Teori Konspirasi

Kesimpulanku Sesudah Mendalami Pola Pikir Komunitas Teori Bumi Datar

Walau mungkin keras kepala, tapi mereka sebenarnya kumpulan pemimpi dan manusia kreatif yang baik hati kok.
Audy Bernadus
Diterjemahkan oleh Audy Bernadus
17.9.17
Ilustrasi globe dari Jon Feinstein/Flickr

Pengalaman saya pertama kali mengenal Teori Bumi Datar alias flat-earth rasanya… absurd. Iya seperti kebanyakan pengalaman yang mampu mengubah hidup, penjelasan mereka soal bentuk bumi terkesan lucu. Awalnya saya kenal mereka dari Internet. Rasanya menyenangkan banget kalau secara enggak sengaja saya menemukan sesuatu yang baru di Internet. Mengikuti pemaparan teori ini ibarat kita asal ngambil batu asal di tengah jalan, lalu setelah dibalik ternyata ada miniatur kota yang bener-bener berfungsi di bawahnya. Orang-orang di miniatur kota itu tidak memahami peradaban manusia di luar batu, begitu juga sebaliknya. Itu yang saya rasakan waktu saya menemukan bahwa di internet ada orang-orang jujur yang serius, di Abad 21 ini, percaya bumi yang kita tinggali bentuknya datar. Sungguh pemikiran luar biasa. Jadinya penasaran banget saya pengin kenal mereka lebih jauh.

Seperti kebanyakan komunitas yang enggak biasa, gerakan Teori Bumi Datar sebenarnya cuma berupa kumpulan blog, forum daring, dan laman Facebook. Di tengah-tengah itu semua, YouTube yang jadi pusatnya. Walau ribuan orang penganut teori ini, kebanyakan dari mereka adalah ahli ilmu kosmologi amatir, yang memakai aplikasi Windows Movie Maker gratisan.

Berbekal itu semua, mereka siap menolak keyakinan ilmu pengetahuan mapan yang ada saat ini. Setelah berjam-jam nonton beragam video Bumi Datar di YouTube, saya menemukan video-video menakjubkan. Salah satu isinya adalah satu lelaki yang habis-habisan menjelaskan teori bumi datar di ruangan yang sempit dan berdebu. Laki-laki itu mencoba sekuat tenaga supaya terdengar masuk akal (kayak sales MLM gitu) sambil memperlihatkan foto-foto bumi dari ruang angkasa dalam slideshow yang membosankan dan diulang-ulang melulu.

Iklan

Sebenarnya lebih seru lagi kalau kita tonton video dari akun-akun lebih tak terkenal, yang enggak peduli sama sekali apakah penjelasan mereka terdengar aneh buat orang lain. Akun-akun macam inilah yang fanatik banget terhadap kepercayaan dan komunitas mereka itu. Barangkali mereka itu juga bingung kenapa miliaran manusia lain belum percaya bahwa bumi itu datar.

Sayang, kelamaan nonton video flat-earth mulai bikin kepala saya berkunang-kunang. Saking anehnya… Ada satu orang yang buat video-video dengan membuat penjelasan-penjelasannya sebagai subtitle cuplikan film-film Hollywood yang isinya monster dan alien. Di video itu, dia ngotot banget menegaskan tujuannya enggak sekadar cari sensasi. Sayang judul videonya bikin orang enggak bakalan percaya kalau dia tak berniat memancing kontroversi. Contoh judulnya kayak gini: "Bagaimana kalau ILLUMINATI punya teknologi STARGATE dan bumi kita yang datar tidak akan sama lagi?" atau "Bagaimana kalau saya percaya kamu berbohong dan bumi datar itu nyata?"

Ada pula satu orang yang ngaku bernama Math Powerland, yang tampil di video pakai jas berwarna metalik. Orang-orang yang percaya bumi sebenarnya datar itu menggabungkan kepercayaan mereka dengan kebiasaan otak-atik kata. Misalnya "planet" sebenarnya adalah "Plane" ditambah kubus yang enggak bisa dilipat. Atau kalau kita enggak hidup di neraka (hell) kenapa kita sapa orang-orang dengan 'hell-o'?

Iklan

Lucu banget ya? Lucu sih, tapi kalau diikutin terus-terusan, kayak kebanyakan makan micin.

Setidaknya, setelah menghabiskan berjam-jam nonton video mereka ternyata teori bumi datar ini sangat mudah dipahami. Jauh lebih mudah dipahami daripada orang-orang yang bilang musisi hip-hop AS sebenarnya dikontrol oleh Illuminati atau vaksinasi bisa menyebabkan anak kita jadi autis. Kalau direnungkan lagi, keyakinan komunitas penganut Teori Bumi Datar mungkin ada benarnya. Bukan masalah akurasi sainsnya, tapi soal makna menjadi manusia dan pentingnya mengatasi kebosanan menjalani hidup. Kok bisa? Silakan disimak argumen-argumen mereka yang uchul berikut ini:

Waktu berdiri di pantai, gara-gara video flat-earth, saya segera coba mencari lekukan di horizon. Gila, saya enggak bisa menemukannya. Kelihatannya emang datar! Kenapa enggak ada orang yang mau cari minyak bumi di Benua Antartika, kalau memang benua di Kutub Selatan itu hanya pulau bukannya dinding luar yang melindungi bumi kita yang datar? Kenapa penerbangan komersil bisa punya rute penerbangan dari Wellington di Selandia Baru ke Santiago di Chile, tapi harus transit dulu di Los Angeles? Kalau Bumi itu bulat, rute itu benar-benar enggak masuk akal, muter-muter enggak jelas. Tapi kalau bumi itu datar, dengan Kutub Utara jadi pusatnya, rute penerbangan itu hampir membuat garis lurus.

