kencan dan cinta

Inilah Situs Bagi Para Pecinta Teori Konspirasi Mencari Jodoh

"Akan sangat seru nyetir bareng satu malam mencari tempat tenang yang terbuka selagi kami mencoba menghubungi ET, membahas teori bumi datar, atau semacamnya...”
19.2.18
 Foto milik Aine Fidden

Artikel ini pertama kali tayang di Broadly Berharap menemukan jodoh sebelum ajal peradaban manusia menjemput, seorang penduduk New York berumur 54 tahun bernama Jenny mendaftarkan diri ke Awake Dating—sebuah situs kencan teori konspirasi—setelah beberapa kali mengalami kencan yang buruk. “Saya bertemu seorang lelaki di Tinder,” ujarnya, “tapi akhirnya menyadari bahwa sepertinya dia gay.”

“Saya memang ingin bertemu jodoh dan— mungkin ini akan terdengar gila—tapi kayaknya ini perlu saya bawa ke ranah meditasi,” ujarnya. “Saya harus membawa gairah untuk menemukan jodoh ini ke dunia spiritual. Mungkin nanti saya akan bertemu orang yang pas dan semoga kami berdua bisa menghabiskan sepuluh tahun ke depan bersama sebelum umat manusia punah secara global.”

Iklan

Awake Dating melayani orang-orang lajang pecinta teori konspirasi, tapi mereka tidak mau disebut begitu. Kebanyakan dari mereka mendeskripsikan diri sebagai “truthers” (pencari kebenaran) atau “awake” (sadar) untuk melawan konotasi negatif para pencinta teori konspirasi yang gila di dalam kultur populer.

Jenny, 54 tahun, tinggal di New York. Foto dokumentasi pribadi

Truthers memiliki banyak keyakinan yang berbeda-beda. “Beberapa meyakini Ufologi, beberapa meyakini konspirasi 9/11, lainnya mempercayai MKUltra [teori konspirasi tentang skema pengendalian otak CIA] dan teori konspirasi jejak kimia,” jelas Jenny. “Kemudian tentu saja ada juga yang meyakini teori bumi datar dan illuminati.”

Truthers, menurut Jenny, memang kadang “agak gila.” Tapi Jenny memilih untuk menjauh dari tipe lelaki macam ini—paling tidak dalam ranah romansa. “Kamu mesti berhati-hati soal ini,” jelasnya.

Kalau dipikir-pikir, truthers justru adalah tipe orang yang paling membutuhkan kasih sayang. Pastinya melelahkan selalu memikirkan intrik-intrik jahat organisasi pemerintah, dan memiliki seseorang sebagai partner tentunya bisa menjadi sumber kekuatan.

“Truther selalu dirundung rasa kesepian,” ujar Jenny.

Sama seperti situs kencan lainnya, Awake Dating tidak memiliki fitur filter untuk tingkat kewarasan seseorang. Apa sih kriteria untuk bergabung? “Kamu harus awake (sadar),” jelas Aine Fidden dari rumahnya di Irlandia. Perempuan berumur 26 tahun tersebut adalah salah satu pencetus pelantar (platform) tersebut bersama suaminya yang berumur 39 tahun, Jarrod Fidden. Mereka bertemu di Cina pada 2012, tapi keduanya mulai “sadar”—anehnya, berbarengan—akan intrik realita dunia pada bulan September 2014. Semenjak memulai situs Awake Dating kurang dari setahun yang lalu, mereka telah meraup 10.000 anggota dari seluruh dunia, dan 70 persen datang dari Amerika Serikat. Texas dan Florida memiliki anggota terbanyak.

Iklan

Teoritikus sayap kiri Christopher Hitchens pernah mendeskripsikan pencinta teori konspirasi sebagai “Sisa asap knalpot dari demokrasi.” Melihat tren dalam beberapa bulan terakhir, rasanya asap ini menyembur dalam jumlah yang sangat besar. “Dalam beberapa bulan terakhir, teori konspirasi menjadi sangat umum digunakan dalam debat politik,” ujar Profesor Karen Douglas, seorang psikolog sosial dari University of Kent yang berspesialisasi dalam teori konspirasi. Dia menyebut Presiden Donald Trump sebagai pencinta teori konspirasi paling berkuasa di dunia—mulai dari dukungannya terhadap teori tentang tempat kelahiran Presiden Obama hingga teori bahwa Obama menyadap teleponnya dalam masa kampanye AS 2016.

