India Mulai Menyaingi Cina Untuk Status Negara Berpolusi Udara Terburuk Sedunia
Polusi udara

India Mulai Menyaingi Cina Untuk Status Negara Berpolusi Udara Terburuk Sedunia

Udara di Negeri Sungai Gangga semakin mematikan. Separuh kasus orang tewas akibat polusi muncul di India dan Cina.
15.2.17

Artikel ini tayang di VICE News.

Apabila kalian pernah melihat foto kota Beijing yang penuh asap, mungkin kalian tidak heran saat mendengar status Cina sebagai negara dengan jumlah kematian warga tertinggi akibat polusi udara. Namun ketika angka kematian akibat polusi di Cina mulai stabil—diperkirakan sekitar 1,1 juta korban setiap tahunnya—India perlahan menyusul statistik yang tidak membanggakan tersebut.

Iklan

Angka kematian akibat polusi udara di India meningkat 50 persen selama kurun 1990 hingga 2015, menginjak angka 1,1 juta kematian setiap tahunnya. Angka ini hampir sama dengan angka kematian di Cina, menurut sebuah laporan dari Health Effects Institute.

Polusi udara mengakibatkan 4,2 juta kematian prematur di seluruh dunia di tahun 2015. Angka ini 3,5 juta lebih tinggi dibandingkan data tahun 1990. Lebih dari separuh kematian tersebut sebanyak 2,2 juta, merupakan sumbangsih India dan Cina.

Salah satu peneliti, Michael Brauer saat diwawancarai surat kabar the New York Times bahwa peningkatan polusi udara di India merupakah hasil dari industrialisasi yang pesat, peningkatan jumlah penduduk dan meningkatknya jumlah populasi penduduk manula yang lebih rentan terhadap dampak buruk kesehatan akibat polusi udara.

Biarpun polusi udara kerap identik dengan Cina, di negara bambu tersebut level polusi udara justru mulai stabil. Sementara di India, masalah populasi udara kian bertambah buruk. Tidak adanya kebijakan pemerintah untuk menekel masalah ini juga berarti angka polusi di India akan semakin memburuk.

"Pemerintah kurang mengambil inisiatif dalam hal pembuatan kebijakan baru,"ujar Bhargav Krishna, manajer kesehatan lingkungan di Public Health Foundation of India ke New York Times.

Laporan yang digunakan mengukur dua variabel tingkat polusi udara: zat partikulat halus ambien, yang biasa disebut sebagai PM2.5 dan ozon. Menurut laporan tersebut, terpapar zat PM2.5 merupakan penyebab kematian tertinggi kelima. Zat PM2.5 dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru, radang paru-paru akut, dan infeksi saluran pernafasan.

Beberapa hasil laporan lainnya:

  • Lebih dari 90 persen populasi dunia hidup di area yang udaranya tercemar.
  • Terpapar zat PM2.5 merupakan penyebab resiko kesehatan tertinggi kelima di dunia, termasuk merokok, diet dan tekanan darah tinggi.
  • Dari 10 negara berpopulasi tertinggi dan anggota Uni Eropa, Bangladesh dan India mempunyai tingkat pemaparan tertinggi terhadap PM2.5 dan mengalami peningkatan paling pesat zat ini semenjak 2010.
  • Biarpun jumlah kematian meningkat, rasio angka kematian akibat polusi udara justru menurun berkat kebijakan-kebijakan di Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara maju lainnya yang bertujuan mengurangi gas emisi dan meningkatkan pelayanan kesehatan.
  • Konsentrasi tingkat polusi udara terendah terjadi Brunei, Swedia, Greenland, Selandia Baru, Australia, Finlandia, Kanada dan beberapa negara kepulauan Pasifik, dan Karibia.
  • Pembakaran batu bara untuk kebutuhan industri, pembangkit tenaga listrik, dan penghangat rumah bertanggung jawab atas 40 persen persebaran PM2.5 di udara dan sekitar 366.000 kematian yang terjadi sepanjang 2013.