Luar biasa. Sebenarnya semua spekulasi tadi bisa dijawab sama ilmuwan kompeten. Tapi bukan itu poinnya.


Baca juga obrolan awak VICE Indonesia dengan pendukung teori bumi datar:

Kita terlalu lama mengabaikan orang-orang macam pendukung bumi datar. Menertawakan penganut teori bumi datar jadi semacam cara buat menolak pandangan nyeleneh. Berpikiran beda adalah hak semua bangsa. Kita justru bisa belajar dari pendukung bumi datar soal seni berdebat. Mereka adalah manusia yang belajar gigih membuat orang lain meragukan keyakinannya sendiri. Semakin dipikir, saya semakin bingung dan enggak yakin di mana saya tinggal selama ini. Benarkah aku tinggal di planet yang berbentuk seperti globe?

Saya menyadari orang-orang penganut teori bumi datar sebenarnya bisa mengajari kita sesuatu yang penting. Mereka mungkin salah besar mengenai bentuk bumi, tapi kalau ditanya tentang pertanyaan lain, tentang strategi terbaik bersilat lidah, mungkin mereka adalah orang-orang yang paling mendekati kebenaran. Dari fakta yang saya temukan, mereka juga sebetulnya belum lama mengobarkan perang melawan ilmu pengetahuan.

Iklan

Rapper B.o.B dan Neil DeGrasse Tyson tahun lalu sedikit berantem soal perkara bumi datar ini. B.o.B bilang kalau bumi datar itu nyata, Tyson bilang enggak.

Akhirnya Tyson ngetwit yang isinya bilang bahwa seandainya B.o.B masih percaya pengetahuan yang dianggep benar lima abad lalu, orang-orang tetap masih suka musiknya B.o.B. Tyson keliru. Karena lima abad yang lalu itu baru 1517, enggak ada yang mikir bahwa bumi itu datar. Kalau dia baca tulisan Hegel, dia pasti tahu kalau konsep di masa sekarang itu bukan konsep yang berkembang karena akumulasi dari masa lalu, tapi berkembang dari hubungan antar manusia dari zaman ke zaman.

Semua orang pasti tahu kalau Christopher Columbus enggak pernah ngebuktiin kalau bumi itu bulat. Para sarjana di Eropa sudah tahu soal hal itu; Columbus berpikir bumi itu lebih kecil dari yang orang-orang kira, dan akhirnya terbukti dia salah. Teori Bumi Datar malah tergolong modern karena berasal dari Abad 19, waktu penulis macam Samuel Rowbotham (yang ngaku mendapat wahyu dan minta dipangil "Parallax") mulai menyebarkan ilmu kalau bumi itu datar.

Penyebaran paham bumi datar pada Abad 19 memiliki konteks kritik terhadap kapitalisme yang menggurita secara global. Untuk banyak orang pada masa itu, kemajuan teknologi tidak dianggap sebagai kebebasan, tapi sebagai penderitaan. Filsuf bernama Max Horkheimer mengatakan, "Pencerahan selalu bertujuan untuk membebaskan manusia dari ketakutan dan menempatkan manusia sebagai 'tuan'. Tapi pencerahan yang sesungguhnya kadang membawa bencana." Para penganut Teori Bumi Datar awal mengatakan bahwa apa yang mereka yakini berasal dari pengalaman nyata, dan kalau dilihat dengan mata telanjang, maka bumi memang terlihat datar.

Di salah satu bagian bukunya Concluding Unscientific Postscript to Philosophical Fragments, Soren Kierkegaard memberikan gambaran semacam ini: seorang pria bebas dari sebuah rumah sakit jiwa, tapi takut kembali dimasukkan ke sana bila di kemudian hari dia ternyata terbukti gila. Jadi dia memutuskan menjawab semua pertanyaan tadi dengan kalimat tidak mungkin dibantah: "bumi itu bulat." Tentu saja, dia justru disebut gila dan kembali dirawat di rumah sakit jiwa tersebut. Menentukan sebuah pemikiran itu gila atau tidak selalu soal kesepakatan umum.

Teori Bumi Datar, pendek kata, berhasil menarik minat banyak orang yang bosan dengan kehidupan sehari-harinya, karena memberi sensasi perlawanan terhadap hal yang mapan. Teori ini menawarkan ruang bagi kreativitas. Untuk mereka yang hidupnya selalu dipenuhi oleh kerja yang monoton dan membosankan, Teori Bumi Datar memberikan kesempatan membayangkan bahwa bumi tidak seperti yang kebanyakan orang kira.

Jadi, jangan lagi mengejek penggemar flat-earth. Biarkan mereka berimajinasi dan berkreasi. Betapa jahatnya kita kalau sampai merebut hal yang bisa membuat orang-orang itu bahagia dalam hidup yang fana dan menyedihkan ini.