Kelly, umur 26. Foto dokumentasi pribadi

“Teori konspirasi bisa dilacak ke cara seseorang berpikir dan mengorganisasi informasi secara fundamental,” jelas Douglas. Dia mengatakan mereka yang tertarik dengan teori konspirasi cenderung adalah “orang-orang yang curigaan. Orang-orang yang sinis secara politikal dan memiliki rasa harga diri rendah. Atau mereka yang narsistik.”

“Ada juga sebuah argumen,” ujar Douglas, “apabila kamu merasa tidak memiliki kekuasaan dan tidak berdaya, teori konspirasi membuatmu merasa memiliki kendali; menemukan penjelasan; mengurangi ketidakpastian. Banyak orang merasa ini bisa membantu mereka menghadapi situasi sulit, tapi hasil penelitian membantah ini.” Faktanya, Douglas berargumen di salah satu tulisannya bahwa paparan terhadap teori konspirasi “meningkatkan rasa ketidakberdayaan, yang akhirnya menghasilkan berbagai perilaku menunjukkan ketidakmampuan untuk beradaptasi,” seperti “penarikan diri dari politik, ketidakmauan untuk mengurangi carbon footprint; atau keengganan untuk memvaksinasi anak mereka.”

Iklan

Fidden memiliki pandangan yang berbeda. “Awake (sadar) adalah orang-orang yang sadar bahwa semua bank sentral dunia dijalankan oleh beberapa keluarga dan uang diberikan sebagai utang. Jadi kita semua terjebak utang akibat bisnis keluarga,” jelasnya dengan penuh keyakinan. “Itu satu hal,” jelasnya tanpa mengambil nafas, “dan hal lainnya adalah menyadari bahwa sebuah genosida global sedang terjadi demi mengurangi populasi bumi.”

Ketika diminta menjelaskan pernyataan terakhirnya, Fidden mengambil jeda sejenak. “Racun biologis disebar oleh pesawat internasional,” jelasnya dengan sabar, “semua pesawat ini menyebar bahan kimia. Ini semua perbuatan orang yang sama yang memiliki bank sentral di dunia. Mereka berusaha membunuh kita.”

Tuduhan bahwa keluarga Yahudi mengontrol sistem perbankan internasional dikenal sebagai teori konspirasi anti-semit, tapi ketika saya menantang Jenny tentang ini, dia mulai merasa tidak nyaman. “OK, saya Yahudi,” ujarnya ke saya, “dan semua yang berbau anti-semit saya tentang. Kalau kamu ingin menuduh seseorang, tuduhlah lelaki berkulit putih! Mereka adalah bagian dari Illuminati. Terutama, lelaki-lelaki berkulit putih tua. Saya tidak memperdulikan agenda omong kosong Yahudi. Ini sangat berbahaya. Dan dengan kehadiran Trump, ini sekarang benar-benar terjadi. Anti-muslim, anti-kulit hitam, anti-Yahudi—masa kita tidak pernah belajar dari sejarah?”

Melanjutkan percakapan, saya bertanya ke Fidden tentang bagaimana dia menyeimbangkan kebutuhan dua orang anak, sebuah bisnis, dan menentang program depopulasi global. “Saya kewalahan, itu masalahnya!” akunya. “Satu setengah tahun yang lalu, anak perempuan saya jatuh sakit dan saya sangat panik. Saya berujar, ‘Wah ini karena saya kurang memperhatikan aspek kesehatan.’” Kini, Fidden menghabiskan sebagian besar waktunya untuk anak-anaknya—biarpun dia masih menyempatkan diri membaca teori-teori seru tentang alien dan perjalanan waktu.

Iklan

Seperti apa mengencani seorang pencinta teori konspirasi? “Saya suka kencan normal di mana kamu menonton gig musik atau makan malam bareng, “ujar Jenny. “Tapi apabila saya bertemu seseorang yang, misalnya pemercaya teori UFO, akan sangat seru nyetir bareng satu malam dan mencari tempat tenang yang terbuka selagi kami mencoba menghubungi ET atau semacamnya.”

Di kencan pertama Elijen (37 tahun) dan Danaja (36 tahun), Danaja mengajak Elijen bertemu seorang praktisi rekoneksi. (Pasangan Kroasia ini meminta saya menggunakan nama profil Awake demi melindungi identitas mereka.)

Tapi apaan sih praktisi rekoneksi? “Menghubungkan kembali diri dan energimu ke—”ujarnya, sebelum dipotong Danaja: “Planet Bumi!” Saking suksesnya rekoneksi ini, Elijon berhenti mengkonsumsi obat anti-depresi: Planet Bumi menyembuhkan semuanya.

