kesehatan

Rokok Menthol Boleh Jadi Lebih Mematikan Ketimbang Rokok Biasa

Rokok menthol menjadikan hirupan rokok lebih nyaman dan seringkali dipasarkan pada perokok baru, muda, dan berkulit non-putih.

New Jersey mengambil langkah-langkah untuk menjadi negara bagian pertama yang melarang penjualan rokok menthol, menurut

laporan

terkini dari Associated Press. Komite layanan kesehatan dan lansia negara bagian tersebut mengesahkan

rancangan undang-undang

yang melarang rokok menthol pada akhir Januari; kini RUU tersebut sedang menunggu keputusan komite alokasi.

Kalaupun kamu tak merokok, kamu mungkin akrab dengan menthol, senyawa yang ditemukan dalam tanaman-tanaman seperti daun mint yang menciptakan rasa mint. Senyawa tersebut ditambahkan pada rokok sejak era 1920an. Masalahnya, karena rasa dan sensasi dingin yang ditimbulkan dari menthol, sebagian perokok berpikir bahwa rokok menthol lebih aman ketimbang rokok biasanya. Ini keliru.

Iklan

“Semua jenis rokok menyebabkan kanker. Titik,” ujar Raja Flores, direktur program onkologi bedah toraks di The Tisch Cancer Institute di Icahn School of Medicine di Mount Sinai.

Rokok menthol, ternyata, lebih berbahaya bagi kesehatan. Pada Agustus tahun lalu, sekelompok senator meminta Food and Drug Administration untuk melarang penjualan rokok menthol, dengan mengajukan penelitian FDA pada 2011 yang mengkhawatirkan. Laporan pendahuluan tersebut mengungkapkan aspek adiktif rokok menthol yang lebih besar dan cara-cara rokok menthol dipasarkan. Penulis penelitian tersebut menyatakan:

“Perokok menthol menunjukkan tanda-tanda ketergantungan nikotin yang lebih besar dan mereka lebih sulit berhenti merokok. Temuan-temuan ini, ditambah bukti yang mengindikasikan bahwa aspek dingin dan kebas rokok menthol dapat mengurangi asap rokok yang tajam dan bukti yang mengindikasikan bahwa rokok menthol dipasarkan sebagai alternatif yang lebih halus ketimbang rokok non-menthol, menunjukkan bahwa rokok menthol menimbulkan risiko kesehatan yang lebih tinggi daripada yang diperlihatkan, dan dibandingkan rokok non-menthol.”

Keberadaan menthol pada rokok-rokok menimbulkan sensasi dingin dan kebas pada tenggorokan yang menetralkan sensasi terbakar yang ditimbulkan rokok tradisional, menciptakan pengalaman merokok yang lebih nyaman, ujar Flores.

“Menthol akan membuatmu menghisap lebih banyak. Semakin banyak kamu merokok, semakin tinggi risiko kamu terkena kanker,” ujar Flores. Memang, perokok menthol cenderung menghisap rokok lebih lama dibandingkan orang-orang yang merokok non-menthol, menurut penelitian 2017 dari Centers for Disease Control and Prevention.

Iklan

Namun, Flores mengimbuh bahwa dokter-dokter tidak dapat menyatakan dengan pasti bahwa rokok menthol lebih menyebabkan kanker. Dan sebuah penelitian dalam Circulation pada 2016 menemukan bahwa menthols juga tidak meningkatkan risiko penyakit pernapasan seseorang lebih daripada rokok biasa (jadi, dua-duanya sama buruknya). Selain itu, ulasan FDA pada 2011 menyimpulkan bahwa rokok menthol tidak lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa. “…Kedua jenis rokok tersebut memproduksi dampak negatif yang signifikan pada kesehatan, termasuk penyakit pernapasan, kardiovaskular, dan kanker,” ujar Allison C. Hoffman.

Jadi, rokok biasa dan menthol sama-sama merusak kesehatan, ujar Flores. Ini adalah masalah besar jika orang-orang merokok rokok menthol karena menganggap rokok menthol lebih jinak, atau orang-orang jadi merokok karena ada pilihan menthol.

FDA melarang rokok berperisa lainnya pada 2009, sebagiannya karena rokok-rokok tersebut menarik bagi anak muda, ujar AP. Rokok menthol masih dianggap pengecualian, menunggu penelitian lebih lanjut sehingga masih dijual di pasaran, meski sebagian anggota parlemen berargumen bahwa rokok menthol seharusnya sudah dilarang sejak dulu. FDA tampaknya mempertimbangkan pelarangan tersebut pada 2013, namuan sejauh ini belum terjadi. Sementara itu, anggota parlemen San Francisco sudah melarang menthol (namun sebuah tindakan untuk mencabut larangan tersebut akan dilakukan pada pemungutan suara bulan Juni), dan Uni Eropa akan mulai melarang rokok menthol pada 2020.

