Narkoba

Satu Ton Kokain Bermerek Lionel Messi Disita Polisi Peru

Label nyeleneh narkoba selundupan ini membuat kami bertanya-tanya: apakah segmen pasar yang disasar produsen kokain itu adalah para hipster sepkabola?
24.3.17

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Sports.

Berdasarkan berbagai laporan media, Kepolisian Peru baru saja menyita satu ton kokain senilai £73 juta (setara Rp1,22 triliun). Di setiap bungkus kokain itu tersemat wajah Lionel Messi, sang megabintang Barcelona FC. Sepertinya produk ini dipasarkan kepada mereka yang ingin begadang nonton bola hingga jam 4 subuh ngobrolin prinsip tiki-taka. Engga mungkin banget pencandu yang beli kokain beginian membahas mengapa negara gagal atau apa penyebab kebudayaan populer sekarang dangkal banget.

Messi adalah bintang iklan impian setiap pengusaha karena popularitasnya. Sedangkan Kokain dipasarkan seperti produk-produk manufaktur lainnya. Tidak heran bila ada produsen narkoba di Amerika Selatan sana yang mengeksploitasi pertautan antara fans sepak bola dan narkoba. Walaupun kelihatannya kok sedikit maksa ya. Maksudnya penggemar olahraga dan pecandu narkoba itu sepertinya beda kayak siang dan malam, tapi who am I to judge?  Kalian pasti punya seorang kawan yang rajin memuji kehebatan skema 4-1-3-2 Barcelona, atau rajin berceramah soal fleksibilitas taktik Pep Guardiola dan bagaimana pelatih botak itu mengeluarkan kemampuan terbaik seorang Messi. Sejauh yang saya tahu, orang-orang macam itu maniak bola yang biasanya tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang apapun, boro-boro 1.400 kilogram kokain sendirian.

Seandainya kemarin paket kokain 'bermerek' Messi ini berhasil lolos dari bea cukai Peru, barang haram itu pasti akan jatuh ke tangan-tangan yang engga mengerti cara mengapresiasi kokain "istimewa" tersebut. Narkoba ini seharusnya cuma boleh dinikmati dan diapresiasi oleh sekelompok kecil fans bola—para trequartistas, regitas, fantasistas dan semua hipster-hipster bola gitulah kira-kira. Gunanya agar mereka bisa semakin mengapresiasi permainan indah ini pas lagi teler. Kalau cuma dipakai pecandu biasa, kokain Messi hanya akan menjadi sumber pemasok dopamin sementara sebelum lapar berat malam sebagaimana efek samping narkoba standar yang merusak tubuh. Apapun itu, label kokain nyeleneh itu pasti membuat Messi dan tim pengacaranya senewen. Mereka kemudian sibuk mencari siapa bandar narkoba di luar sana yang bikin merek absurd memakai sosok sang bintang sepakbola dunia*.

*Dibaca lagi yang teliti ya, Lionel Messi tidak ada sangkut pautnya dengan narkoba selundupan di Peru ini. Ntar kalian salah baca terus nyebar hoax. Kan engga lucu jadinya.