Rahasia di Meksiko

Piramida Tersembunyi Ditemukan Dalam Kuil Kuno di Meksiko

Menggunakan teknologi pencitraan 3D, arkeolog mendeteksi adanya bangunan tersembunyi dalam kawasan Chich'en Itza's, tepatnya di Kuil Kukulkan.
Audy Bernadus
Diterjemahkan oleh Audy Bernadus
20.9.17
Kuil Kukulkan di Chich'en Itza. Sumber foto: Flickr/Paul Simpson

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Kuil Kukulkan, namanya diambil dari nama dewa ular bersayap bernama K'uk'ulkan atau Quetzalcoatl, membuka rahasianya setelah tersembunyi lebih dari satu abad.

Dalam proses ekskavasi yang dilakukan pada 1930-an, piramid tersembunyi kedua yang berisi mahkota berwarna merah dan berbentuk Jaguar ditemukan di dalam bangunan Kuil Kukulkan. Bertahun-tahun kemudian, pada 2015, ditemukan gua bawah tanah berisi air, atau 'cenote', yang berujung pada sebuah sungai yang kemungkinan dianggap suci oleh Suku Maya masa lampau.

Singgasana Jaguar berhiaskan giok dan cangkang kerang ditemukan dalam Kuil Kukulkan. Sumber foto: Wikipedia

Sekarang, para arkeolog percaya mereka telah menemukan inti dari bangunan kuil, semacam 'piramida kecil' yang tersembunyi di balik bangunan kuil yang dibangun sepanjang kurun tahun 500 dan 800 sebelum masehi, menurut kantor berita Associated Press.

Piramida ketiga ini disebut-sebut sebagai piramid yang menunjukkan keaslian arsitektur Suku Maya karena tidak dipengaruhi oleh kebudayaan asing. Misalnya orang-orang Toltec yang aslinya berasal dari Hidalgo modern, Meksiko, yang pernah menaklukan Kota Chich'en Itza.

Iklan

"Kalau piramida ini bisa dipelajari lebih dalam, piramid ini bisa menjadi situs purbakala yang penting karena piramid ini dapat menunjukkan kebudayaan orang-orang yang pertama kali bermukim di wilayah itu. Selain itu, piramid ini juga bisa memberitahu bagaimana perkembangan kebudayaan di wilayah itu," kata arkeolog Denisse Lorenia Argote kepada CNN.

"Dengan penemuan ini, kita bisa mengetahui kebudayaan asli Suku Maya. Dari banyak situs yang diekskavasi, kita melihat masa transisi dari kebudayaan Suku Maya, dan ada beberapa pengaruh kebudayaan Meksiko juga. Tapi informasi tentang gaya arsitektur asli Suku Maya belum banyak," ujar Argote.

Para peneliti menemukan piramida yang tingginya sekitar 33 hingga 66 kaki itu menggunakan tri-dimensional electric resistivity topograhpy (ERT-3D), sebuah teknik pemetaan tiga dimensi yang memungkinkan arkeolog melihat bangunan yang tertutup lapisan lain. Teknik ini juga yang digunakan para arkeolog untuk menemukan sebuah terowongan dan ruang-ruang bawah tanah yang tertimbun di bawah lapisan batuan gamping di Kuil Kukulkan.

Pemindaian dengan ERT-3D menunjukkan adanya struktur piramida tersembunyi di dalam bangunan dalam Kuil Kukulkan. Sumber: UNAM

Tim peneliti sudah mengkonfirmasi adanya tangga dan altar-altar pemujaan di dalam piramida yang baru ditemukan. Menurut Rene Chavez Segura, ilmuan di the National Autonomous University of Mexico, piramida ini dibangun di dekat 'cenote', yang mengindikasikan bahwa kemungkinan piramida ini memang sengaja di bangun mengelilingi gua tersebut. Ekskavasi terpisah yang dilakukan di Chich'en Itza menemukan tulang belulang manusia yang kemungkinan merupakan kurban persembahan, yang dilemparkan ke dalam 'cenote' dalam sebuah ritual.

Tidak semua orang percaya bahwa piramida tersembunyi ini adalah penemuan baru. Geoffrey Braswell, profesor di bidang antropologi di University of California, yang tidak terlibat dalam proyek ekskavasi, curiga piramida yang katanya baru ditemukan itu sebenarnya sudah pernah ditemukan pada 1940 ketika seorang arkeolog menabrak lapisan ketiga dari piramid itu ketika sedang menggali di dekat formasi kedua.

Iklan

Braswell membandingkan Kuil Kukulkan dengan boneka berlapis dari Russia, dengan beberapa ruangan yang ada di dalam bangunannya.

"Terowongannya sangat tidak stabil, jadi kita hanya tahu sedikit mengenai piramida ini. Tampaknya piramida yang baru ditemukan ukurannya lebih kecil dibandingkan 2 piramida lain yang lebih dulu ditemukan, dan tata letak ketiganya tidak selaras," kata Braswell.

Tangga berundak di Kuil Kukulkan. Sumber gambar: Flickr/Daniel Prats

Bertengger di Semenanjung Yucatan, Meksiko, Kuil Kukulkan adalah satu dari beberapa monumen kuno yang masih berdiri dari komplek Chich'en Itza. Kemungkinan dibangun pada abad keenam, yang kemudian pembangunannya dilanjutkan oleh orang-orang Toltec, dan disebut sebagai "El Castillo" oleh para tentara Spanyol.

Tinggi dari Kuil Kukulkan sekitar 100 kaki, dan terdapat 91 anak tangga di setiap 4 sisinya. Menurut legenda, Quetzalcoatl datang ke bumi dua kali dalam setahun sebelum kembali ke Dunia Bawah. Pengetahuan tentang waktu dan ilmu matematika digunakan untuk membangun kuil ini. Selain itu, kuil ini jga disebut sebagai manifestasi dari 365 hari dalam Kalender Maya. Selamat dua hari ketika Quetzalcoatl datang ke bumi, dapat terlihat bayangan ular raksasa di ujung-ujung kuil.

Selama 1000 tahun, orang-orang Mesoamerika kuno hidup, menyembah dewa, dan membangun bangunan yang luar biasa di pusat kota mereka. Chich'en Itza telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, dan didatangi sekira 1,4 juta turis saban tahun.