Nostalgia

Sejarah Pasang Surutnya Nokia 3310, Ponsel Paling Menyenangkan Sepanjang Masa

Ini adalah kisah tentang bagaimana sekumpulan warga Finlandia berumur 20-an menciptakan gawai yang ikonik dan tahan banting.
29.11.17

Rasanya aneh bernostalgia tentang teknologi. Manusia selalu menggantikan gawai yang sudah ketinggalan zaman dengan versi yang superior, lebih cepat, lebih keren dan lebih mudah digunakan. Apalagi ketika kita membicarakan ponsel—di tahun 2017 ini, sangat sulit untuk bisa berfungsi di dunia dalam urusan bisnis ataupun pribadi tanpa memiliki ponsel yang diproduksi pabrik dalam satu atau dua tahun terakhir.

Iklan

Tapi biarpun iPhone 6 milik saya yang sudah agak retak secara objektif lebih baik dari ponsel-ponsel saya sebelumnya, saya masih kadang kangen dengan tren telekomunikasi dari era remaja saya. Motorola Razr misalnya, atau ponsel apapun yang memiliki keyboard geser QWERTY. Tapi yang paling spesial dalam hati tentu saja Nokia 3310: salah satu antitesis smartphone dan ponsel paling berpengaruh.

Dirilis di September 2000, Nokia 3310 langsung mendominasi dunia berkat bentuk dan fungsi yang canggih. Ponsel ini enak dilihat dan seru digunakan, dan menawarkan sekumpulan fitur baru penuh guna yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya.

“Produk itu adalah bayi pertama saya,” jelas Lone Tram Middleton, mantan Manajer Produk Nokia 3310, dan pencipta gawai tersebut. Middleton masih berumur 20-an ketika dia ditugaskan menciptakan dan meluncurkan ponsel tersebut—segar lulus dari sekolah bisnis. Memimpin tim pengembangan produk ponsel berisikan 40 orang dalam waktu dua tahun, dialah yang memasukkan Snake II dalam ponsel, bertanggung jawab memilih komposer ringtone dan memilih warna untuk casing produk.

Saya menemukan dirinya lewat LinkedIn. Dia sudah lama meninggalkan Nokia tapi masih menyimpan banyak memori manis. “Nokia sangat dekat di hati saya. Saya masih ingat ketika kita sedang meluncurkan produk, dan menunggu ulasan dari media. Rasanya mirip dengan menjadi seniman atau penyanyi—ketika karya pertamamu dirilis, kamu menyaksikan semuanya karena rasanya sangat pribadi,” jelasnya.

Iklan

3310 diperkirakan akan terjual 20 juta unit, tapi nyatanya berhasil terjual 126 juta. Bandingkan dengan iPhone pertama yang ‘hanya’ terjual 35 juta unit. Bahkan sekarang, satu dekade setelah smartphone menguasai pasar, enam dari sepuluh ponsel dengan penjualan terbaik sepanjang masa masih datang dari keluarga Nokia model awal—3310 dan kerabat-kerabatnya yang memiliki pilihan selongsong, in-built emoticon, daya tahan baterai yang luar biasa lama (cuman butuh dicharge sekali seminggu!), dan tahan banting. Di Finlandia, di mana Nokia diciptakan, produk mereka sempat digunakan oleh 90 persen dari penduduknya. Pada 2000, perusahaan telekomunikasi tersebut bertanggung jawab atas empat persen dari GDP total negara.
Biarpun 3310 sebetulnya kalah dalam angka penjualan dibanding pendahulunya, Nokia 3110 (ponsel Nokia pertama dengan antena internal, dicintai oleh kaum pengusaha di akhir 90an), para pengembang sama sekali tidak kecewa. Mereka meyakini bahwa Nokia 3310 telah merevolusi pasar baru bagi brand tersebut.

“Kami memiliki target spesifik,” jelas Middleton. “Kami ingin gawai tersebut terasa lebih muda dari produk-produk kami sebelumnya.”

Ambisi ini bisa dibilang tercapai dengan sukses. 3310 mengandung nilai nostalgia kultural yang ponsel lain tidak miliki. Sebagian dari reputasinya terbentuk akibat sifat tahan bantingnya yang terkenal, membuatnya berlawanan dengan banyak gawai modern yang sangat mudah pecah. Lebih penting lagi, 3310 adalah ponsel pertama yang didesain secara eksplisit untuk remaja dan mereka yang berumur 20-an. Ponsel ini memulai revolusi komunikasi SMS, wallpaper dan cover kustom, dan tren versi norak dari lagu favoritmu sebagai ringtone.

Iklan

Semua tentang 3310 tergolong menyenangkan. Setiap model Nokia selalu diberi julukan, dan 3310 disebut sebagai “Beetle”. Keypad T9nya yang ikonik, yang berbelok ke atas membingkai display backlit, dimaksudkan untuk meniru wajah tersenyum. Berbulan-bulan dihabiskan untuk menciptakan keypad tersebut, jelas Middleton. Keypad yang sama didesain secara spesifik untuk keperluan texting dan diatur untuk menghasilkan rasa puas dari jumlah klik yang pas seiring tombol dipencet. “Itu adalah pertama kalinya kami menghasilkan selongsong depan dan belakang yang bisa diganti, jadi kamu bisa membuat ponsel terlihat berbeda, dan kami menaruh banyak perhatian terhadap fitur SMS karena ini adalah kegiatan yang disukai generasi muda.”