Iklan

Disamping dampak rokok menthol pada kesehatan, para dokter dan ahli kesehatan publik juga mempermasalahkan cara pemasaran rokok menthol, yang seringkali menyasar anak muda, perokok baru, dan perokok berkulit non-putih. “Menthol mengurangi rasa tajam dari pengalaman merokok dan membuat proses merokok lebih mudah. Jadi, rokok menthol lebih menarik bagi perokok baru,” ujar Adam Goldstein, anggota UNC Lineberger Comprehensive Cancer Center dan direktur UNC Tobacco Intervention Programs di University of North Carolina, Chapel Hill. “Kami telah melihat peningkatan besar di kalangan anak muda—lebih dari setengah perokok muda menggunakan rokok menthol,” ujarnya.

Melarang rokok menthol mungkin dapat mencegah perokok muda supaya tidak merokok sama sekali. “Karena 90 persen perokok dewasa mulai merokok sebelum usia 18, dan ada data bagus bahwa bagi banyak anak muda, menthol terlibat dalam proses inisiasi dan progresi sampai akhirnya menggunakan rokok biasa, pelarangan rokok menthol dapat mengurangi inisiasi anak muda merokok,” ujar Goldstein.

Secara tradisional, rokok menthol dipasarkan secara lebih agresif pada komunitas kulit hitam, ujar Goldstein. Misalnya, satu penelitian menemukan bahwa majalah Ebony 9.8 kali lebih sering memampang iklan rokok menthol, ketimbang majalah People selama 1998 dan 2002. Memang, konsumsi rokok menthol tiga kali lebih umum pada perokok kulit hitam (yang dulu dan masih merokok) dibandingkan perokok kulit putih ( 84 dan 27 persen, masing-masing), menurut penelitian tahun 2016. NAACP juga telah mendukung pelarangan penjualan rokok menthol, dan African American Tobacco Control Leadership Council telah menunjukkan upaya serupa, menurut laporan New York Times.

Jadi, apakah rokok menthol sebaiknya menjadi ilegal? “Saya rasa semuanya harus dilarang—segala jenis rokok. Karena saya melihat kanker, stroke, dan penyakit-penyakit jantung lainnya yang disebabkan oleh rokok,” ujar Flores. “Meski kita mau kemerdekaan untuk memilih apa yang kita ingin lakukan, [setelah kamu mulai merokok], itu bukan lagi kehendak bebas. Mereka memanipulasi otak anak-anak dengan iklan dan sebuah budaya yang terus mempromosikan kegiatan merokok. Mereka menjadi kecanduan pada senyawa-senyawa dalam rokok, hanya agar perusahaan-perusahaan rokok dapat meraup keuntungan. Ini adalah sebuah kejahatan dalam masyarakat kita dan kita perlu mengatasinya secara menyeluruh,” ujarnya.

Goldstein setuju, “Saya benar-benar percaya bahwa perisa menthol harus ditarik dari rokok, dan anggota parlemen, pemegang saham, dan pembuat kebijakan dalam yurisdiksi lokal dan negara bagian di seluruh negeri semestinya sepakat.”

Tentu saja, tak semua orang dalam dewan menyetujuinya. Oponen pelarangan menthol di New Jersey berargumen bahwa hal tersebut akan berdampak buruk pada toko-toko kelontong dan usaha kecil lainnya serta mengurangi penghasilan pajak negara bagian tersebut. Goldstein berkata bahwa alih-alih mengkhawatirkan apakah perokok akan pindah ke negara bagian lain untuk membeli rokok, kita perlu fokus pada pertanyaan sebenarnya: bagaimana diskusi untuk menghilangkan perisa dari rokok dapat terus berprogres. Dia bilang, mendukung upaya-upaya lokal untuk melarang rokok menthol atau membatasi penjualannya, seperti di San Francisco, Oakland, dan Minneapolis, sangatlah penting.

“Ini adalah kota-kota yang bilang, meski tanpa kepemimpinan federal, bahwa mereka akan mengambil tindakan. Gerakan ini didukung anak muda, komunitas Afrika-Amerika, kelompok-kelompok gereja, dan pembuat kebijakan. Gerakan ini mungkin akan memakan waktu setahun—atau bahkan sepuluh tahun—tapi yang jelas kemungkinan besar akan terjadi,” ujar Goldstein.