Ninja

Jepang Kabarnya Mulai Kehabisan Pasokan Ninja

Akibat populernya pariwisata mempekerjakan ahli ninjutsu, banyak pihak kesulitan mencari ninja betulan.
9.5.17
Foto dari pengguna Flickr Einar Jørgen Haraldseid.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.

Ada banyak alasan untuk mengunjungi Jepang—makanan, fashion, jalanan Tokyo yang nyentrik—namun kini ada kekhawatiran bahwa negara Matahari tersebut tidak memiliki jumlah ninja yang cukup untuk menghibur para turis, seperti dilansir the Telegraph. Di masa lalu, ninja adalah sosok prajurit legendaris di Jepang. Menurut laporan the Independent, ninja dulu direkrut sebagai mata-mata atau pembunuh bayaran. Mereka beraksi menggunakan shuriken dan dart beracun. Tentunya bekerja sebagai ninja di era modern Jepang sekarang tidak lebih dari sekedar aksi teatrikal. Biar begitu, orang yang berperan sebagai ninjutsu tetap saja membutuhkan keterampilan ninjutsu yang ciamik—seni bela diri tanpa senjata, akrobat, serta keterampilan menggunakan pedang. Ternyata, pihak yang kerap memperkerjakan pasukan ninja ini mengeluhkan bagaimana kini para pelamar pekerjaan tidak memiliki skill yang memadai untuk bekerja sebagai ninja. Padahal permintaan untuk ninja meningkat tajam. "Dengan semakin meningkatnya jumlah turis asing ke Jepang, nilai ninja sebagai konten turisme juga naik," kata Takatsugu Aoki, manajer Tokugawa Ieyasu dan Skuad Hattori Hanzo Ninja saat diwawancarai surat kabar setempat. "Kini pilihan lapangan pekerjaan semakin banyak, padahal acara ninja di seluruh Jepang semakin populer." Skuad Aoki mengalami penurunan jumlah pelamar semenjak 2016. Saat itu mereka menerima lebih dari 230 lamaran untuk tujuh posisi ninja dalam sebuah tim. Lowongan pekerjaan tersebut diiklankan secara global dengan iming-iming gaji Rp21 juta per bulan. Tahun ini, mereka baru menerima 22 lamaran. Aoki percaya situasi ini selain diakibatkan oleh ketatnya persaingan bursa tenaga kerja di Jepang, dipengaruhi pula oleh semakin sedikitnya orang yang menguasai ilmu ninjutsu untuk atraksi. "Kayaknya Jepang mulai kekurangan ninja nih," kata Aoki.