FYI.

This story is over 5 years old.

Berita

Sudah Lebih Dari Sebulan, Keberadaan Jasad Kim Jong-nam Masih Misterius

Nasib Siti Aisyah, WNI asal Serang yang menjadi tersangka utama pembunuhan politik di Malaysia itu, turut terkatung-katung.
Foto oleh Getty Images.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.

Sudah lebih dari sebulan, kasus sepasang perempuan diduga menghabisi kakak tiri pemimpin Korea Utara di Bandara Internasional Kuala Lumpur tak kunjung menemukan titik terang. Masalah justru bertambah karena otoritas Malaysia sampai sekarang tetap merahasiakan keberadaan jasad Kim Jong-nam, mantan anggota keluarga elit penguasa Pyongyang yang diduga kuat mati terkena racun syaraf jenis VX. Kabar beredar, pemerintah Negeri Jiran masih belum tahu harus melakukan langkah lanjutan apa dengan tubuh Kim Jong-nam. Korut sudah mendesak Malaysia mengembalikan jasad Kim Jong-nam beberapa hari setelah kasus itu ramai diberitakan. Keputusan Malaysia menolak permintaan Korut memicu konflik kedua negara, sampai akhirnya masing-masing memutus hubungan diplomatik serta mengusir dubes.

Iklan

Pembunuhan Kim Jong-nam terjadi pada 13 Februari lalu. Jasadnya disimpan di kamar mayat Rumah Sakit Kuala Lumpur. Tubuh Kim Jong-nam akhirnya diawetkan untuk memperpanjang proses otopsi. Surat kabar New Strait Times melaporkan jasad ini segera akan dikembalikan ke Korut dalam peti mati diangkut pesawat, melalui rute Beijing lebih dulu. Jasad Kim Jong-nam, menurut surat kabar ini, "dibungkus dengan plastik dan diberi stiker bertuliskan 'fragile' di atasnya."

Informasi yang beredar masih sumir dan berbeda-beda. Ada sumber media lain menyatakan rencana pengembalian jasad ini bisa saja batal. Satu media bahkan menyebut tubuh Kim Jong-nam akan dikremasi. Setidaknya, semua media massa Malaysia sepakat bila tubuh Kim Jong-nam belum meninggalkan negara tersebut.

Menteri Kesehatan Malaysia Subramaniam Sathasivam menegaskan pihaknya masih menyimpan tubuh kakak tiri Diktator Korut Kim Jong-un tersebut. Namun, pengembalian jasad itu hanya akan dilayani atas permintaan keluarga, bukan dari desakan Pyongyang.

Petugas RS Kuala Lumpur memindahkan satu jasad, diduga kuat Kim Jong-nam, dari kamar jenazah. Foto diambil pada tanggal 21 Maret 2017. Mohd Rasfan/AFP/Getty Images)

Sathasivam menyatakan pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat terkait proses pengembalian jenazah. Tubuh Kim Jong-nam "terdampar" di Malaysia, menurut Sathasivam, terjadi karena pihak keluarga yang kini bermukim di Makau tak bersikap kooperatif. "Mereka tidak memberi informasi memadai bagaimana kami harus memperlakukan jenazahnya."

"Sampai sekarang, kami memutuskan status jenazah ini masih status quo sampai ada keputusan hukum terbaru," kata Sathasivam seperti dikutip kantor berita Reuters.

Kasus pembunuhan ini membuat banyak nyawa ikut terancam. Sembilan warga negara Malaysia masih ditahan di Pyongyang, karena Korut membalas kebijakan Malaysia mengusir Dubes mereka dari Kuala Lumpur. Di sisi lain, status Siti Aisyah, WNI asal Serang yang diduga menjadi tersangka pembunuhan Kim Jong-nam, turut terkatung-katung. Siti diduga membantu pembunuh lainnya, sosok perempuan warga negara Vietnam bernama Doan Thi Huong. Mereka berdua dalam persidangan perdana kabarnya 'hanya' dibayar Rp1,1 juta untuk melaksanakan pembunuhan tersebut. Siti Aisyah berkukuh pada penyidik dan pengacaranya, jika dia mengira direkrut untuk ikut syuting acara reality show di bandara, menyemprot wajah para pengunjung sekadar buat iseng.

Dalam sidang perdana awal Maret lalu, Doan dan Siti ditetapkan sebagai tersangka utama dan terancam pasal pembunuhan berencana yang bisa berujung pada hukuman mati. Saat tuntutan jaksa dibacakan, Siti dan Doan mendapatkan keterangan dari penerjemah. Berdasarkan catatan pengadilan, keduanya tidak mengajukan banding atas tuntutan jaksa.  Mereka ditahan untuk menjalani sidang lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pertengahan April mendatang di Pengadilan Tinggi Shah Alam. Pengacara Siti yang disewa oleh KBRI Kuala Lumpur, Gooi Soon Seng, mendesak hakim membuat larangan polisi atau pemerintah Malaysia memberi pernyataan pers yang merugikan atau menyudutkan kliennya selama sidang masih berlangsung.

Selain dua tersangka sebagai aktor lapangan, Kepolisian Malaysia meyakini ada tujuh tersangka lain yang berperan dalam pembunuhan Kim Jong-nam. Dari tujuh itu, satu sudah ditangkap, tiga berhasil kabur ke Pyongyang, sementara tiga tersangka lainnya bersembunyi di Kedubes Korut.