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro seperti dikutip

Detik

. Sempat dikabarkan pula pilot Sunerja meminta kembali ke bandara sebelum akhirnya pesawat itu kehilangan kontak dengan petugas bandara Soekarno-Hatta. "Sempat meminta kembali. Tapi rupanya tak kunjung tiba. Ternyata memang hilang kontak dan jatuh," kata Danang kepada

Kompas.com