Sekarang sulit untuk membayangkan bertukar pesan tanpa melihat percakapanmu sebelumnya dengan orang yang sama, tapi sebelum 3310 muncul, SMS tanpa kelanjutan adalah hal yang normal. Di jumpa pers resmi peluncuran Nokia 3310 pada tanggal 1 September 2000, “fungsi SMS unik” menjadi titik penjualan utama. Nokia membandingkan fitur tersebut dengan jasa messaging instan desktop seperti MSN dan AIM yang populer saat itu. Tidak hanya membuka jalan bagi fitur texting modern, 3310 juga memulai metode komunikasi millenial yang fundamental: group chat.

Lucunya, saat itu, fitur ini belum populer di kalangan remaja. Biarpun fitur remaja lainnya—game, ringtone, wallpaper, selongsong yang bisa diganti—menjadi hit, tidak ada yang mengerti sesungguhnya bagaimana menggunakan “chat”.

Iklan

“Orang pada gak ngerti,” jelas Henri Holm, manajer marketing 3310. Sama seperti Middleton, perannya lumayan besar dalam kesuksesan produk ini—Middleton menciptakan produk, Holm yang menjualnya ke publik. Holm sadar betapa besar potensi fitur chat, tapi paham bahwa fitur itu “terlalu canggih untuk era itu.”

Kok bisa sekelompok orang berumur 20-an muncul dengan ide texting seperti ini? Kebanyakan isi tim pengembang 3310 masih berumur 20an, dan baru memulai karirnya. Tapi atmosfer dalam Nokia sangat menjanjikan, jelas Holm. Perusahaan memberikan karyawan mudanya kebebasan yang besar untuk berinovasi.

“Di sana kamu bisa mengambil resiko,” jelas Holm. “Kami bisa memasukkan detail yang menarik ke dalam produk yang mungkin tidak berarti banyak bagi orang lain, tapi berarti banyak bagi kami. Fitur-fitur yang kami coba terapkan, seperti game dan chat, menjadi fitur mainstream nantinya.”

Area khusus ketrampilan Middleton adalah selera pasar—dia masih bekerja dalam bidang ini sekarang—dan dia menjalankan berbagai studi yang teliti demi menemukan apa yang diinginkan oleh pengguna ponsel muda, dan apa yang mereka ingin lihat di masa depan. Ini adalah salah satu kekuatan Nokia lainnya: komitmen yang kuat dalam memprediksi tren.

“Kami mewajibkan pengetahuan tersebut sebagai sebuah perusahaan ponsel,” jelas Holm. “Kami melakukan penelitian. Kamu tidak bisa mempelajari hal seperti ini dari perusahaan lain—tidak ada pihak lain yang memiliki pengetahuan kami. Begitu kamu lulus dari Nokia, sekolah terbaik, kamu bisa masuk ke perusahaan lain dan mengklaim posisi yang tinggi.

Iklan

Biarpun kini sudah kuno, Nokia 3310 memberikan sebuah pelajaran yang bisa diambil oleh semua orang di Silicon Valley. Tidak peduli betapa canggihnya produkmu, gawai tersebut tetap harus menjawab kebutuhan pengguna terlebih dahulu. “Ketika kamu bekerja dengan teknologi, sangat mudah untuk terlena dengan potensinya,” jelas Middleton. “Tapi lupa untuk membuat produk relevan.”

Nokia tetap relevan selama satu dekade setelahnya. Hampir semua orang menggunakan produk mereka saat itu. Nokia melanjutkan kesuksesan 3310 dengan model-model ponsel lain yang akhirnya menggunakan teknologi layar berwarna dan kamera, dan semakin menekankan multimedia. Ada Nokia 3300, yang mendukung fitur audio Mp3, dan Nokia N-Gage—gabungan ponsel dengan gawai videogame. Ketika Nokia menguasai pasar, mereka tidak memiliki saingan. Ketika Nokia akhirnya pergi, produk mereka masih merupakan versi terbaik sesuai dengan tujuan diciptakannya: untuk menelpon dan texting. Namun kini pasar sudah sadar bahwa banyak gawai baru yang bisa melakukan lebih banyak dari 2 hal tersebut.

Seiring jalan, keberanian Nokia dalam berinovasi pudar. Bandingkan dengan Apple yang akhirnya menghapus fitur clickwheel iPod, dan baru-baru ini, sistem navigasi tombol home iPhone. Namun ketika akhirnya Nokia mulai ikut masuk ke pasar di menit-menit akhir, mereka masih menggunakan inferface yang serupa dengan 3310.

“Ponsel sudah bukan sekedar ponsel lagi,” jelas Holm. “Mereka adalah gawai hidup. Dulu, kalau kamu ingin berbicara dengan seseorang, kamu harus menekan nomer mereka. Sekarang nomer telepon kita hanyalah sekedar ID.”

Seiring pangsa pasar Nokia mulai menurun di negara Barat di akhir 2000an, ponsel 3310 masih digemari di negara-negara berkembang—berkat harganya yang murah,batere yang tahan lama, dan durabilitasnya. Namun ketika akhirnya Nokia dijual ke Microsoft di akhir 2013, masa kejayaan produk ini sudah habis. Nokia sudah tidak lagi seperti dulu. Bahkan usaha berbau nostalgia untuk membangkitkan kembali 3310 tahun ini lengkap dengan layar berwarna dan kamera terbukti tidak sukses.

Tapi memang tidak ada salahnya mereka mencoba. 3310 adalah salah satu ponsel pertama yang terasa adiktif, dan ponsel terakhir yang masih terasa ‘polos’—3310 mewujudkan semangat teknologi yang masih bersifat melayani, dan bukan memperbudak, dan didesain untuk bertahan lama dan tidak harus diperbaharui secara reguler. Kapan terakhir kali kamu ingat tidak merasa sangat tergantung dengan gawai teknologi di tanganmu?