Setelah hanya sembilan bulan berpacaran, Elijen dan Danaja sudah berencana untuk berkeluarga (Danaja memiliki anak perempuan berumur lima tahun dari hubungannya sebelumnya). Biarpun tidak yakin akan teori genosida global Fidden, keduanya adalah seorang anti-vaxxer—meyakini bahwa vaksinasi anak-anak melawan penyakit umum seperti campak justru menyebarkan penyakit tersebut, bukannya mencegah. “Terlalu banyak kasus macam ini untuk bisa dibilang sebuah kebetulan,” ujar Elijen.

Bagi Elijen dan Danaja, menjadi awake (sadar) berarti menyadari “sisi spiritual diri dan dunia sekitar.” Elijen juga menambahkan bahwa kita harus berhati-hati akan perawatan kemoterapi.

Iklan

“Perawatan kanker,” ujarnya, “itu sesungguhnya racun. Beberapa anggota keluarga saya meninggal akibat kanker. Dan saya tahu perawatannya sangat mahal, dampaknya keras terhadap tubuh dan akhirnya perawatan itulah yang membunuh mereka. Jadi ada bisnis besar dalam dunia pengobatan yang sesungguhnya sengaja berusaha membunuh orang.”’

Tidak aneh bahwa keluarga mereka tidak bisa benar-benar memahami keyakinan mereka yang tidak umum ini. “Mereka mengira kami gila!” ujar Danaja. “Tapi kami juga beruntung,” tambah Elijen, “karena biarpun berbeda pendapat, keluarga kami tetap menerima.”

Sama seperti Jenny, Kelly yang berumur 26 tahun dari Virginia bergabung dengan Awake Dating setelah pengalaman buruk di situs kencan mainstream. “Saya mulai berbicara dengan seorang lelaki muda ganteng yang tinggal tidak jauh,” ingatnya. “Di masa lalu, saya biasanya harus menunggu hingga kencan pertama usai sebelum bertanya tentang teori konspirasi, tapi kali ini saya bisa langsung bertanya pendapatnya tentang isu ini.”

Respond dari sang lelaki tidak sesuai dengan harapannya: “Teori konspirasi adalah bensin yang membakar cara pikir orang gila,” ujarnya. “Kamu memang cantik, tapi kamu tidak akan mengubah pikiran saya tentang ini.”

Dalam dunia kencan, sama seperti aspek kehidupan lainnya, baik untuk mempertanyakan motif orang lain. Dalam ranah ini, pencinta teori konspirasi sudah pasti unggul. “Mempercayai orang seharusnya hal yang sulit! Ujar Kelly. “Jangan percaya siapapun. Selalu pertanyakan segala sesuatu. Kamu harus selalu memiliki keraguan di belakang pikiran.”

Namun dalam pencarian romansa, pencinta teori konspirasi ironisnya jatuh ke dalam tipuan terbesar sepanjang masa: cinta. Kan cinta cuman buatan kapitalisme?

“Hari Valentine itu dipromosikan sama seperti bagaimana perusahaan besar mempromosikan bentuk liburan lain,” jelas Kelly. “Mereka akan selalu berusaha memanfaatkan situasi sesering mungkin. Cinta adalah hasil dari konspirasi kapitalisme. Saya percaya mereka menggunakan emosi untuk mendapatkan keuntungan. Sama seperti bagaimana mereka mempromosikan berlian, dan sekarang kebanyakan orang menginginkan berlian dalam pertunangan.”

Biarpun begitu, Kelly tidak segitu sinisnya hingga dia menghindari romansa sama sekali. Dia sudah jatuh cinta dengan rekan pencinta teori konspirasi lainnya. “Kami bertemu di platform lain tapi kami sama-sama ‘awake’”, aku Kelly. “Saya bertanya ke dia tentang teori konspirasi sebelum bertemu langsung. Dia bertanya kenapa saya menanyakan itu dan saya mengatakan bahwa saya tidak mau partner saya mengira saya gila ketika saya membicarakan topik tersebut.” Untungnya bagi Kelly, teman kencannya lumayan berpikiran terbuka tentang keyakinannya yang ajaib.

Sementara itu, pencarian Jenny terus berlanjut. “Kalau ada lelaki di luar sana yang tertarik setelah membaca artikel ini, tolong suruh dia untuk menghubungi saya,” ujarnya.