Berita

Skandal Presiden Park dan Dukun Perempuan Menggoyang Korsel

Presiden Park Geun-hye dituduh menjadi boneka keluarga dukun Choi yang menguasai Korsel dari balik layar. Unjuk rasa warga memasuki pekan kelima
28.11.16

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News

Unjuk rasa menuntut Presiden Korea Selatan Park Geun-hye mundur memasuki minggu kelima. Demonstrasi akhir pekan lalu merupakan protes terbesar yang terjadi di Ibu Kota Seoul. Turunnya salju tidak menghentikan aksi ratusan ribu warga.

Massa turun ke jalan di ibu kota Korsel, berbaris menuju Rumah Biru—kantor kepresidenan Korea Selatan—sambil berseru "Penjarakan Park Geun-hye!"

Iklan

Sebagian massa memegang papan-papan berisi tuntutan agar sang presiden perempuan segera mengundurkan diri. Kepemimpinan Park goyah akibat banyaknya tuduhan korupsi dan skandal yang melibatkan sang penasehat spiritual pribadi presiden.

Jaksa penuntut umum mengaku belum bisa mendakwa Presiden Park hingga dia menyelesaikan masa jabatannya. Park dituduh terlalu sering membantu Choi Soon-sil, teman akrab sekaligus dukun perempuan ternama, memeras banyak uang dari perusahaan-perusahaan besar Korsel. Park juga dituduh membagikan informasi negara yang tergolong rahasia dengan Choi.

Dukun perempuan itu memimpin sebuah sekte misterius bernama "Delapan Peri" yang diam-diam mengendalikan Korea Selatan. Kabarnya Choi menguasai ilmu gaib dan sangat dihormati banyak kalangan elit Negeri Ginseng.

Jaksa penuntut dua pekan lalu telah mendakwa Choi atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, penipuan, dan pemerasan. Organisator unjuk rasa mengklaim 1,5 juta orang turun ke jalan-jalan di Seoul melakukan protes Sabtu pekan lalu.BBC melaporkan 400 ribu orang melakukan demonstrasi di kota-kota Korea Selatan lainnya. Versi polisi peserta unjuk rasa di Seoul akhir pekan ini hanya 270 ribu orang.

Five weeks in a row, thousands come out to down Seoul to protest and demand Prez Park's resignation. @KoreaExpose #Korea #news #박근혜 #최순실 pic.twitter.com/FyvKv65Wwf
— Jun Michael Park (@junmichaelpark) November 26, 2016

Iklan

Aksi protes ini diikuti oleh masyarakat Korea Selatan dari latar belakang berbeda-beda. Biksu-biksu Buddha, ibu-ibu dengan anaknya, pasangan muda, hingga para pelajar sekolah menengah semua turun ke jalanan. Surat kabar the New York Times melaporkan protes ini terasa "damai dan penuh kegembiraan".

Ayah Choi, Choi Tai-min yang kerap disebut sebagai "Rasputin-nya Korea Selatan" membentuk kelompok religius bernama Church of Eternal Life. Dia dikabarkan menjadi penasehat spiritual ayah Park di masa lalu. Hubungan keluarga Choi dan Park yang penuh misteri kerap menjadi sumber kabar-kabar sumir di Korsel. Park dituduh menjadi sekedar boneka yang dikendalikan keluarga Choi. Presiden perempuan pertama Korsel ini sempat dikabarkan melakukan ritual-ritual gaib di Istana Negara. Tuduhan ini sontak dibantah oleh Park.

Jajak pendapat yang dilansir Gallup baru-baru ini membeberkan bahwa tingkat kepuasan publik Korea Selatan terhadap Park anjlok empat persen. Park meminta maaf secara formal di layar TV awal bulan ini karena "menaruh terlalu banyak kepercayaan di sebuah hubungan pribadi."

"Ini semua kesalahan saya," kata Park dengan suara gemetar. "Saya tidak bisa tidur di malam hari. Saya sadar bahwa akan sangat sulit untuk menyembuhkan luka warga Korea Selatan. Saya merasa malu."

Park bersedia diperiksa oleh tim penyidik kejaksaan, namun menolak mengundurkan diri biarpun ditekan oleh partai oposisi yang menuntut dirinya segera diadlil. Masa jabatan Park berakhir pada Februari 2018.